Hujan Yang Tak Dirindukan

Reads
30
Votes
0
Parts
1
Favorite
Report
Sinopsis

Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh,
berbalut baju penuh noda. Apa yang lebih penting dari kehidupan keluarga
dibanding dengan kecantikan yang istimewa. Tak ada lagi kesempatan
berbalur wewangian.
Allahu akbar… Allahu akbar…
Azan subuh berkumandang dari ujung mushola kampungku. Aku baru
bangun setelah mama membangunkanku yang entah sudah berapa kali
membangunkan.
“Nada, Kana! Bangunnn!” teriak mamak membangunkanku dari arah
dapur. Mamak sudah berada di dapur jauh sebelum azan berkumandang.
Salat malam tak lepas ia tunaikan sebelum menghidupkan tungku di
dapur. Meski sudah ada kompor, mamak enggan meninggalkan warisan
leluhur, yang konon berakibat tidak baik. Mamak selalu bilang masakan
dari atas tungku lebih enak dibanding dengan masakan di atas kompor
maupun alat penanak nasi

Tags
Share:
Table of contents

Other Stories
Jaki & Centong Nasi Mamak

Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...

Melupakan

Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...

Rembulan Di Mata Syua

Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek s ...

Mozarella (bukan Cinderella)

Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseora ...

Aruna Yang Terus Bertanya

Cuplikan perjalanan waktu hidup Aruna yang selalu mempertanyakan semua hal dalam hidupnya, ...

Kelabu

Kulihat Annisa tengah duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai bersama seorang anak ...

Download Titik & Koma