15. Can\'t Lie
Kedekatan Naila dan Fabian semakin hari tentu saja membuat Naura gembira karena dirinya juga tidak perlu lagi merasa bersalah jadian dengan Arjuna. Apalagi Arjuna juga mendukung Naila sebagai sahabatnya juga menemukan cintanya.
Naila tidak perlu juga jadi obat nyamuk karena setiap Mama Miranda meminta Fabian untuk keluar jalan bersama Naura maka Arjuna akan Naura hubungi untuk bergabung. Berempat lebih asik daripada berdua.
Tidak hanya enak share tea, nyatanya share love dengan hati yang tepat membuat rasa nyaman sendiri.
Sekarang setiap malam Minggumereka ber-empat bisa bersama ngobrol segala macam tentang musik, film dan pelajaran-pelajaran juga seputar gosip walau mereka berbeda jurusan dan sekolah.
Naura memastikankalau Nailaenjoy dengan doubel date. Ternyata seru mereka layaknya berteman baik yang sudah lama saja. Nailajuga tidak perlu lagi menghindar dari Arjuna.
Apalagi Fabian sepertinya memang tertarik pada Naila yang tomboy dan agak pendiam. Sejak dekat Fabian Nailasekarang mulai lebih terbuka dan berani memberikan masukan-masukan novel yang tengah digarap Fabian.
Tapi sampai sekarang Naura belum juga memperkenalkan Arjuna pada mama Miranda masih menunggu waktu yang tepat.
Naila, Fabian, Naura dan Arjuna tengah asik bercanda dan ngobrol, mereka tidak sadar kalau dari sudut lain dua pasang mata mengamati mereka dengan hati kesal dan dongkol. Siapa lagi kalau bukan Mama Miranda dan Tante Tiwi maminya Fabian.
***
\"Wi liat anak kamu sepertinya lebih tertarik pada Naila,\" Mama Miranda dan Mami Tiwi memperhatikan anak-anak mereka yang tengah tertawa riang.
Dalam bangku segi empat tampak Fabian duduk berhadapan dengan Naila dan Arjuna di sebelah Fabian menghadap Naura.
\"Hmmm, dugaanku Fabian lebih menyukai Naila sepertinya,\" Mama Miranda kembali mengomentari.
Tiwi juga ikut berkomentar,\"Naura juga tatapannya bukan pada Fabian, tapi padacowok sebelah Fabian.\"
Miranda sadar selama ini ternyata Naura memang keluar bersama Fabian tapi ternyata mereka tidak pergi berdua selalu ada Naila dan cowok yang belum Miranda kenal. Sepertinya ada yang salah dari perjodohan Fabian dan Naura.
\"Aku nggak ngerti deh apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?\" Miranda bertanya pada Tiwi yang juga merasa kecolongan. Selama ini tahunya Fabian kencan dengan Naura tapi jelas malam Minggu ini mereka kepergok tengah bersama tapi diluar skenario perjodohan dirinya dan Miranda.
\"Iya Mir aku juga merasa anakku bukan menyukai Naura tapi ke Nai …Naila,\" Mama Tiwi menatap Mama Miranda yang tampak resah.
\"Kita harus bicara dengan anak-anak kita Wi, bagaimana kalau perkiraan kita tidak salah. Fabian menyukaia Naila dan Naura menyukai cowok satunya,\"Mama Miranda mulai kesal.
\"Yah bahaya sekali Mir, kita bisa gagal besanan dan hmmm maaf bukannya Naila itu anak Bu Ratna pengasuh Naura dari kecil kan?\" Mami Tiwi memastikan status Naila.
\"Iya...\" Mama Miranda juga tampak kecewa, hatinya sudah jatuh hati pada Fabian yang dianggap pas berpasangan dengan Naura putrinya. MakanyaMama Miranda antusias ingin menjodohkannya. Apalagi Tiwi adalah sahabat main sejak kecil dan terpisah karena Tiwi mencoba peruntungan beasiswa ke Tuebiengen dan bertemu Kay Mueller.
Tapi tampaknya ada yang salah dan luput dari pengawasan mereka sejauh ini. Selama ini baik Naura dan Fabian mengatakan baik-baik saja hubungan mereka. Memang mereka baik-baik saja tapi bukan berarti mereka jadian. Mereka sama sekali tidak berminat untuk jadi pacar karena masing-masing sudah jatuh hati pada orang lain.
Apa yang terpampang di depan Mama Miranda dan Mami Tiwi malah sebaliknyajauh dari harapan mereka. Karena Fabian menyukaiaNaila dan Naura menyukai cowok lain.
