Hantu Kos Receh

Reads
656
Votes
1
Parts
10
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 5 Penghuni Kos Sebenarnya


"HA-HANTU!"

Mahera dan Maizena lari terbirit-birit dari dapur. Mereka masuk ke kamar Mahera dan mengunci pintunya rapat-rapat.

Maizena langsung melompat ke atas tempat tidur, wajahnya pucat pasi, air matanya sudah berlinang, "Kita harus pindah, Mahera! Ini kosan hantu! Bu Haji, dia juga hantu!" Maizena menangis tersedu-sedu.

Mahera mencoba menenangkan diri. Ia berpikir keras. Semua kejadian aneh ini terasa tidak seperti teror hantu pada umumnya. Mereka tidak membuat panik sampai pingsan, namun hanya iseng, "Tunggu, Zen. Rasanya aneh. Kenapa mereka nggak nakut-nakutin kita sampai pingsan, ya? Mereka malah iseng dan kocak. Jangan-jangan mereka cuma kesepian?"

Tiba-tiba, terdengar suara ketukan dari pintu kamar. Maizena melompat dari kasur, ia sudah gemetar hebat, "Ma-Mahera tolong jangan dibuka. Mereka mau makan kita!"

Mahera mendekati pintu, mengintip dari lubang kunci. Ia melihat sesosok hantu anak-anak yang tadi mencuri kutang Maizena. Tapi hantu itu tidak sendirian. Ada beberapa hantu lain: Hantu Jemuran, Hantu Mi, dan hantu yang baru Mahera lihat. Mereka mengelilingi pintu, seolah ingin masuk.

Para hantu berbisik bersamaan, suara mereka serak namun lucu. "Maizena. Maizena, keluar kita mau ajak main."

Maizena menangis lebih kencang. Mahera tersenyum. Ia tahu ini kesempatan untuk mencari tahu yang sebenarnya.

Cklak!

Dengan berani, ia membuka pintu, "Ada apa, teman-teman?" tanyanya.

Para hantu itu terkejut. Mereka tidak menyangka Mahera akan berani membuka pintu. Hantu Jemuran maju, malu-malu. Suara anak kecilnya terdengar polos, "Kami mau ajak Maizena main. Dia asyik kalau teriak-teriak. Rasanya seperti main petak umpet."

Mahera menghela napas, tersenyum, "Dia nggak bisa diajak main. Dia mau ujian. Kalian jangan ganggu dia, ya. Kalian lapar, kan. Mau aku masakin?"

Para hantu berbinar. "Benaran? Apa?" tanya Hantu Mi.

"Mi instan rasa ayam bawang! Kalian suka kan?" Mahera menjawab. Hantu-hantu itu mengangguk dengan semangat.

Tiba-tiba, Bu Haji Romlah muncul lagi. Kali ini ia tidak melayang. Ia berjalan. Di sampingnya, ada hantu wanita yang tadi di dapur. Bu Haji Romlah tersenyum.

"Mereka semua anak saya, Nak. Maaf kalau iseng," ucap Bu Haji.

Maizena yang mendengarnya melompat dari kasur, wajahnya pucat, "Jadi, semua hantu ini, anak-anak Bu Haji?!"

Bu Haji Romlah mengangguk, "Saya dan mereka sudah lama meninggal di sini. Kosan ini sudah lama kosong, jadi mereka kesepian. Mereka hanya ingin bermain. Kamu gadis pertama yang tidak histeris melihat mereka."

Maizena tidak bisa berkata-kata. Ia menatap Mahera, lalu hantu-hantu di depannya. Matanya berkaca-kaca, "Terharu, gue kira mereka jahat."

Mahera tersenyum, lalu menepuk pundak Maizena, "Ternyata kosan ini bukan kosan hantu, Zen. Tapi kosan keluarga hantu."

Para hantu, Bu Haji Romlah, dan hantu wanita di sampingnya tersenyum.

Akhirnya, Mahera dan Maizena sadar, mereka tidak hanya tinggal di kosan, tapi juga menjadi bagian dari keluarga tak kasat mata ini. Dan teror paling seram yang akan mereka hadapi adalah kehabisan mi instan untuk para penghuni kosan yang kelaparan.

Other Stories
Cinta Buta

Marthy jatuh cinta pada Edo yang dikenalnya lewat media sosial dan rela berkorban meski be ...

Mozarella (bukan Cinderella)

Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseora ...

Bisikan Lada

Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui ...

Testing

testing ...

Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

Setinggi Awan

Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...

Download Titik & Koma