Kita Pantas Kan?

Reads
300
Votes
0
Parts
12
Vote
Report
Penulis Diahputri

07. Ternyata Kamu Lebih Sakit?

"mama Lo baik banget ya,gue jadi terharu." Desis ita, mereka rebahan bertiga di kasur empuk shreya itu.

keluarga shreya termasuk kaya disekitar daerahnya,apalagi orangtua shreya yang terkenal baik dan ramah, "iya makasih, mereka baik banget,gue sebagai anak mereka tidak hentinya selalu berterima kasih karena mereka selalu ada disamping gue,disaat orang orang ngatain gue ini itu, mereka dengan bangga memuji diri gue." Ucapnya meneteskan air mata kecil,Diah dan Ita yang mendengar itu ikut terharu.

"Lo beruntung shreya,masih ada orangtua yang selalu ada ngedukung Lo." Ujar Diah tersenyum.

"Btw Lo udah baikan ta?"
"Yaa... lumayan lah."

"Sebenarnya Lo kenapa sih?" Titah shreya,Ita berdiri dan mendekati jendela,ia mulai berpikir bertanya kepada dirinya, apakah ia harus mengatakan semuanya? Setelah ia menyimpan rapat rapat hal itu. Setelah beberapa menit ia bernegosiasi dengan dirinya akhirnya ia berani mengatakan kepada Diah dan shreya, ia mendekat ke Diah dan shreya, perlahan ia membuka jaketnya dan menunjukkan kedua tangannya yang terlihat beberapa luka lebam dan goresan ada yang kering dan juga masih memerah segar.diah dan shreya yang melihat itu merasa ngeri karena melihat luka yang cukup banyak itu.

"Apa in?" Ucap Diah memegang tangan Ita.

"Apa yang terjadi sama Lo ta? Apakah Lo abis jatoh apa gimana sih?" Sahut shreya khawatir.

"Ini murni gue sendiri yang melakukannya tanpa sadar." Setelah mendengar itu,Diah dan shreya hanya bisa melongo.

" Gue nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi saat gue melakukan aksi ini, yang gue rasain hanya kosong dan rasa tidak berguna, mungkin ini efek yang dari papa dan mama gue lakuin ke gue."

"Apa yang gue lakuin itu selalu terlihat salah Dimata mereka, mereka selalu memakai mencaci bahkan kekerasan fisik pun gue udah kenyang, apalagi setelah adik gue lahir,gue udah kek anak yang terbuang, tidak ada harganya itu yang selalu gue rasain,dan yang bikin gue lebih syok lagi, ternyata gue ini bukan anak kandung mereka, mereka lakukan itu tidak terlalu sering sih tapi setelah mama gue meninggal,papa lebih sering dan hampir setiap hari memperlakukan gue lebih buruk,dan yang nggak akan kalian sangka sangka gue hampir dilecehkan papa gue." Tangisan Ita langsung pecah,ia terduduk lemas dan tidak berdaya setelah bercerita kepada Diah dan shreya,

mereka pun ikut menangis turut merasakan apa yang sudah terjadi dengan Parinita, mereka kira hal buruk yang mereka alami sudah parah tapi ternyata ada yang lebih parah lagi yaitu sahabat nya sendiri yang alamin,pantas saja Ita selalu menunjukkan ketawanya yang keras,ia selalu mengedepankan kepentingan sahabat sahabatnya sampai mereka kira Ita yang ceria itu memang beneran baik baik saja tapi ternyata Ita merupakan pembohong yang sangat mahir dalam kisah mereka.

"Gue nggak tahu harus bilang apa lagi ta." Ucap shreya memeluk Ita yang terduduk tak berdaya yang menatap Diah dan shreya.

"Kita ada disini ta,kita adalah rumah untuk Lo,jadi Lo nggak perlu sungkan, kenapa hal sebesar ini nggak pernah Lo ceritain ke kita sedangkan kita sudah berjanji bahwa tidak boleh ada rahasia di antara kita ber empat." Sambung Diah seraya mengelap air mata Ita yang terus mengalir hingga matanya yang mulai terlihat membengkak karena terlalu banyak menangis.

"Karena gue nggakmau membebani kalian dengan cerita hidup gue yang konyol ini." Jelas Ita lalu berdiri dan merebahkan kembali badannya di kasur shreya,Diah dan shreya menyusul Ita.

Mereka membiarkan Ita untuk diam dan menenangkan diri sejenak agar bisa melepaskan setidaknya sedikit beban yang menggenggam nya. Ita diam menatap langit langit kamar shreya sesekali memejamkan matanya dan mengatur nafasnya pelan.

