Sinopsis
Arunika pernah percaya bahwa hidup berjalan lurus, sepanjang rencana yang ia susun dengan hati-hati. Namun, satu kegagalan membuat semua runtuh: namanya tak tercatat dalam daftar kelulusan universitas.
Kini, ia berdiri di tengah persimpangan—ia hidup berdasarkan arus laut, kakaknya telah lebih dulu menjejak bahagia, dan ia, anak bungsu, terjebak dalam bayang-bayang ketidakpastian.
Tapi waktu tak sudi menunggu. Ia mengalir seperti ombak yang mengikis tebing, memaksa Arunika untuk terus mengarunginya. Dalam getir dan luka, ia belajar bahwa perjalanan bukan soal siapa cepat sampai, melainkan siapa yang mampu bertahan, meski arus berkali-kali menghantam.
| Cerita ini ditujukan kepada para penjelajah yang mengarungi waktu- mencari jati diri, dan kerap kali terhantam ombak yang begitu besar.
Disini, mari bertemu dengan lautan diri kita masing-masing.
Seperti Arunika yang berhasil mengarungi lautan luasnya.
Other Stories
Susan Ngesot
Reni yang akrab dipanggil Susan oleh teman-teman onlinenya tewas akibat sumpah serapah Nat ...
Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )
pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...
Mozarela Bukan Cinderella
Moza, sejak bayi dirawat di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu oleh Bu Kezia, baru boleh diadops ...
Yume Tourou (lentera Mimpi)
Kanzaki Suraha, seorang Shinigami, bertugas menjemput arwah yang terjerumus iblis. Namun i ...
Hati Yang Terbatas
Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...
Perahu Kertas
Satu tahun lalu, Rehan terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya. Sekarang ...