Ryan Si Pemulung

Reads
1.3K
Votes
0
Parts
20
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Teman Sejati

Kehadiran Eka dalam hidupku terasa seperti angin segar yang tak terduga. Di tengah cemoohan dan pandangan meremehkan, ada seseorang yang melihatku tanpa prasangka. Eka adalah anak yang cerdas dan pendiam, dan ia selalu menjadi salah satu siswa terbaik di kelas. Aku tidak pernah membayangkan bahwa ia akan menjadi temanku.

Suatu hari saat jam istirahat, ia menghampiriku di perpustakaan. Aku sedang mengerjakan soal matematika yang sulit, dan sudah berjam-jam aku tidak bisa memecahkannya. Ia duduk di sampingku, melihat soal itu, lalu dengan cepat, ia mengambil pensil dan menuntunku. "Ini salah," bisiknya pelan, "Rumus yang kamu gunakan tidak tepat. Coba pakai rumus ini."

Aku mengernyitkan dahi, lalu mencoba menggunakan rumus yang ia berikan. Dan benar saja, soal itu berhasil kupecahkan. Aku menatapnya takjub. "Bagaimana kamu tahu?" tanyaku.
"Saya sudah mempelajarinya," katanya singkat, "Kamu itu pintar, Ryan. Kamu cuma butuh waktu lebih untuk memahami."

Kata-katanya sangat tulus. Ia tidak memandangku rendah karena aku tidak mengerti. Ia justru melihatku dengan penuh empati, seolah-olah ia mengerti perjuanganku.

Sejak saat itu, Eka menjadi teman belajarku. Kami sering menghabiskan waktu di perpustakaan, ia membantuku dengan pelajaran yang sulit, dan aku pun membantunya dengan ide-ide kreatif untuk proyek-proyek sainsnya.

Eka tidak pernah bertanya tentang keluargaku, mengapa seragamku lusuh, atau sepatuku bolong. Ia hanya melihatku sebagai Ryan, seorang yang punya mimpi besar dan semangat yang tak kenal lelah.

Suatu sore, aku mengajak Eka ke rumah. Aku merasa sedikit cemas. Aku takut ia akan terkejut melihat kondisi rumahku yang sederhana. Tapi Eka tidak menunjukkan reaksi apa pun. Ia hanya tersenyum, menyapa Ibu dengan sopan, dan duduk di meja belajar reyotku.

"Wah, kamu punya banyak buku ya," katanya saat melihat tumpukan buku yang kubeli dengan voucher. Aku tersenyum, "Iya, ini dari hadiah lomba." Ia mengangguk, lalu kami kembali ke pelajaran.

Ibu diam-diam membawakan kami teh hangat dan beberapa biskuit. Eka mengucapkan terima kasih dengan tulus. Ia tidak pernah mengeluh, dan menunjukkan rasa jijik. Ia hanya bersikap biasa, seolah-olah ia sering datang ke rumah seperti itu.
Setelah Eka pulang, Ibu datang ke kamarku. "Anak itu baik sekali, Nak," katanya, "Ia tidak memandangmu dari mana asalmu."
Aku mengangguk, "Dia teman sejati, Bu."

Kehadiran Eka memberiku semangat baru. Aku sadar tidak semua orang kaya seperti Riko. Ada juga yang baik, tulus, dan melihat orang lain dari hati. Aku tidak lagi merasa sendirian. Aku memiliki Ayah dan Ibu sebagai pahlawanku, dan kini, aku juga memiliki seorang teman yang akan menemaniku di setiap langkah.

Dukungan dari Eka membuatku semakin percaya diri. Aku tidak lagi takut menghadapi Riko dan gengnya. Ketika mereka melihatku dan Eka belajar bersama, mereka hanya bisa diam. Mereka tidak bisa mencemooh Eka, karena ia adalah salah satu siswa terbaik di sekolah. Dan mereka tidak bisa mencemoohku, karena kini, aku memiliki teman yang setara dengan mereka.

Aku tahu, perjalanan ini masih sangat panjang. Tapi aku tidak lagi merasa lelah. Aku tidak lagi merasa sendirian. Aku memiliki Ayah, Ibu, dan Eka. Mereka adalah sumber kekuatanku. Mereka adalah bukti bahwa kebaikan dan ketulusan, selalu akan menemukan jalannya.

Dan malam itu, saat aku menatap jendela usang di kamarku, aku tidak lagi melihat dunia yang tidak bisa kuraih. Aku melihat dunia yang kini terasa lebih dekat, karena aku tidak lagi melangkah sendirian. Aku punya tim, dan kami akan membangun masa depan yang lebih baik.

Other Stories
Namaku Amelia

Amelia, seorang anak kecil yang penuh rasa ingin tahu, harus menghadapi hari-hari sulit di ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Cinta Di Ujung Asa

Alya mendapat beasiswa ke Leiden, namun dilema karena harus merawat bayi kembar peninggala ...

Melepasmu Dalam Senja

Cinta pertama yang melukis warna Namun, mengapa ada warna-warna kelabu yang mengikuti? M ...

Cahaya Menembus Semesta

Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...

Pra Wedding Escape

Nastiti yakin menikah dengan Bram karena pekerjaan, finansial, dan restu keluarga sudah me ...

Download Titik & Koma