01.Kita Dan Luka Yang Masih Tergenggam Nyaman
"Absen mingguan..." Ucap Parinita yang sudah memegang sebuah kertas bertuliskan nama nama sahabatnya.
"Askia rahma.."
"Hadir.." balas askia mengangkat tangan kanannya.
"Diah rana..." Tanpa mengucapkan sepatah kata pun,Diah mengangkat tangannya semangat seraya tersenyum.
"Parinita...." Ita terkekeh geli memperhatikan teman temannya,"ohh iya...kan gue sendiri,ngapa gue sebut.." sambungnya tertawa yang disambut sahabat nya.
"Terkahir... shreya alulia...sipaling cuantik pol." Mendengar pernyataan nya Ita, shreya hanya memutar malas bola matanya dengan tersenyum sambil mengangkat tangan kanannya.
Bisa dibilang mereka seperti empat sehat ya...yang ke lima sempurna tapi kesempurnaan hanya milik tuhan, mereka bersahabat sejak duduk di bangku SMA hingga kini menyandang status pekerja, meskipun tempat kerja mereka berbeda itu tidak menjadi penghalang untuk selalu absen mingguan setiap hari Minggu tidak akan pernah bolong karena bagi mereka waktu untuk bersama sudah seperti rumah.bicara tentang hal konyol,saling menasehati, seperti itulah mereka...banyak tawa yang terasa berharga saat bersama...
Tak berselang lama, seorang waiters cowok mengantar empat gelas minuman untuk mereka, "silahkan menikmati..." Desis waiters itu sembari menaruh gelas gelasnya di meja.
"Terimakasih mas." Sahut shreya, sementara mereka bertiga hanya mengangguk dan tersenyum,sekitar lima langkah waiters itu melangkah kan kakinya untuk kembali ke dalam tapi tiba tiba terhenti karena terkena lemparan kertas yang terkena kepalanya,dengan muka penasaran nya waiters itu kembali menoleh kebelakang ke arah mereka ber empat.
"Siapa yang lempar gue?" Tanya waiters itu.
"Gue mas...ekhmm..boleh minta nomor wa nya nggak?" Jawab Ita membuat ketiga sahabatnya melongo,tanpa banyak basa basi waiters itu langsung melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan Ita.
"Ta...malu ih.." sahut Diah pelan.
"Yee...Ita genit amat." Sambung askia.
"Ngapa sih jomblo mah bebas..." Jawabnya santai lalu menyeruput minumannya yang berwarna ungu itu.
"Iya iya si paling jomblo.... jomblo akut nggak tuh." Sambung shreya sambil mengguncang pundak Ita.
"Berhenti woi...gue bukan mainan,gue anak orang." Keluh Ita lalu shreya menghentikannya,sontak shreya memfokuskan pandangannya ke tangan Ita yang terlihat bekas lebam dan terdapat sedikit luka gores. "Tunggu ta...ini tangan Lo kenapa..? Ujarnya sambil memegang tangan Ita, mereka yang mendengar itu segera mendekat.
"Kenapa?" Sahut askia, seketika matanya Ita menatap aneh ke sahabat sahabatnya, "ini... biasalah..." Responnya sambil menutup lukanya itu dengan bajunya.
"Biasa lah ini tuh ulah kucing tetangga itu si... Dorgandini... kucingnya bude Aminah" celetuknya lagi berusaha mencairkan suasana tapi malah terasa garing.
"Masa sih..."
"Masa kucing kukunya cuma satu,kemana tu kuku yang lainnya,aneh dah." Oceh askia masih berusaha melihat luka itu tapi Ita kekeh menutupinya.
"Udahlah gengs... kebetulan aja mungkin kucingnya lagi main main itu,iya kan ta..? Sambung Diah si paling kalem dan positif thinking.
"Nah ini nih...gue nobatkan sebagai pahlawan... pahlawan kesayangan.." ita meringis seraya merangkul Diah, hp shreya tiba tiba berbunyi tertera nama sayang di layar hpnya,lalu shreya mengangkat nya sekitar dua menit an dan kembali lagi merapat ke sahabat nya.
