Keikhlasan Cinta

Reads
13
Votes
0
Parts
1
Vote
Report
Keikhlasan cinta
Keikhlasan Cinta
Penulis Ekasari

Bab 1 Pulang

"Aku pulang pa, ma."

Melangkahkan kaki untuk pertama kalinya kerumah masa kecilku setelah 6 tahun kepergian aku.

"Assalamualaikum Pak Tono," sapa aku dengan pria yang sudah bekerja di keluarga aku 40 tahun.

"Waalaikumsalam," jawabnya kaget. "Ya Tuhan, Den Hasrul. Apa kabar Den?" Mata pak Tono memerah.

"Alhamdulillah baik, pak." Aku memeluk pak Tono erat hal yang jarang aku lakukan semenjak aku masuk dunia model.

"Semua orang pasti senang melihat Den pulang," ucapnya sambil menghapus air matanya.

Aku hanya menganggukkan kepala "Pak, ada acara apa?" tanyaku karena suaranya sampai terdengar keluar.

"Hari ini acara lamaran Nona Bintang."

Bintang, adikku yang bungsu. Adik yang mengejar aku pas aku pergi dari rumah, menangis tanpa henti dan sekarang mau menikah.

"Pak, aku masuk kedalam dulu." Pak Tono menganggukkan kepalanya.

Dengan langkah pelan-pelan, aku berjalan ke pintu utama. Disana aku mendengar suara orang-orang pada cerita, dan suara anak-anak kecil. Aku membuka pintu dengan hati-hati.

"Assalamualaikum," ucapku.

Semua yang mendengar suara aku, menghentikan kegiatan mereka. Mereka menatap aku, ada yang terkejut, ada juga yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"Waalaikumsalam, Hasrul Muhammad." Suara mama terdengar lebih dulu. Dengan mata berkaca-kaca, mama mendekati aku dan memeluk aku dengan sangat erat. "Kamu sehat Nak? 6 tahun jarang beri kabar. Mama khawatir, takut," ucap mama masih memeluk aku.

"Maaf mama." Hanya kata itu yang bisa aku ucapkan.

Tiba-tiba, ada yang menarik aku dari pelukan mama.

"Kenapa kamu pulang? Ini bukan rumah kamu, kami juga bukan keluarga kamu." teriaknya sambil menarik kerak kemejaku.

"Papa, maafkan aku." Aku memeluk papa, aku tidak peduli papa menolak, atau memukul aku.Yang pasti aku sangat merindukan sosok ini. Papa hanya diam dan melepaskan tangannya.

"Dasar anak bodoh." Papa melepaskan pelukan aku. Ditelitinya aku dari atas kebawah. "Kenapa kurusan? Tidak Makan apa?"

Aku ketawa mendengar ucapan papa, aku tahu senakalnya aku, papa masih menyayangiku.

"Alhamdulillah papa, aku masih bisa makan," ucapku tersenyum.

Bugh...Bugh..."Putra, hentikan!" teriak mama.

"Untuk apa dia pulang? Dia bukan keluarga kita. Dia bukan anak mama, bukan adikku." tunjuk putra.

"Abang, maaf. Aku salah tapi itu ada alasannya Bang." Hasrul mendekati abangnya. "Aku ingin memperbaiki diriku, dari semua kesalahan yang aku perbuat. Aku juga salah selama 6 tahun ini jarang beri kabar dengan papa, mama, dan keluarga ini." Hasrul memeluk Putra.

"Aku senang kamu kembali, adik kesayangan mas," kata seorang di belakang papa.

"Rinto!" Sahut Putra.

"Mas, juga mau di peluk." Rinto melepaskan pelukan Hasrul dari Putra."Mas, merindukan kamu. Jangan pergi lagi." Peluk Rinto dengan Hasrul.

"Kakak!" teriak seorang dari arah atas." Kakak jahat, kakak lupa dengan aku." tiba-tiba ada yang memeluk Hasrul dari belakangnya.

"Aku tidak akan pernah melupakan adik kecilku, yang sebentar lagi mau menikah." Aku mendengar tangisan Bintang.

