Namaku Amelia

Reads
632
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
Namaku Amelia
Namaku Amelia
Penulis Michael Lianto

Prolog

Sore hari,
di dalam gedung tua belakang sekolah yang terbuat dari asbes dan seng berkarat itu,
aku cuma bisa menangis keras.

Sambil terduduk, kedua tanganku berusaha menutupi wajahku agar tak terlihat meskipun ruangan ini sangat gelap. Aku tidak bisa lihat wajahnya, tapi sepertinya ada tiga orang dan dari suaranya mereka semua perempuan. Sepertinya ada teman sekelas, tapi juga teman kelas sebelah. Itupun kalau mereka bisa disebut teman.

Aku dijambak. Kepalaku sakit. Aku dipukul entah dengan tangan atau dengan tongkat. Aku juga diludahi. Wajahku tak karuan. Seragam putih dan rok merahku juga sudah berantakan.

Entah kenapa tidak ada guru atau pak satpam yang datang mendengar suaraku. Apa mereka sudah pulang? Atau jangan-jangan mereka disuap supaya tidak datang? Atau mereka juga ingin aku disiksa?

Apakah aku memang tidak pantas bahagia?


Other Stories
Sonata Laut

Di antara riak ombak dan bisikan angin, musik lahir dari kedalaman laut. Piano yang terdam ...

Kepingan Hati Alisa

Di sebuah rumah sederhana, seorang wanita paruh baya berkerudung hitam, berbincang agak ...

Separuh Dzrah

Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suar ...

2r

Fajri tak sengaja mendengar pembicaraan Ryan dan Rafi, ia terkejut ketika mengetahui kalau ...

Pra Wedding Escape

Nastiti yakin menikah dengan Bram karena pekerjaan, finansial, dan restu keluarga sudah me ...

Curahan Hati Seorang Kacung

Saat sekolah kita berharap nantinya setelah lulus akan dapat kerjaan yang bagus. Kerjaan ...

Download Titik & Koma