Sinopsis
Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia merasakan kebuntuan dalam mengerjakan skripsi sebagai syarat wajib kelulusan, semester ini Faris harus lulus karena kalau tidak, terancam dropout tanpa ijazah sarjana. Dalam perjalanannya pulang setelah bimbingan dengan dosen, ban belakangnya bocor. Merasa sial di hari itu karena sebelumnya dosen pembimbingnya hanya menemui Faris 10 menit, sang dosen punya deadline administrasi dan menulis jurnal yang harus segera terbit. Selesai ban motornya ditambal, jarak 5 kilometer dari tambal ban itu ban belakang motor Faris bocor lagi. Ia harus mendorong motornya ke tempat tambal ban terdekat yang jaraknya 2 kilometer lagi. Baju Faris basah kuyup, kepalanya banjir keringat, bau badannya menyengat setelah mendorong motornya 1 kilometer. Hari itu tak sial-sial amat, sebab ada 1 bapak-bapak yang peduli dengan Faris membantu mendorong motornya dengan kaki yang dijejakkan di knalpot motornya. Sesampainya di tempat tambal ban, Faris kaget dengan nama tempatnya. Institut Teknologi Sains. Di sanalah keberuntungan Faris di hari itu terjadi lagi. Tak disangka karena tukang tambal ban sanggup menjelaskan cara membuat skripsi dengan analogi proses menambal ban. Faris jadi sadar bahwa proses memperoleh ilmu pengetahuan dalam meneliti skripsi bisa dilakukan pula oleh seorang tukang tambal ban.
Other Stories
Jodoh Nyasar Alina
Alina, si sarjana dari Eropa, pulang kampung cuma gara-gara restu Nyak-nya. Nggak bisa ker ...
Egler
Anton, anak tunggal yang kesepian karena orang tuanya sibuk, melarikan diri ke dunia game ...
Just Open Your Heart
Terkutuk cinta itu! Rasanya menyakitkan bukan karena ditolak, tapi mencintai sepihak dan d ...
Bisikan Lada
Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui ...
Kenangan Indah Bersama
tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...
Hellend ( Noni Belanda )
Sudah sering Pak Kasman bermimpi tentang hantu perempuan bergaun zaman kolonial yang terus ...