2: Kau, Jaga Selalu Hapemu
[Selasa, 11 Februari 2025 / 08.03 WIB]
Satu jam yang direncanakan Dona berhasil dimanfaatkan dengan efektif. Donat-donatnya selesai dibuat tepat waktu. Dia pun sudah selesai siap-siap untuk berangkat kerja. Seperti biasa, ia memakai setelan kemeja polos dengan celana jeans, baju yang baginya tidak mencolok dan nyaman dipakai untuk orang yang harus sering jongkok mengotak-atik mesin.
Jam buka bengkel adalah setengah sembilan, dari hari Senin sampai Sabtu. Lokasinya sangat dekat dari rumah Dona, kurang lebih hanya perlu waktu sepuluh menit kalau dia jalan kaki. Karena itu, ia selalu berangkat jam delapan. Terkesan agak terlalu awal memang, tapi ini karena sebelum Dona masuk kerja, ia harus mengantar donat jualannya dulu.
Donat buatan Dona bisa dibilang cukup unik. Ia paham kalau bersaing dengan penjual kue lain tanpa pembeda, pasti bakal sulit laku. Selain ahli perkara motor, Dona juga punya ketertarikan akan dunia wirausaha. Dia sendiri sempat mengikuti beberapa seminar entrepreneurship sewaktu masih sekolah dulu. Karena itulah, dia paham kalau produknya harus punya USP, alias unique selling proposition. Apakah itu gerangan? Simpelnya, aspek yang beda dan unik dari kompetitor.
Donat itu kue yang sangat standar dan menjamur sekali. Mau di pasar atau di mall, pasti selalu ketemu orang jualan donat. Dalam istilah pemasaran, ini berarti donat tergolong produk ‘blue ocean’. Artinya, kompetitor yang menjual produk serupa sudah ada sangat banyak. Alhasil, Dona menyiasati tantangan ini dengan fokus membuat donat mini, di mana ukurannya jauh lebih kecil dari donat pada umumnya dan tidak ada lubang tengahnya. Agar menarik dilirik dan dibeli, dia tidak menjual donat mininya per pcs, melainkan per bungkus. Satu bungkus sendiri berisi empat pcs dengan topping bervariasi. Dengan begitu, pembeli tidak akan bosan dan bisa merasakan beragam rasa sekaligus dengan satu kali beli.
Selain menyiapkan produknya dengan matang, Dona pun cukup lihai menentukan cara jualannya. Dia jelas tidak punya modal untuk buka toko donat sendiri, meskipun itu jadi impiannya sejak lama. Dia juga mengerti bahwa kapasitasnya terbatas, sehingga produksinya tiap hari harus tepat hitungan agar tidak mubazir. Dari keterbatasan ini, Dona paham bahwa cara paling efektif memasarkan produknya adalah dengan menititpkan mereka di penjual yang sudah ramai pembeli.
Karena itulah, Dona menitipkan dagangannya ke warung Bang Jajang. Sedari Dona masih SMP, dia kenal dekat dengan penjual jajanan pinggir jalan satu ini. Bang Jajang membuka usaha konsinyasi, alias menerima produk makanan atau jajanan dari berbagai orang untuk kemudian diual kembali. Mulai dari nasi bungkus, susu kedelai, dan ragam jajan pasar tersedia di sana. Stan, atau lebih tepatnya meja jualannya tepat berada di depan sebuah minimarket di ujung gang kampung rumah Dona. Karena sudah kenal dekat, Bang Jajang langsung mau menerima donat mini Dona dari awal dia berjualan dulu. Bahkan, donat-donat Dona selalu dipajang paling depan di antara yang lain agar mudah dilihat pembeli. Terbukti, metode jualan ini sangat efektif, karena hampir setiap hari, 20 bungkus donat mininya selalu ludes terjual.
Dengan kresek besar, tiap pagi Dona selalu mengantar jualannya ke warung Bang Jajang, sekaligus membeli sarapan di sana sebelum menuju bengkel. Lalu siangnya jam istirahat, Dona akan sempatkan untuk kembali lagi untuk mengambil uang jualannya. Pagi ini, rutinitas itu kembali dia jalani. Tapi bedanya, hari ini ada hal di luar kebiasaan yang dia lakukan.
“Halo guys, David di sini. Kali ini kita akan bahas rekomendasi 5 smartphone terbaik di range dua jutaan.” Ya, pagi ini Dona berangkat kerja sambil nonton YouTube. Dia sudah berjanji dari lama mau membelikan hp baru untuk Rona. Tapi selama enam bulan terakhir, dia baru menabung uangnya saja dan belum pernah fokus menentukan apa hp yang paling pas dibeli, secara performa dan tentunya budget.
Sebenarnya, Dona paham betul konsekuensi dari mainan hp di pinggir jalan. Dari pertama punya hp, orang tuanya selalu mewanti-wanti untuk jangan pernah mengeluarkan hp di pinggir jalan. Tiap bulan pun, ada saja memang kasus orang dijambret atau dibegal karena keasyikan menatap layar dan tidak awas dengan sekitar.
