Sinopsis
Bintang memang selalu setia. Namun, hujan yang selalu turun membuatku
tak menyadari kehadirannya. Dan saat kuarahkan pandanganku, dia telah
dijulurkan tangan lain.
Hujan bernyanyi mengisi malam yang sepi. Tirainya yang bening menari
membasahi semua yang disentuhnya. Langit berwarna hitam pekat, tak
bisa terlihat satu titik cahaya bintang pun di sana. Awalnya aku tak pernah
menyukai bintang. Mereka yang berkata bahwa bintang itu lambang setia,
aku tidak percaya. Bagaimana bisa dia tidak hadir saat hujan turun? Apa
karena tirainya menghalangi kehadirannya? Ya, bintang hanya memiliki
cahaya kecil yang dengan mendung saja pun dia akan pergi.
Namun, ternyata aku salah. Bintang-bintang itu selalu tetap ada mengisi
cakrawala yang sama, meski dia tidak terlihat. Dia selalu ada meski semua
kelopak mata manusia tak melihat sosoknya. Di saat aku benar-benar
menyadari cahayanya di musim hujan, ternyata sudah ada yang menatap
ke arahnya. Menjulurkan tangannya untuk meraih setitik cahaya yang
selalu tidak aku percaya.
Bintang itu semakin jauh dari pandanganku. Tatapan sinar hangatnya
bukan lagi untukku, tapi untuk hati yang lembut yang tidak pernah
menyiakan tempatnya. Sesal. Tak ada lagi gunanya itu. Karena cahaya itu
tidak akan kembali.
Memang benar, terjerat masa lalu hanya akan membunuhku. Membunuh
masa depanku, membunuh rasa dan mimpiku. Apa yang harus aku
lakukan sekarang? Tak bisa kukalahkan masa lalu yang selalu kubertahan
di dalamnya. Semua salahku. Salahku yang telah dibutakan memori masa
lalu.
Andai aku bisa mengembalikan atau sedikit mengulur waktu, aku ingin dia
tahu bahwa sekarang aku merindukan sinarnya.
Other Stories
Always In My Mind
Sempat kepikiran saya ingin rehat setelah setahun berpengalaman menjadi guru pendamping, t ...
Yume Tourou (lentera Mimpi)
Kanzaki Suraha, seorang Shinigami, bertugas menjemput arwah yang terjerumus iblis. Namun i ...
Curahan Hati Seorang Kacung
Setelah lulus sekolah, harapan mendapat pekerjaan bagus muncul, tapi bekerja dengan orang ...
Kala Kisah Tentang Cahaya
Kala, seorang gadis desa yang dibesarkan oleh neneknya, MbahRum. tumbuh dalam keterbatasan ...
Kita Pantas Kan?
Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...
Ablasa
Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...