Kita Pantas Kan?

Reads
299
Votes
0
Parts
12
Vote
Report
Penulis Diahputri

03. Dunia Dan Segala Kesibukannya

Suasana amira's florist pagi ini cukup ramai,Diah terlihat tiba dengan menenteng tasnya, "selamat pagi..." Sapanya kepada karyawan yang lain,ia segera menuju ke tempatnya dibagian administrasi, "mbak Diah, bunga mawar biru nya kosong,mbak bisa laporan ke mami ya." Ucap salah satu temannya yang juga kerja disana, respon Diah hanya mengangguk dan tersenyum.

Ia sibuk memainkan hp nya tapi seorang cowok datang dengan memegang bunga yang menutupi wajahnya,"Good morning aster..." Ucap cowok itu yang merupakan pacar Diah dan juga adik owner dari amira's florist ini namanya zid, mereka sudah backstreet selama dua tahun.

"Bunga apalagi pagi ini?.." tanyanya dengan masih memperhatikan layar hpnya,ia tentu hafal jika setiap pagi pacarnya itu akan selalu menghampirinya dengan segepok bunga yang menutupi wajahnya.

" Mawar biru..." Ujar zid seraya menyingkirkan bunga dari wajahnya, mendengar pernyataan zid,Diah sontak menatap tajam ke arah zid.

"OHH... pantesan mawar birunya kosong ternyata kamu yang ambilin..." Responnya sambil menghela nafasnya.

"Lagian stok bunga nya masih ada kok di lapang amira's." Lalu Diah kembali bekerja sementara zid meletakkan bunganya di meja dan mendekat ke Diah.

Zid terlihat bingung seolah pengen bicara tapi bingung mulainya darimana, raut wajahnya semakin gelisah, tangannya sesaat menggaruk pelan tengkuknya, "mmm...aku mau bicara..." Tanpa banyak basa basi,Diah hanya mengangguk kan kepalanya sambil menulis beberapa list bunga bunga yang harus di stok in lagi.
"Bagaimana dengan...mmm...kita kan udah hampir dua tahun bersama,aku pikir hubungan kita perlu maju selangkah." Desis nya lalu memalingkan wajahnya,Diah yang semula sibuk menulis jadi berhenti ketika mendengar zid bicara,ia berusaha mencerna.

"Aku sudah berkali kali bilang, orangtua ku tidak akan merestui hubungan kita sebelum mereka mendapatkan apa yang mereka mau dari ku, menjadi fashion designer... itulah impian mereka untuk anak perempuan nya ini,jadi bersabarlah butuh waktu yang lebih lama untuk menggapai semua itu, dari dulu aku sudah bilang akan sulit untuk menanjak ke posisi itu,kalau kamu memang ingin mundur silahkan saja,aku hanya bisa menjelaskan sisanya terserah kamu." Diah kembali terbayang i oleh semua itu, keinginan orangtuanya yang malah membuatnya tertekan,tapi lain saat ada notif yang membaca cerita yang ia bikin di aplikasi bertambah, hal itu justru yang membuatnya semangat meskipun banyak tekanan, karena impiannya sejak kecil hanyalah ingin menjadi seorang penulis sejati yang karyanya bisa selalu dinikmati oleh penikmat nya, yang kekal dan membekas.
...
"Kita rekam ulang sekali lagi, oke.." ujar aji masih melihat hasil rekaman shreya yang sedang menyanyikan lagu barunya,ia suka menulis lagu, menyanyikan nya kemudian mengupload di YouTube miliknya.

Shreya mulai menyanyi lagi secara live, setelah selesai mereka kembali melihat nya, "nah bagus nih..." Desis aji, bukannya seneng tapi shreya malah khawatir dengan penampilan badannya yang semakin gemuk,ia sebenarnya ada niat untuk Hiatus sesaat untuk menurunkan berat badan nya tapi aji memaksa nya. Hp nya berdering tertera nama askia di layar hpnya,lalu ia mengangkat nya.

"Iya Ki..."
"Mendadak banget Lo ijin,emang ada apaan?"

"Gue ada rekaman untuk YouTube,gue cuman ijin setengah hari kok,ntar gue balik lagi."