\"Tiwi kita harus menginterogasi anak-anak kita,\" kata Mama Miranda agak geram.
\"Iya Mir jujur aku agak keberatan kalau Fabian memilih Naila anak Bu Ratna jadi pacarnya, maaf meski kamu sudah menganggap Naila seperti putri kamu sendiri. Tapikan sebenarnya asal usul dia anak siapapun kamu tidak tahukan?\" Mami Tiwi mengutarakan keberatannya.
Mama Miranda menganguk-angguk, tiba-tiba dilema menyelimuti hatinya.
Meski Naila bukan anak kandung tapi dia dan ibunya telah banyak membantu membesarkan Naura saat dirinya sibuk mengejar karir bahkan masih sampai sekarang Ibu Ratna tetap menjaga mereka berdua.
Selama ini dia sebenarnya juga tidak mempermasalahkan apapun pada kedua gadis yang disayangi.Tapi pemandangan di depan jelas menampakan pemandangan kalau Fabian lebih memilih Naila rasanya hati MamaMiranda tidak bisa terima karena dia ingin sekali Naura anak kandungnya bisa menyatukan bisnis keluarga Muler dan keluargaRamon. Pasti akan menjadi keluarga yang soliddengan kemapanan.
Tapi Naura malah jatuh hati pada pemuda yang tidak jelas sama sekali asal-usulnya dan tidak pernah Naura ceritakan pada dirinya.
Mama Miranda dan Tante Tiwi berpisah dengan PR segudang pertanyaan. Masing-masing tidak sabar memutuskan menginterogasi anak mereka.
***
Pada sebuah kesempatan makan malam bersama di rumah Mama Miranda dan Papa Ramon.
\"Nau gimana hubungan kamu dengan Fabi?\" tanya mama tiba-tiba saat ada kesempatan makan malam bersama.
Ada Papa Ramon,Naura, Naila, dan Ibu Ratna yang bergabung dalam satu meja makan besar.
\"Baik Mam biasa saja,\" Naura menjawab tenang. Berbeda dengan Naila yang sebaliknya tampak pucat.
\"Hmmm kalauNai sudah punya pacar?\"Mama Miranda bertanya untuk pertama kalinya tentang teman dekat Naila.
Naila langsung tersedak, membuat Ibu Ratna menepuk-nepuk punggungnya.Rasa tidak enak menjalari hatinya.
\"Tidak ada Ma?\" Naila berusaha tenang, tapi nyatanya hatinya berdebar tidak karuan. Dia tidak bisa berbohong apalagi wajah Fabian sekarang ada di benaknya.
\"Sebenarnya ada apa dengan kalian? Mama yakin kalian sembunyikan sesuatu pada kita,\" tiba-tiba mama Miranda bicara sangat serius.
Naila mendongak dan menatap Naura yang sekarang juga tampak canggung.
\"Jangan katakan kalian sedang berkonspirasi untuk membohongi kita,\" Mama Miranda menatap tajam dua gadis yang sekarang menunduk.
Ibu Ratna sudah meraba kalau ada kerjasama yang dilakukan oleh Naura dan Nailaputrinya sehubungan dengan cowok indo yang akhir-akhir ini mengantar Naila. Ibu Ratna yakin seharusnyacowok indo bernama Fabian itu adalah calon untuk Naura.
Tapi entahlah apa yang terjadi di antara Naura dan Naila, kenapa jadi Naila yang dekat dengan cowok indo tersebut. Tapi sebaliknya Arjuna sahabat Naila menjadi akrab dengan Naura. Ibu Ratna tahu kedua gadisnya melakukan kerjasama yang dia sendiri tidak tahu persis.
Selama ini mereka selalu berbagi apapun selain minuman teh setiap hari. Tapi apakah mungkin untuk urusan teman pria juga berbagi? Oh My God kepala Ibu Ratna berdenyut.
“Habis makan Mama ingin berbicara dengan kalian berdua,” ada kilatan marah di mata Mama Miranda. Membuat Naura dan Naila takut menatap lebih lama.
Papa Ramon hanya diam saja, hanya dalam hati juga bertanya-tanya sebenarnya ada apa.
\"Papa dan Bu Ratna juga ikut ya,\" mama Miranda berkata kaku.
\"Aduh Mah kalau semua ikut kenapa musti nanti, sekarang juga nggak apa-apa,\" kata papa tersenyum, menetralkan kekakuan yang tiba-tiba tercipta.
