Sinopsis
Alina, si sarjana dari Eropa, pulang kampung cuma gara-gara restu Nyak-nya. Nggak bisa kerja di luar negeri kalau Nyak belum bilang, "Iya". Dan syaratnya cuma satu hal, yaitu nikah!
Sekarang Alina harus menghadapi serangkaian kencan buta yang bikin pengen nangis, tapi ketawanya duluan. Mulai dari pemuda aneh yang kerjaannya melihara jenglot, sampai cowok yang cuma bisa ngomong pakai bahasa isyarat ala Dora the Explorer.
Di tengah kegalauan mencari jodoh yang kriteria Nyak-nya itu aneh, Alina malah sering ketemu Reihan, kurir paket yang motornya selalu berisik dan sandal jepitnya sudah bolong di jempol.
Apa mungkin jalan pulang Alina bukan ke Eropa, tapi justru ke pelaminan dengan jodoh yang nyasar ini?
Other Stories
Hujan Yang Tak Dirindukan
Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh, berbalut baju penuh n ...
Pahlawan Revolusi
tes upload cerita jgn di publish ...
Namaku May
Belajar tak mengenal usia, gender, maupun status sosial. Kisah ini menginspirasi untuk ter ...
Diary Anak Pertama
Sejak ibunya meninggal saat usianya baru menginjak delapan tahun, Alira harus mengurus adi ...
Warung Kopi Reformasi
Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...
November Kelabu
Veya hanya butuh pengakuan, sepercik perhatian, dan seulas senyum dari orang yang seharusn ...