Viral

Reads
226
Votes
0
Parts
12
Vote
Report
Penulis Fira Meutia

Terus Bermimpi, Meski Jalannya Berputar

Setelah melewati masa-masa menyedihkan, perlahan senyum Nayla lebih sering mengembang. Ia mulai bereksperimen dengan resep-resep lain: bomboloni, lalu donat kentang, kemudian donat labu. Setiap kali mencicipi hasilnya, ia menulis catatan di buku resep, wajahnya tampak bersemangat. Ia juga suka memberi sample gratis ke pelanggan, mengumpulkan saran sebelum ia mengeluarkan menu baru.

Lapaknya semakin menarik perhatian, sejak Nayla memajang donatnya di etalase kayu bertingkat tiga. Ia hanya butuh 2 jam untuk menghabiskan jualannya, karena banyak pelanggan yang memesan dari malam hari, memintanya mengemas lebih dulu. Sesekali Alya datang, membantunya mengambil stok video konten untuk beberapa hari. Ia tidak malu lagi mempromosikan usahanya di akun pribadi. Pelan-pelan, teman-teman sekolahnya bahkan ikut memesan.

Siang harinya, ia menata berkotak-kotak donat untuk diambil kurir. Di bagian atas, tertempel stiker logo baru: sebentuk garis tebal setengah lingkaran warna coklat, dengan titik-titik merah muda di atasnya. dari jauh terlihat seperti emoticon tersenyum. Di bawahnya, tulisan Aroma Bahagia tertulis dalam font rounded.

Di rumah, setiap kali Bapak butuh sesuatu, ia sigap menghampiri, membantu Ibu mengangkat tubuh Bapak, atau sekadar menyuapkan makanan. Kadang-kadang, ia juga yang memasak lauk, atau merapikan rumah, memberi kesempatan bagi Ibu beristirahat.

Malamnya, setelah menyiapkan adonan bersama Ibu dan Alya, Nayla duduk di depan laptop. Ia mencatat ilmu baru dari kursus-kursus online: bagaimana mengelola media sosial, membuat promosi menarik, dan lainnya. Ia tak menduga, bahkan walau ia tidak bekerja di kantor sesuai jurusan, ilmu tetap menuntunnya untuk menjaga langkah usahanya tetap seimbang. Rumus-rumus yang dulu ia hafalkan, laporan laba rugi yang dulu ia kerjakan sampai larut malam, semuanya berguna untuk usaha kecilnya. Dari mencatat modal bahan baku, menghitung harga jual, sampai merapikan arus kas.

Sebelum tidur, ia menulis catatan harian. Hal-hal yang ia syukuri, dan semua yang ia impikan. Mungkin beberapa tahun lagi, ia sudah bisa punya toko sendiri: dengan area masak yang lega, dan etalase besar di depan. Ia ingin menabung cukup, supaya bisa membiayai kuliah Alya. Ia ingin membeli kasur yang lebih nyaman untuk Bapak dan Ibu. Ia ingin membeli makanan enak untuk keluarganya setiap minggu.

Ia sadar, kehilangan satu jalan bukan berarti nilai dirinya runtuh. Ia masih bisa bermimpi dan melangkah, meski jalannya berputar.

[TAMAT]


Other Stories
Wajah Tak Dikenal

Ketika Mahesa mengungkapkan bahwa ia mengidap prosopagnosia, ketidakmampuan mengenali waja ...

Misteri Kursi Goyang

Rumah tua itu terasa hangat, sampai kursi goyang mewah dari tetangga itu datang. Saretha d ...

Kenangan Indah Bersama

tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...

The Ridle

Gema dan Mala selalu kompak bersama dan susah untuk dipisahkan. Gema selalu melindungi Mal ...

Don't Touch Me

Malam pukul 19.30 di Jakarta. Setelah melaksanakan salat isya dan tadarusan. Ken, Inaya, ...

Cinta Dibalik Rasa

Cukup lama menunggu, akhirnya pramusaji kekar itu datang mengantar kopi pesananku tadi. A ...

Download Titik & Koma