"Kakak tahu, aku selalu kalah dengan mereka berdua. Tidak ada yang membela aku," ucapnya lirik.

"Sekarang kakak pulang. Ada kakak bersama kamu." Jawab aku.

"Dasar cengeng. Hasrul sebentar lagi kita tidak bisa menganggu dia. Karena sudah ada pawangnya." Ejek Rinto.

"Kak, lihat mas Rinto." Tunjuk Bintang.

Hasrul memeluknya dari depan, dan mengelus rambutnya " Diamkan. Nanti mas Rinto berhenti sendiri." Hibur Hasrul.

"Mam, suruh Hasrul bersih-bersih. Sebentar lagi keluarga calon Bintang datang." Suara tegas Papa mengejutkan Hasrul.

"Ayo kak, hari ini kakak harus tampan." Bintang menarik tangan kakaknya.

Setelah kepergian Hasrul, dan Bintang. Mama berjalan mendekati Papa "Anak kita sudah pulang. Papa mau dia pergi lagi?" Tanya Mama.

"Papa harus tegas mam, Papa ingin lihat apa yang dia dapatkan selama 6 tahun ini. Apakah masih seperti Hasrul aktris atau Hasrul putra kita."

"Papa benar mam. Mama tahu aku sangat merindukan dia, tapi aku harus tegas di depan dia, mam. Aku ingin Hasrul, adik kecil aku kembali lagi," ucap Putra.

"Insyaallah dia akan kembali menjadi adik kecil kita berdua." Sahut Rinto.

"Kakak pasti kaget waktu tahu siapa calon suami aku."

Hasrul yang lagi siap-siap tersenyum dan mencubit pipi Bintang. "Kakak percaya apapun pilihan Papa pasti terbaik untuk kamu."

"Isshh Kakak. Tapi nanti Kakak harus kaget. Walaupun tidak kaget tapi setidaknya pura-pura juga tidak apa-apa."

"Iya Adikku cerewet."

"Mbak boleh masuk?" Tanya seseorang diluar kamar.

"Masuk mbak Tiwi." Sahut Hasrul.

"Apa kabar Hasrul?" Tanya Tiwi.

"Alhamdulillah baik. Mbak apa kabar? Mana si kembar?"

"Alhamdulillah baik juga. Si kembar lagi sibuk di depan menunggu calon Omnya."

"Kakak penasaran dengan calon suami kamu, Bintang."

"Bukan hanya penasaran tapi nanti kakak kaget lihat siapa calon suami aku." Bintang menarik tangan Tiwi keluar dari kamar Hasrul. Dengan tersenyum Hasrul melanjutkan kegiatannya.

"Assalamualaikum ustad Anwar."

"Wallaikumsalam, Kyai Abdul, Umi Nisa. Maaf aku sudah merepotkan kalian." Ustad Anwar menyalami tangan keduanya.

"Ustad sudah aku anggap anak aku sendiri," ucap Umi Nisa.

"Terimakasih Kyai, Umi." Balasnya tersenyum.

"Papa, Mama!" Teriak Rinto. " Mereka datang." Lanjut Rinto.

Hasrul berjalan ke arah depan, dia penasaran dengan cowok yang melamar Bintang.

"Hasrul, calon suami Bintang." Tunjuk Rinto.

Hasrul melihat cowok yang di tunjuk oleh Rinto. " Ustad Anwar," ucapnya lirik.





Bersambung
.















Other Stories
Don't Touch Me

Dara kehilangan kabar dari Erik yang lama di Spanyol, hingga ia ragu untuk terus menunggu. ...

Keluarga Baru

Surya masih belum bisa memaafkan ayahnya karena telah meninggalkannya sejak kecil, disaat ...

Menantimu

“Belum tidur Zani?” “Belum. Ngak bisa tidur.” “Hehe. Pasti ada yang dipikirin ...

After Honeymoon

Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...

Bisikan Lada

Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketah ...

Kucing Emas

Suasana kelas 11 IPA SMA Kartini, Jakarta senin pagi cukup kondusif. Berhubung ada rapat ...

Download Titik & Koma