"Ohh oke deh." Lalu shreya menutup telponnya,dan kembali melihat rekaman nya. Setelah merasa cukup puas, shreya pamit untuk masuk kerja lagi.
...
Langkahnya terasa cukup berat berjalan dibawah terik matahari sebelum masuk restaurant,ia dan askia bekerja ditempat yang sama sejak lulus SMA, ia langsung menuju ke tempatnya,
"Sorry Ki,gue ijin bentaran tadi." Ucapnya sambil memakai apron,alih alih mendengarnya bicara,askia malah bengong.

"Lo nggak apa apa Ki?" Sahutnya lagi menyenggol bahu askia, respon askia gelagapan usai sadar.

"Gue cuman...ya...ada sesuatu yang sangat mengganggu sih." Jelasnya.
"Apaan Ki? Lo bisa cerita kok."

"Nggak ah nanti aja bareng Ita,malam ini dia mau ke rumah gue,lo mau join?"
"Oke gas lah,terus si Diah?"

"Biarin aja dulu,dia tuh lagi mumet mumet nya mikirin les ini les onoh,belum lagi ngejar target nulisnya." Jelasnya lalu mereka membawa baki makanan untuk diberikan kepada pelanggan.
...
Pukul delapan lebih lima belas menit, shreya dan Ita bergegas masuk ke dalam rumah askia, mereka berusaha mengetuk pintunya tapi tidak ada yang nongol juga, akhirnya askia sendiri yang keluar,"ayo masuk.." titahnya setelah membuka pintu.
"Lama bener lo..." Sahut Ita langsung masuk.

"Ya maap... orangtua gue gaada dirumah,gue ada di kamar belakang makannya gue nggak denger." Jelas askia kemudian mereka menuju kamar askia dan menutup pintunya.

Huh... mereka bertiga merebahkan tubuh di kasur, sesekali saling melirik,ini merupakan momen paling melegakan setelah seharian ber aktivitas, " rasanya...kek terbang ke planet pluto." Gumam Ita menghela nafasnya panjang dan memejamkan matanya.

"Emang Lo pernah ke pluto?" Tanya askia.
"Wahh...Lo nggak tahu sih,gue tuh punya banyak temen di sono, mereka semua baik baik nggak kek di bumi yang isinya tipu tipu." Jawab ita dengan jawaban absurd nya.

" Ki,Lo mau cerita apaan tadi,gue nungguin nih,udah kepo maksimal." Sahut shreya menarik guling askia untuk didekap nya.
" Gue mau dijodohin."

"Alah...itu mah udah biasa Ki,terus terus... gimana selanjutnya."

"Masalahnya...cowok itu usianya hampir berkepala empat."
Mendengar askia,reflek Ita berteriak tapi tangan shreya sigap membungkam nya.

"Gila...terus Lo gimana? Jangan bilang Lo mau karena dia setuju,nggak nggak...gue nggak bisa terima itu." Ucap shreya,askia kembali memasang wajah sedihnya.

"Gue nggak tahu harus gimana lagi selain menyetujuinya,gue lakuin ini juga demi orangtua gue,selama ini sudah banyak cowok yang nolak gue."

"Well...well..well gue nggak akan biarin lo nikah sama om om itu,Lo nggak takut apa?" Titah Ita membantah.

"Ya mau gimana lagi ta,gue nggak mau ada ocehan lagi tentang gue ke bunda, mereka selalu bergosip tentang anak orang lain tapi anaknya sendiri terkadang tidak begitu sempurna." Jelas askia lalu duduk.

"Iya Lo bener Ki, sejatinya memang semua orang tidak benar benar sempurna, semuanya punya porsinya masing masing,semua punya masalahnya masing masing,kita sebagai orang yang sadar harus tetap waras menghadapi dunia ini yang gue katakan terlalu kotor." Sambung shreya,lalu Ita memetikkan jari nya.



Other Stories
Bekasi Dulu, Bali Nanti

Tersesat dari Bali ke Bekasi, seorang chef-vlogger berdarah campuran mengubah aturan no-ca ...

Rembulan Di Mata Syua

Syua mulai betah di pesantren, tapi kebahagiaannya terusik saat seorang wanita mengungkapk ...

Dante Fairy Tale

“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita gemu ...

Flower From Heaven

Setelah lulus SMA, Sekar Arum tidak melanjutkan kuliah seperti dua saudara kembarnya, Dyah ...

Rembulan Di Mata Syua

Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek s ...

Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster

Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...

Download Titik & Koma