Sinopsis
Akhirnya, Henri tiba juga di lantai sepuluh Apartemen Thamrin. Seluruh
badannya terasa pegal. Belum lagi tadi kakinya sempat terkilir gara-gara
membalas smash tajam dari Arbi. Ya, dua jam penuh ia menghabiskan
waktu bermain squash bersama Arbi di fitnes center, berharap bisa
mengurangi timbunan lemak yang merajarela beberapa minggu ini. Lelaki
itu sempat terkejut saat memeriksa timbangan badan kemarin lusa.
Astaga, beratnya 80 kilogram! Pantas orang-orang di penerbit mengatainya
si chubby. Memangnya tubuhku sebulat itu? gumamnya dalam hati.
Other Stories
Kala Menjadi Cahaya Menjemput Harapan Di Tengah Gelap
Hidup Arka runtuh dalam sekejap. Pekerjaan yang ia banggakan hilang, ayahnya jatuh sakit p ...
Romance Reloaded
Luna, gadis miskin jenius di dunia FPS, mendadak viral setelah aksi no-scope gila di turna ...
Percobaan
percobaan ...
Akibat Salah Gaul
Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...
Hold Me Closer
Pertanyaan yang paling kuhindari di dunia ini bukanlah pertanyaan polos dari anak-anak y ...
Institut Tambal Sains
Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...