"Oi gue cabut dulu ya...biasa si aji ngajakin ketemuan." Ucapnya mengambil tas dan memasukkan hp nya ke tas,dan bergegas pergi.
"Kabarin gue kalau aji berani macem macem Ama Lo shreya..." Ucap ita lantang sebelum menyeruput minumannya lagi, respon shreya hanya dada dan tersenyum.
Sesaat suasana cukup sepi,tapi Diah beranjak berdiri, "gue juga cabs gengs...gue ada les fashion hari ini." Ujarnya lalu memakai sendalnya dan berlalu pergi,tapi tangan Ita menahannya.
"Kalau Lo cape ngomong,ada kita disini." Wajah Diah seketika berubah mellow, "udah biasa kek gini, semoga tetap diterima" lalu Diah pergi begitu saja,ita menatap askia lalu merangkulnya.
"Hari ini gue juga mau dikenalin ke cowok sama orangtua gue, mereka selalu saja tanya kapan ini kapan itu, mereka nggak tahu seberapa cara gue untuk berubah agar lebih cantik biar nggak terus terusan ditolak cowok secara mentah mentah, gimana usaha gue, banyak waktu yang gue korbanin tapi mereka seolah tidak mau tahu,kadang gue capek ta selalu diremehin karena fisik gue." Keluh askia meneteskan air matanya dan bersandar di bahu ita.
" Lo nggak salah Ki... mereka yang tidak mau mengerti, mereka seolah menutup mata." Jelas ita berubah menenangkan askia.
"Diantara kita ber empat mungkin hanya Lo yang tidak memiliki masalah, mungkin Lo bisa hidup tenang tanpa mikirin ocehan orang lain."
"Terkadang ada sebuah masalah yang perlu ditutup rapat rapat untuk menghindari masalah lain." Desis ita seraya mengusap air mata askia.
"Gue harap itu bukan Lo yang alamin."
Mungkin mereka dilahirkan untuk saling menguatkan,saling berpegangan,dan saling mengusap air mata.
"Askia rahma.."
"Hadir.." balas askia mengangkat tangan kanannya.
"Diah rana..." Tanpa mengucapkan sepatah kata pun,Diah mengangkat tangannya semangat seraya tersenyum.
"Parinita...." Ita terkekeh geli memperhatikan teman temannya,"ohh iya...kan gue sendiri,ngapa gue sebut.." sambungnya tertawa yang disambut sahabat nya.
"Terkahir... shreya alulia...sipaling cuantik pol." Mendengar pernyataan nya Ita, shreya hanya memutar malas bola matanya dengan tersenyum sambil mengangkat tangan kanannya.
Bisa dibilang mereka seperti empat sehat ya...yang ke lima sempurna tapi kesempurnaan hanya milik tuhan, mereka bersahabat sejak duduk di bangku SMA hingga kini menyandang status pekerja, meskipun tempat kerja mereka berbeda itu tidak menjadi penghalang untuk selalu absen mingguan setiap hari Minggu tidak akan pernah bolong karena bagi mereka waktu untuk bersama sudah seperti rumah.bicara tentang hal konyol,saling menasehati, seperti itulah mereka...banyak tawa yang terasa berharga saat bersama...
Tak berselang lama, seorang waiters cowok mengantar empat gelas minuman untuk mereka, "silahkan menikmati..." Desis waiters itu sembari menaruh gelas gelasnya di meja.
"Terimakasih mas." Sahut shreya, sementara mereka bertiga hanya mengangguk dan tersenyum,sekitar lima langkah waiters itu melangkah kan kakinya untuk kembali ke dalam tapi tiba tiba terhenti karena terkena lemparan kertas yang terkena kepalanya,dengan muka penasaran nya waiters itu kembali menoleh kebelakang ke arah mereka ber empat.
"Siapa yang lempar gue?" Tanya waiters itu.
"Gue mas...ekhmm..boleh minta nomor wa nya nggak?" Jawab Ita membuat ketiga sahabatnya melongo,tanpa banyak basa basi waiters itu langsung melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan Ita.
"Ta...malu ih.." sahut Diah pelan.
"Yee...Ita genit amat." Sambung askia.
