Part 8 Jati Diri Perlahan Kembali
Hal tersebut menjadi bagian dalam hidup ku untuk menumbuhkan rasa berani dan percaya diri. Aku tampil di depan calon murid baru di sekolah itu dengan bersama rekan ku di ekskul Pramuka. Waktu itu kami semua menampilkan sebuah pertunjukan drama yang temanya masuk dengan kegiatan ekskul kita.
Tidak hanya sekedar tampil di drama saja, tapi aku di tunjuk untuk menampilkan pertunjukan yang sedikit melawan sehingga aku seharusnya di sorot oleh para calon murid di sekolah ku. Ketika drama, aku di haruskan untuk sedikit memberontak sesuai dengan apa yang sudah di siapkan pada sesi latihan sebelumnya.
Hal itu membuat aku sangat senang sekali lantaran dapat tampil dan menunjukan drama dengan sangat percaya diri. Setelah itu ada juga yang namanya demo ekskul lanjutan, namun kali ini para anggotanya yang menghampiri ke kelas sepuluh untuk mengajak mereka yang sudah menjadi murid baru di sekolah itu untuk dapat ikut bergabung dengan ekskul Pramuka.
Aku datang ke kelas-kelas awalnya bersama teman ku yang sangat aktif. Aku ingin sekali mencoba kemampuan berbicara ku di depan umum, namun sadar diri jika aku masih bersama teman ku yang aktif itu tidak akan bisa rasanya. Akhirnya aku minta ganti teman dengan yang menurutku pemalu juga dengan harapan yang mempromosikan ekskul itu adalah aku.
Permintaan ku pun disetujui oleh ketua, rencana pun sesuai dengan perkiraan yang sudah di fikirkan. Saat demo ekskul waktu itu, aku yang berbicara di depan adik kelas untuk mempromosikan ekskul Pramuka di sekolah. Itu menjadi momen pertama ku yang berani berbicara di depan banyak orang tak di kenal. Ya meskipun saat itu aku berbicara sedikit memutar dan sedikit grogi, namun pada akhirny aku merasa puas lantaran diri ku sudah berani mencoba.
Perlahan, percaya akan diri itu timbul dengan sendirinya. Awalnya aku tidak berani, namun seiring berjalannya waktu akhirnya aku mendapatkan kepercayaan terhadap diri ku sendiri. Mengikuti kegiatan pramuka itu selama 2 tahun lamanya membuat aku mendapatkan kembali rasa percaya dan keberanian.
Tidak berhenti di situ saja, setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas aku langsung melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Bogor. Awalnya aku ingin masuk di program studi komputer, namun aku ingat akan perjalanan ku yang sedang mengembalikan jati diri.
Akhinya aku memilih program studi Ilmu Komunikasi dengan tujun melatih lebih dalam lagi kemampuan berbicara ku agar lancar dan terbiasa. Awal Perkuliahan aku langsung mengikuti kegiatan acara sebagai Volunteers. Aku melakukan berbagai kegiatan itu sendiri tidak mengajak teman-teman ku.
Bukan tidak ingin mengajak, tapi tujuan aku mengikuti berbagai kegiatan sendiri adalah untuk menambah rasa kepercayaan terhadap diri sendiri dan lebih berani untuk dapat berkegiatan tanpa harus ada orang yang di kenal.
Kegiatan volunteers di kampus menjadi ajang dan wadah bagi ku untuk memulai dan meningkatkan keberanian dalam diri. Seiring berjalannya waktu, aku sudah berada di semester tua, aku sudah mengikuti banyak kegiatan Volunteers dan bergabung ke dalam organisasi mahasiswa.
~Bersambung~
Tidak hanya sekedar tampil di drama saja, tapi aku di tunjuk untuk menampilkan pertunjukan yang sedikit melawan sehingga aku seharusnya di sorot oleh para calon murid di sekolah ku. Ketika drama, aku di haruskan untuk sedikit memberontak sesuai dengan apa yang sudah di siapkan pada sesi latihan sebelumnya.
Hal itu membuat aku sangat senang sekali lantaran dapat tampil dan menunjukan drama dengan sangat percaya diri. Setelah itu ada juga yang namanya demo ekskul lanjutan, namun kali ini para anggotanya yang menghampiri ke kelas sepuluh untuk mengajak mereka yang sudah menjadi murid baru di sekolah itu untuk dapat ikut bergabung dengan ekskul Pramuka.
Aku datang ke kelas-kelas awalnya bersama teman ku yang sangat aktif. Aku ingin sekali mencoba kemampuan berbicara ku di depan umum, namun sadar diri jika aku masih bersama teman ku yang aktif itu tidak akan bisa rasanya. Akhirnya aku minta ganti teman dengan yang menurutku pemalu juga dengan harapan yang mempromosikan ekskul itu adalah aku.
Permintaan ku pun disetujui oleh ketua, rencana pun sesuai dengan perkiraan yang sudah di fikirkan. Saat demo ekskul waktu itu, aku yang berbicara di depan adik kelas untuk mempromosikan ekskul Pramuka di sekolah. Itu menjadi momen pertama ku yang berani berbicara di depan banyak orang tak di kenal. Ya meskipun saat itu aku berbicara sedikit memutar dan sedikit grogi, namun pada akhirny aku merasa puas lantaran diri ku sudah berani mencoba.
Perlahan, percaya akan diri itu timbul dengan sendirinya. Awalnya aku tidak berani, namun seiring berjalannya waktu akhirnya aku mendapatkan kepercayaan terhadap diri ku sendiri. Mengikuti kegiatan pramuka itu selama 2 tahun lamanya membuat aku mendapatkan kembali rasa percaya dan keberanian.
Tidak berhenti di situ saja, setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas aku langsung melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Bogor. Awalnya aku ingin masuk di program studi komputer, namun aku ingat akan perjalanan ku yang sedang mengembalikan jati diri.
Akhinya aku memilih program studi Ilmu Komunikasi dengan tujun melatih lebih dalam lagi kemampuan berbicara ku agar lancar dan terbiasa. Awal Perkuliahan aku langsung mengikuti kegiatan acara sebagai Volunteers. Aku melakukan berbagai kegiatan itu sendiri tidak mengajak teman-teman ku.
Bukan tidak ingin mengajak, tapi tujuan aku mengikuti berbagai kegiatan sendiri adalah untuk menambah rasa kepercayaan terhadap diri sendiri dan lebih berani untuk dapat berkegiatan tanpa harus ada orang yang di kenal.
Kegiatan volunteers di kampus menjadi ajang dan wadah bagi ku untuk memulai dan meningkatkan keberanian dalam diri. Seiring berjalannya waktu, aku sudah berada di semester tua, aku sudah mengikuti banyak kegiatan Volunteers dan bergabung ke dalam organisasi mahasiswa.
~Bersambung~
Other Stories
Kepingan Hati Alisa
Di sebuah rumah sederhana, seorang wanita paruh baya berkerudung hitam, berbincang agak ...
Cinta Koma
Cinta ini tak tahu sampai kapan akan bertahan. Jika semesta tak mempertemukan kita, biarla ...
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Nina Bobo ( Halusinada )
JAM DINDING menunjukkan pukul 12 lewat. Nina kini terlihat tidur sendiri. Suasana sunyi. S ...
Sebelum Ya
Hidup adalah proses menuju pencapaian, seperti alif menuju ya. Kesalahan wajar terjadi, na ...
Pucuk Rhu Di Pusaka Sahara
Mahasiswa Indonesia di Yaman diibaratkan seperti pucuk rhu di Padang Sahara: selalu diuji ...