Viral

Reads
224
Votes
0
Parts
12
Vote
Report
Penulis Fira Meutia

Cari Kerja Lagi Tidak Semudah Itu

Nayla meletakkan tas berisi wadah donat kosong di sofa kusam dekat pintu. Ia merasa kepalanya seperti remahan roti tergeletak di lantai: sesak dikerubungi oleh semut yang menggerogoti pori-porinya. Ia memeriksa pesan balasan: Loh, kenapa harus dihapus? Kalau bukan gara-gara videonya, orang-orang ga bakal tau kamu jualan. Udah keburu rame juga videonya, orang-orang pada repost.

Rahangnya mengeras. Ia mengetik, tapi kamu nggak mikir perasaanku, kan? Tau nggak, rasanya diomongin, dijudge & distalking sama orang yang kamu ga kenal? Aku juga nggak minta diviralin.

Dari kamar terdengar lirih suara ibunya.

“Nay, bisa tolong ambilin pampers Bapak?”

Nayla diam sejenak, matanya memejam. Ia ingin rebah sebentar saja. Namun kakinya justru melangkah ke kamar, seakan tubuhnya tahu jawabannya lebih dulu.

Di sana, Bapak terbaring. Matanya tanpa semangat. Ibu duduk di tepi ranjang, wajahnya pucat dengan senyum letih.

“Sekalian ambilkan makanan untuk Bapak, ya,” tambah Ibu, pelan.

Nayla mengangguk. Tangannya sigap membuka lemari, mengambil pampers, setelah itu beranjak ke dapur.

Di meja, ikan-ikan terbaring dalam kubangan kuah kuning pucat, dengan daun salam kering, sereh, potongan bawang merah terselip di antaranya. Ikan-ikan itu kecil dan kurus, mirip Bapaknya sejak terkena serangan stroke 9 bulan lalu. Nayla mendengar kabar itu dari telepon Ibu, saat layar laptop menampilkan halaman lowongan pekerjaan. Selama 7 hari setelah PHK, Nayla pura-pura berangkat kerja seperti biasa. Ia berkutat dengan laptop di perpustakaan, merapikan CV dan melamar pekerjaan sampai matanya perih. Ia membuka semua situs dan akun media sosial lowongan kerja. Sesekali tenggorokannya tercekat menatap angka pelamar yang mencapai ribuan, memperebutkan 1 posisi. Belum lagi usianya yang sudah 26 tahun. Saat larut malam pun, jarinya masih terjaga, menggulir lowongan yang seakan tak pernah habis tapi tak ada tersisa untuk dirinya.

Kabar stroke Bapak menghentikan sandiwara itu. Di hari kelima Bapak dirawat, ia tak sengaja bertemu ibu ketika hendak interview di dekat rumah sakit. Ibu tidak marah, seperti yang ia duga. Ia juga tak marah ataupun menuntut ketika mendapati Nayla masih di kamar, tak membawa kabar baik apapun setelah bolak-balik interview.

Bapak tidak lagi bisa bekerja sebagai satpam, sebab kakinya lumpuh. Ibu terpaksa berhenti berjualan donat di kantin sekolah untuk merawat Bapak. Sementara tak ada satu pun offering letter yang datang menyelamatkan Nayla, walaupun tabungannya terus menipis dikuras ongkos interview, keperluan merawat Bapak, uang makan, uang sekolah adik, listrik, cicilan motor, belum lagi segala kebutuhan kecil yang diam-diam menggerogoti sisa uangnya. Sementara ia dan keluarganya tidak hidup untuk hari ini saja. Masih ada beratus-ratus hari ia harus bertahan.

Ketika langit mulai dilumuri warna masam jeruk, ketika ia menyeret kakinya menaiki tangga penyeberangan menuju stasiun, ia menemukan seorang anak usia SD duduk di tangga. Berkotak-kotak donat bertopping pucat berdiam di sampingnya, mirip matanya yang meredup begitu menangkap gelagat HRD yang tidak tertarik menghubunginya lagi. Lalu keinginan yang timbul dari rasa menyerah itu, menyeruak ke permukaan setelah lama ia pendam. Toh membuat donat bukan hal sulit baginya, ia biasa membantu ibunya sejak masih sekolah. Lebih baik berjualan daripada diam di rumah tanpa menghasilkan apapun. Maka sebelum sampai di rumahnya yang berjarak 1 km dari stasiun, ia berbelok ke toko tempat ibunya biasa membeli bahan kue. Malamnya, ibu membelalak, keluar dari kamar begitu mencium aroma yang sudah lama menghilang: harum gula, tepung dan margarin.


Other Stories
Aku Pamit Mencari Jati Diri??

Seorang anak kecil yang pernah mengalami perlakuan tidak mengenakan dalam hidupnya. Akibat ...

Chronicles Of The Lost Heart

Ketika seorang penulis novel gagal menemukan akhir bahagia dalam hidupnya sendiri, sebuah ...

Jika Nanti

Adalah sebuah Novel yang dibuat untuk sebuah konten ...

Mendua

Dita berlari menjauh, berharap semua hanya mimpi. Nyatanya, Gama yang ia cintai telah mend ...

Menolak Jatuh Cinta

Maretha Agnia, novelis terkenal dengan nama pena sahabatnya, menjelajah dunia selama tiga ...

Suara Cinta Gadis Bisu

Suara cambukan menggema di mansion mewah itu, menusuk hingga ke relung hati seorang gadis ...

Download Titik & Koma