Lalu hp Diah berbunyi ada notifikasi masuk,Diah segera membukannya pesan itu, "Selamat malam kak,kami dari pihak Leo pictures ingin memberitahukan bahwa cerita kakak yang judulnya "Starlight" akan kami angkat menjadi series karena kami tertarik." Setelah mendengar itu Diah merasa sangat bahagia dan bangga,ia memalingkan wajahnya dan tersenyum haru akhirnya buah kesabaran nya selama ini ada hasilnya juga,tapi apakah orangtuanya akan bangga padanya atau malah mengabaikannya? Ia sedikit gelisah, lalu ia membalasnya, "baik kak terimakasih banyak atas kerjasamanya."

"Baik kak,kalau kakak menyetujuinya kakak harus menandatangani ini di kantor kami,datang lah dua hari lagi,kami akan share lokasinya " setelah membaca itu Diah kembali menutup hp nya dan tersenyum,ia berniat memberitahu kepada sahabatnya tapi mengingat Ita yang kondisinya sedang kalut, kemudian ia mengurungkan niatnya,ia kembali merangkul Ita.

"Ehh...kita harus melakukan rencana selanjutnya untuk askia." Ujar Ita membuat Diah dan shreya kembali melongo,Alih alih mementingkan kondisinya,ia malah lebih khawatir kepada askia.

" Ta...lo nggapapa kan?"

"Udah nggak usah alay gitu lah,gue aman kok ini udah biasa ntar juga gue balik lagi ke stelan jadi cewek yang absurd." Jelasnya sambil tertawa.

"Udah kek nya lo tuh butuh psikiater ta." Celetuk Diah menghadapkan wajah Ita ke wajahnya.

"Ah nggak nggak,gue tuh nggapapa Diah,gue Udah baikan kok." Kekehnya langsung berdiri.

"Udah lah ta sebaiknya lo jangan maksain diri." Sahut shreya.

"Iya gue tahu tapi,kita harus segera bertindak untuk askia." Definisi yang tertawa paling keras dialah orang yang paling sakit itu nyata setelah melihat Ita.

"Terus apa rencana Lo?"
"Gue punya satu rencana, sebaiknya kita bicarakan besok bersama askia." Lalu shreya iseng membuka hp nya dan kembali membaca hate komen terhadap dirinya, seketika rasa kecil kecilnya kembali tersentil.

"Guys, menurut kalian...gue tuh layak nggak sih bikin karya dan muncul di hadapan semua orang?" Titahnya pelan.

"Lah bukannya Lo emang penyanyi YouTube shreya?"

"Iya gue tahu, belakangan ini hate komen kembali muncul ke permukaan setelah mereka melihat penampilan gue yang berantakan ini,gue yang semakin gendut,gue yang tidak cantik lagi." Ucapnya murung.
"Bahkan aji pun nyuruh gue untuk diet, katanya badan gue jelek dan itu ngaruh ke suara gue." Sambungnya.

"Shreya...itu memang benar tapi...demi kesehatan badan bukan niat gue nge judge lo juga,kalau mau diet lakukan demi kesehatan Lo bukan karena menuruti omongan mereka yang ngatain ngatain Lo,Lo jangan ngerasa sendiri kita selalu ada untuk kita." Jelas Ita seraya merangkul shreya.

"Bener ta,Lo tuh cantik,nggak ada hubungannya antara berat badan dan suara,kalau memang Lo pengen diet pastikan itu untuk kesehatan Lo bukan karena omongan orang orang,jangan dengerin perkataan mereka, lihat saja kedepan lihat yang baik baiknya,kita memang tak sempurna,tapi akan kita rayakan apa adanya." Ujar Diah kemudian mereka bertiga saling merangkul,dan begitulah mereka saling mendukung saling merangkul,jika salah satu ada yang sakit maka lainnya juga akan ikut merasakannya,jika salah satu ada yang bahagia maka lainnya juga akan ikut tertawa.


Other Stories
Kala Kisah Menjadi Cahaya

seorang anak bernama Kala Putri Senja, ia anak yatim piatu sejak bayi dan dibesarkan oleh ...

Deska

Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sek ...

Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster

Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...

Bisikan Lada

Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui ...

Rahasia Ikal

Ikal, bocah yang lahir dari sebuah keluarga nelayan miskin di pesisir Pulau Bangka. Ia tin ...

Harapan Dalam Sisa Senja

Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...

Download Titik & Koma