Sinopsis
Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai
terdengar suara mirip orang jualan ikan asin di pasar singkut, pasar
terbesar dan teramai di Kabupaten Sarolangun. Meski dengan lantangya
sang imam salat memimpin wiridan, tak mampu memusnahkan suara
suara saling berbisik dari para bibir santri putri.
Ada juga yang memilih menidurkan mulutnya meski matanya tak tertidur.
Diam bagai patung bernapas, sedang di sisi lain tepat di depang tiang
musala santri putri terhuyung-huyung karena didera kantuk hebat.
Padahal sebelumnya ia tidak merasakan kantuk yang berarti. Ia merasa
diguna-guna saat wiridan mulai dibaca dan merasuk dalam telinganya.
Other Stories
Kala Cinta Di Dermaga
Saat hatimu patah, di mana kamu akan berlabuh? Bagi Gisel, jawabannya adalah dermaga tua y ...
Impianku
ini adalah sebuah cerita tentang impianku yang tertunda selama 10 tahun ...
Cicak Di Dinding ( Halusinada )
Sang Ayah mencium kening putri semata wayangnya seraya mengusap rambut dan berlinang air m ...
Balada Cinta Kamaliah
Badannya jungkir balik di udara dan akhirnya menyentuh tanah. Sebuah bambu ukuran satu m ...
Hanya Ibu
Perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantung sej ...
Aruna Yang Terus Bertanya
Cuplikan perjalanan waktu hidup Aruna yang selalu mempertanyakan semua hal dalam hidupnya, ...