Tapi, karena saking penasarannya, Dona pun memutuskan untuk mengisi jalan paginya kali ini sambil riset. “Nggak mungkin juga lah pagi-pagi begini ada jambret,” gumamnya dalam hati. Sekali lagi, bukan berarti Dona tidak paham dan sembrono soal risiko. Dia memang sudah yakin kalau tidak mungkin ada masalah yang menimpanya hanya karena sesekali membuka hp di pinggir jalan. Eh... tapi namanya hidup. Namanya hari sial, tidak ada di kalender.
NGUUUENGGG! Mesin motor super kencang tiba-tiba meraung di sebelahnya, dan dalam seketika, hp yang padahal Dona genggam kuat-kuat di tangan kanannya lenyap begitu saja. Begitu mengangkat mukanya yang dari tadi tertunduk menatap layar, Dona baru sadar kalau hp-nya dijambret pria dengan motor bebek berwarna merah. Dalam hatinya, Dona sempat tidak percaya kalau alam semesta bermain-main di satu-satunya hari dia bermain hp sambil jalan. Dona refleks berteriak, “JAMBREETT!”
Tapi meski begitu, dia sadar bahwa teriakannya tidak akan bisa menghentikan jambret yang melenggang santai dengan hp miliknya di genggaman tangan. Di kanan dan kirinya, sedang tidak banyak orang lain melintas di gang sempit kampungnya itu. Dalam benaknya, Dona langsung sadar kalau dia harus segera mengambil tindakan sendiri sebelum si pelaku sepenuhnya menjauh dan menghilang.
Dia menoleh ke sekitar, mencari barang yang sekiranya bisa dipakai untuk menghentikan laju motor si penjambret. Namun sayang, sejauh mata Dona memandang, tidak ada batako, batu besar, atau apapun yang bisa dia lempar. Tidak cukup melihat yang ada di depan, Dona membalik badannya untuk mencari alternatif. Begitu melihat belakang, Dona baru sadar kalau di belakangnya ada anak SD membawa tongkat pramuka. Entah kenapa juga bocah ini membawa tongkat di hari Selasa di jam delapan pagi, seragam yang dikenakan pun bukan seragam pramuka. Tapi Dona tidak memusingkan itu.
Di kepalanya, ia hanya mau hp-nya kembali. Karena meskipun sudah lemot dan retak layarnya, kalau hp ini hilang, dari mana dia punya duit untuk beli baru? Alih-alih membelikan hp untuk Rona, nanti malah jadi buat dia sendiri yang ada. Akhirnya tanpa pikir panjang, Dona merebut tongkat panjang itu dari tangan bocah di belakangnya.
Kresek donatnya dia lepaskan ke tanah, lalu dengan segenap tenaga dan muscle memory dari pelajaran penjas beberapa tahun lalu, dia lemparkan tongkat itu bak lembing di perlombaan olimpiade. Entah karena motornya yang sudah jadul, atau saking atletisnya lemparan Dona, atau mungkin kombinasi keduanya, tongkat pramuka itu berhasil mengenai ban belakang motor itu.
Awalnya sempat sumringah karena berhasil melancarkan aksi jahatnya, kini si penjambret oleng dan akhirnya terjerembab ke tanah. Begitu sang target berhasil tumbang, Dona langsung lari sekencang mungkin ke arahnya, sambil berteriak-teriak, “TOLONG! ADA JAMBRET!” untuk memanggil tetangga-tetangganya ke luar rumah dan membantu menahan sang pelaku agar tidak kabur.
Pada akhirnya, pagi yang sempat apes dan menegangkan berhasil reda berkat inisiatif Dona. Hp miliknya bisa kembali dengan selamat tanpa tambahan baret dan retak, si jambret pun juga ditangkap warga dan akan dibawa ke kantor polisi terdekat. Mungkin satu-satunya pihak yang masih rugi di sini ya si bocah SD yang tongkatnya dijadikan senjata perang oleh Dona. Niatnya mau ambil tongkat ketinggalan, malah jadi saksi aksi laga di pagi hari. Untungnya tongkat pramuka itu tidak rusak, dan sebagai tanda maaf sekaligus imbalan, Dona memberikan satu bungkus donatnya kepada anak tersebut.
Other Stories
Susur
Kepergian Mamat mencari ayahnya, tanpa sengaja melibatkan dua berandal kampung. Petualanga ...
Cinta Di Balik Rasa
memendam rasa bukanlah suatu hal yang baik, apalagi cinta!tapi itulah yang kurasakan saat ...
Impianku
ini adalah sebuah cerita tentang impianku yang tertunda selama 10 tahun ...
Suara Dari Langit
Apei tulus mencintai Nola meski ditentang keluarganya. Tragedi demi tragedi menimpa, terma ...
Diary Anak Pertama
Sejak ibunya meninggal saat usianya baru menginjak delapan tahun, Alira harus mengurus adi ...
Seribu Wajah Venus
Kisah-kisah kehidupan manusia yang kuat, mandiri, dan tegar dalam menghadapi persoalan hid ...