\"Hmmm iya sih, baiklah jadi begini ...Naura...kamu tahukan yang Mama dan Papa inginkan adalah kamu bisa dekat dengan Fabian. Mama dan Papa ingin kita bisa menjadi satu keluarga dengan keluarga Fabian. Makanya kami menjodohkan kalian.\"
Saat mama Miranda berkata begitu, Naila merasa ada yang menusuk hatinya.Terasa lebih pedih saat dia harus menerima kenyataan Arjuna memilih Naura.
\"Tapi Mah,\" Naura coba membantah.
\"Tidak ada tapi-tapian Nau! masalahnya kamu selalu berkata fine! Ok!Setiap Mama tanya hubungan kamu dengan Fabian. Tapi sepertinya apa yang keluar dari mulut kamu tidak sesuai dengan kenyataan Mama dan Tante Tiwi lihat beberapa malam lalu!\" Mama menatap tajam Naura yang kini semakin menunduk.
Naura dan Nailaingatbeberapa waktu lalu saat malam Minggu, mereka tengah duduk-duduk di kedai kopi dan bicara lepas sambil memandang masing-masing pasangan mereka.
“Aduh mati nih, mama diam-diam menguntit kemana aku dan Naila pergi,\"resah hatiNaura. Nailajuga tidak kalah berdebar.
\"Mama bisa menebak dari ngumpul-ngumpul kalian berempat malam Minggu kemarin! Yang Mama dan Tante Tiwi lihat sih, kalau Fabian suka dengan Naila dan Naura suka dengan cowok yang entah siapa Mama sendiri tidak kenal!\" Mama mengeluarkan nada keras.
\"Siapa dia Nau?\" tanya mama dengan nada jengkel.
\"Namanya Arjuna Mah,\" Naura berkata pelan.
\"Oh nama yang keren, anaknya juga keren tapi sayang Mama tetap berharap kamu yang jadian bersama Fabian! Bukan Naila!\" Mama Miranda tegas mengeksekusi.
Ibu Ratna merasa tidak enak hati dengan perkataan Mama Miranda barusan, harusnya dia mencegah kedua putrinya yang bersekongkol masalah pacar.
\"Tapi Mah, Naura sukanya dengan Arjuna. Fabian juga sukanya bukan pada Nau tapi Nai. Bukankah cinta nggak bisa dipaksa Mah!\" Naura membela diri.
\"KamuNau! Masalahnya kamu juga telah berbohong pada Mama selama ini! Kamu seolah-olah dekat dengan Fabian, nyatanya malah Fabian sengaja kamu berikan pada Naila! Kamu benar-benar keterlaluan. Kalian berdua sangat tidak sopan!\" Mama Miranda menatap tajam Naura dan Naila bergantian.
Naura terdiam, rasa salah merayapi hatinya. Naila juga diam terpaku, semua dia lakukan mengikuti apa yang jadi kemauan Naura.
\"Dan kamuNaila apakah benar kamu menyukia Fabian?\" tanya Mama Miranda penuh selidik.
Naila menatap wajahMama Miranda dan perlahan wajahnya menganguk-angguk membenarkan. Naila tidak mau membohongi hatinyayang memang menyukai Fabian.
\"Mulai sekarang kalau kamu anak yang tahu balas budi jangan lagi berhubungan dengan Fabian karena Fabian hanya untuk Naura!\" Mama Miranda yang selama ini lembut berubah galak.
Ibu Ratna tidak bisa berbuat apa-apa hatinya diliputi rasa tida enak. Perasaannya memikirkan hati Naila yang sekarang pasti tengah bersedih. Naila memutuskan berlalu masuk kamar daripada melihat Mama Miranda marah-marah.
\"Maafkan Nai Mama Miranda,\" kata Ibu Ratna meminta maaf.
Papa Ramon hanya menghembuskan nafas panjang,\"Sudahlah Mah mereka masih muda biarkan dengan pilihan masing-masing.\"
\"Tapi Pah! Kita sudah sepakat dengan Tiwi dan Kay!\" Mama merajuk kesalmenahan air matanya karena sakit hati jugaamarah.
Other Stories
Ablasa
Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan menjadi menyeramkan setelah mereka t ...
Kelabu
Kulihat Annisa tengah duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai bersama seorang anak ...
Youtube In Love
Wahyu yang berani kenalan lewat komentar YouTube berhasil mengajak Yunita bertemu. Asep pe ...
Penulis Misterius
Risma, 24 tahun, masih sulit move on dari mantan kekasihnya, Bastian, yang kini dijodohkan ...
Tiada Cinta Tertinggal
Kehadiran Aksan kembali membuat Tresa terusik, teringat masa lalu yang ingin ia lupakan, m ...
Melupakan
Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...