Chapter 8 Rehan Dan Hantu Wanita Berambut Panjang
Pagi harinya di kampus, Mahera merasa tegang setelah kejadian semalam. Hantu wanita di kamarnya menghilang secepat ia muncul, meninggalkan Mahera dengan perasaan tidak nyaman. Ia melihat Rehan sedang duduk sendirian di bangku taman.
Hantu wanita berambut panjang yang ia lihat kemarin, kini duduk di samping Rehan, menatap Rehan dengan mata kosong. Mahera memberanikan diri mendekati mereka.
Mahera, "Aku harus mencari tahu. Siapa hantu ini? Kenapa dia terus mengganggu Rehan?"
Mahera duduk di samping Rehan. Rehan terkejut melihat Mahera. Hantu wanita itu menoleh ke arah Mahera, senyum di wajahnya terlihat dingin.
Mahera berbisik pada Rehan, "Jangan takut. Gue tahu soal hantu itu. Dia kenapa ngikutin lo?"
Rehan berbisik dengan suara gemetar, "Dia bukan hantu baik. Dia nempel sama gue karena gue sering bawa makanan. Dia mau energi gue. Dia bilang haus."
Mahera terkejut dengan menutup mulutnya dengan tangan, "Apa?!"
Hantu wanita itu menatap Mahera, wajahnya yang tadinya ramah kini berubah seram. Ia menyeringai.
Mahera mundur. Hantu itu mencoba menyerang Mahera.
"Arrgghhh."
Mahera berteriak. Tiba-tiba, dari balik semak-semak, hantu jemuran muncul, melempar sebuah tas Maizena ke arah hantu wanita itu. Hantu wanita itu menjerit, lalu menghilang. Rehan terheran-heran. Ia menatap Mahera dan hantu-hantu anak-anak itu.
Hantu wanita berambut panjang yang ia lihat kemarin, kini duduk di samping Rehan, menatap Rehan dengan mata kosong. Mahera memberanikan diri mendekati mereka.
Mahera, "Aku harus mencari tahu. Siapa hantu ini? Kenapa dia terus mengganggu Rehan?"
Mahera duduk di samping Rehan. Rehan terkejut melihat Mahera. Hantu wanita itu menoleh ke arah Mahera, senyum di wajahnya terlihat dingin.
Mahera berbisik pada Rehan, "Jangan takut. Gue tahu soal hantu itu. Dia kenapa ngikutin lo?"
Rehan berbisik dengan suara gemetar, "Dia bukan hantu baik. Dia nempel sama gue karena gue sering bawa makanan. Dia mau energi gue. Dia bilang haus."
Mahera terkejut dengan menutup mulutnya dengan tangan, "Apa?!"
Hantu wanita itu menatap Mahera, wajahnya yang tadinya ramah kini berubah seram. Ia menyeringai.
Mahera mundur. Hantu itu mencoba menyerang Mahera.
"Arrgghhh."
Mahera berteriak. Tiba-tiba, dari balik semak-semak, hantu jemuran muncul, melempar sebuah tas Maizena ke arah hantu wanita itu. Hantu wanita itu menjerit, lalu menghilang. Rehan terheran-heran. Ia menatap Mahera dan hantu-hantu anak-anak itu.
Other Stories
Saat Cinta Itu Hadir
Zita hancur karena gagal menikah setelah Fauzi ketahuan selingkuh. Saat masih terluka, ia ...
Rembulan Di Mata Syua
Syua mulai betah di pesantren, tapi kebahagiaannya terusik saat seorang wanita mengungkapk ...
Jaki & Centong Nasi Mamak
Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...
Kenangan Yang Sulit Di Ulang Kembali
menceritakan hidup seorang Murid SMK yang setelah lulus dia mendapatkan kehampaan namun di ...
Srikandi
Iptu Yanti, anggota Polwan yang masih lajang dan cantik, bertugas di Satuan Reskrim. Bersa ...
Devil's Bait
Dari permainan kartu tarot, Lanasha meramal lima temannya akan mengalami kejadian aneh hin ...