Sinopsis
Tersesat dari Bali ke Bekasi, seorang chef-vlogger berdarah campuran mengubah aturan no-camera menjadi gerakan Friday Table—makanan hangat dengan antrian terverifikasi, tanpa wajah di layar. Ia melewati alergi VVIP, pungutan liar yang ditangani prosedur, sampai blogger drop-in—semua dengan humor dan disiplin dapur.
Donasi senyap membuat “meja yang ingat nama” tumbuh tanpa menjadi sirkus. Dua anak, Rangga & Nisa, ikut naik kelas—satu menggambar, satu jadi vlogger kecil.
Ratatouille ketemu Bekasi—bukan soal bumbu rahasia, tetapi bagaimana cahaya dibagi, semangkuk demi semangkuk.
Other Stories
Susur
Kepergian Mamat mencari ayahnya, tanpa sengaja melibatkan dua berandal kampung. Petualanga ...
Mozarela Bukan Cinderella
Moza, sejak bayi dirawat di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu oleh Bu Kezia, baru boleh diadops ...
Mobil Kodok, Mobil Monyet
Seorang kakek yang ingin memperbaiki hubungan dengan anaknya yang telah lama memusuhinya. ...
Cinta Harus Bahagia
Seorang kakak yang harus membesarkan adiknya karena kematian mendadak kedua orangtuanya, b ...
Institut Tambal Sains
Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...
Warung Kopi Reformasi
Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...