"Ngapa sih jomblo mah bebas..." Jawabnya santai lalu menyeruput minumannya yang berwarna ungu itu.
"Iya iya si paling jomblo.... jomblo akut nggak tuh." Sambung shreya sambil mengguncang pundak Ita.
"Berhenti woi...gue bukan mainan,gue anak orang." Keluh Ita lalu shreya menghentikannya,sontak shreya memfokuskan pandangannya ke tangan Ita yang terlihat bekas lebam dan terdapat sedikit luka gores. "Tunggu ta...ini tangan Lo kenapa..? Ujarnya sambil memegang tangan Ita, mereka yang mendengar itu segera mendekat.
"Kenapa?" Sahut askia, seketika matanya Ita menatap aneh ke sahabat sahabatnya, "ini... biasalah..." Responnya sambil menutup lukanya itu dengan bajunya.
"Biasa lah ini tuh ulah kucing tetangga itu si... Dorgandini... kucingnya bude Aminah" celetuknya lagi berusaha mencairkan suasana tapi malah terasa garing.
"Masa sih..."
"Masa kucing kukunya cuma satu,kemana tu kuku yang lainnya,aneh dah." Oceh askia masih berusaha melihat luka itu tapi Ita kekeh menutupinya.
"Udahlah gengs... kebetulan aja mungkin kucingnya lagi main main itu,iya kan ta..? Sambung Diah si paling kalem dan positif thinking.
"Nah ini nih...gue nobatkan sebagai pahlawan... pahlawan kesayangan.." ita meringis seraya merangkul Diah, hp shreya tiba tiba berbunyi tertera nama sayang di layar hpnya,lalu shreya mengangkat nya sekitar dua menit an dan kembali lagi merapat ke sahabat nya.
"Oi gue cabut dulu ya...biasa si aji ngajakin ketemuan." Ucapnya mengambil tas dan memasukkan hp nya ke tas,dan bergegas pergi.
"Kabarin gue kalau aji berani macem macem Ama Lo shreya..." Ucap ita lantang sebelum menyeruput minumannya lagi, respon shreya hanya dada dan tersenyum.
Sesaat suasana cukup sepi,tapi Diah beranjak berdiri, "gue juga cabs gengs...gue ada les fashion hari ini." Ujarnya lalu memakai sendalnya dan berlalu pergi,tapi tangan Ita menahannya.
"Kalau Lo cape ngomong,ada kita disini." Wajah Diah seketika berubah mellow, "udah biasa kek gini, semoga tetap diterima" lalu Diah pergi begitu saja,ita menatap askia lalu merangkulnya.
"Hari ini gue juga mau dikenalin ke cowok sama orangtua gue, mereka selalu saja tanya kapan ini kapan itu, mereka nggak tahu seberapa cara gue untuk berubah agar lebih cantik biar nggak terus terusan ditolak cowok secara mentah mentah, gimana usaha gue, banyak waktu yang gue korbanin tapi mereka seolah tidak mau tahu,kadang gue capek ta selalu diremehin karena fisik gue." Keluh askia meneteskan air matanya dan bersandar di bahu ita.
" Lo nggak salah Ki... mereka yang tidak mau mengerti, mereka seolah menutup mata." Jelas ita berubah menenangkan askia.
"Diantara kita ber empat mungkin hanya Lo yang tidak memiliki masalah, mungkin Lo bisa hidup tenang tanpa mikirin ocehan orang lain."
"Terkadang ada sebuah masalah yang perlu ditutup rapat rapat untuk menghindari masalah lain." Desis ita seraya mengusap air mata askia.
"Gue harap itu bukan Lo yang alamin."
Mungkin mereka dilahirkan untuk saling menguatkan,saling berpegangan,dan saling mengusap air mata.
Other Stories
Buah Mangga
buah mangga enak rasanya ...
The Truth
Seth Barker, jurnalis pemenang penghargaan, dimanfaatkan CEO Kathy untuk menghadapi perebu ...
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Kenangan Indah Bersama
tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...
Perpustakaan Berdarah
Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...
Srikandi
Iptu Yanti, anggota Polwan yang masih lajang dan cantik, bertugas di Satuan Reskrim. Bersa ...