Tea Love

Reads
3.2K
Votes
0
Parts
26
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

12. Meet You Again

Sejak resmi jadian dengan Naura, Naila memilih membatasi untuk berdekatan dengan Arjuna. Bahkan sebisa mungkin menghindar. Lagipula Arjuna juga sudah tidak ada waktu untuk dirinya. Keberadaan Naurasudah menyita waktunya. Kebersamaan waktu lalu yang pernah dilewati sekarang tinggal cerita buat Naila.
Pulang sekolah Arjuna dan Naura selalu bersama. Nailategas memutuskan untuk pulang terpisah dan tidak mau lagi menunggu mereka di taman kompleks dengan alasan harus segera sampai rumah membatu ibunya beberes rumah dan mengurus kebun belakang. Nailabersyukur tidak perlu jadi obat nyamuk lagi karena Arjuna sekarang sudah berani mengantar Naura pulang sekolah ke rumah sesekali. Walau demikian mama Miranda dan papa Ramonjuga tidak pernah tahu putrinya dekat dengan seorang cowok. Bibi Manisa sesekali melihat curiga kedekatan mereka.
Hanya saja hari Sabtu malam Minggu Naura masih melarang Arjuna ke rumah karena biasanya Mama Miranda dan Tente Tiwi mutter nya Fabian datang dengan Fabian sengaja mendekatkan mereka seperti yang dilakukan dua minggu lalu menyuruh Naura dan Fabian nge date nonton film.
Padahal yang nonton cuma Fabian ditemani Naila, sementara Naura nge date di kedai kopi dengan Arjuna.
Tanpa terasa dua mingu dari menonton berlalu dan dua minggu sudah Nailamerasa benar-benar bisa semakin menjauh dari Arjuna.
***
“Nai! Nai! Tunggu dong! Kamu kenapa sih sekarang selalu menghindar aku!\" Arjuna menangkap tangan Naila.
Siang itu Arjuna tiba-tiba mengejar Naila yang dirasakan memang menjauhinya. Tadinya Arjuna pikir untuk memberikan kesempatandirinya bisa dekat dengan Naura, tapi lama-kelamaan Arjuna sadar kalau Naila menjauhinya.
Ada rasa kangen untuk bisa ngobrol dengan sahabatnya yang sudah tahu keadaan dirinya. Kangen juga dengan sosok Naila yang tomboy dan asik diajak ngobrol, berkelahi dan selalu jadi sporter saat dirinya bertanding di area tanding pencak silat.
Otomatis Nailamenolak pegangan Arjuna yang meraih tangannya. Sentakkan keras Naila membuat Arjuna kaget.
Wajah Naila sepertinya marah dengan dirinya. Dua kali latihan pencak silat Naila juga memilih berpasangan dengan Rommi.Padahal sudah jadi kebiasaan kalau Naila selalu berpasangan dengan dirinya. Naila juga tidak pernah lagi mengajaknya bicara.
\"Naii kenapa sih kamu kok menghindar dari aku?\" tanya Arjuna sambil menatap tajam wajah Naila yang memerah.
\"Aku meghindar?nggak kok!Perasaan kamu saja!\" jawab Naila cuek.
\"Kamu baik-baik saja!\" Arjuna memastikan sahabatnya.
Arjuna bingung dengan perubahan sikap Naila yang dingin dan tidak ramah. Itu bukan Naila yang dia kenal sebagai sahabat dekatnya. Sahabat yang paling Arjuna percaya selama ini.
\"Iyalah aku baik-baik saja! Kenapa memang? Hmmm jangan-jangan kamu menganggap karena tanpa kamu aku jadi terpuruk!Enggaklah!\"Naila nyerocos sesukanya. Naila kali ini ingin bicara jujur saja karena hatinya yang telah memendam segala kekesalan selama ini.
\"Nai! Nai! Kamu berubah! Tunggu! Kamu menangis! Nailaplease kamu kenapa?\" Arjuna bingung dengan reaksi Naila yang sangat kontras dengan Naila sebelumnya.
Ternyata Naila tidak bisa menahan pedih hatinya dan air matanya bergulir begitu saja. Dua minggu benar-benar berlari menghindar Arjuna nyatanya hari ini dia harus menangis di hadapan cowok yang sesungguhnya dicintainya.
Naila memutuskan berlari menjauh dari situasi tak terduga ini sekuat tenaga. Kemampuan lari sprintnya masih bisa diandalkan karena Arjuna tidak bisa mengejarnya atau memang tidak ingin mengejarnya. Yang jelas dirinya sekarang aman dari jangkauan Arjuna.
Naila terengah-engahsampai di taman kompleksRiverside. Bukan taman kompleks perumahan dekat rumah Mama Miranda tempat biasa Naura dan Arjuna minum es kelapa sepulang sekolah. Tepatnya taman Riverside terletak di ujung akses jalan keluar keseluruhan perumahan di Bukit Golf.
Sebuah taman yang penuh dengan pepohonan dan tanama bunga. Ada sebuah sungai yang jernih mengalir tenang. Udaranya bersih dan suasananya juga tenang.
Taman Riverside tempat yang paling tepat untuk menenangkan dirinya. Sesaat Naila bersembunyi untuk mengusir galau hati dan air matanya yang masih mengalir.
Nailabenar-benar lega karena Arjuna tidak mengejarnya.
\"Ah bodoh-bodoh! Kenapa juga aku harus menangis di depan Juna! Bodoh!\" Nailamerutuki dirinya sendiri. Sambil meremas-remasseragam roknya
Dua tangannya menutupi wajahnya. Ada lima menit Naila menutup wajah dengan dua telapak tangannya, saat mau membuka ternyata ada tangan lain yang tengah menghalangi.
\"Aduh siapa sih,\" Naila meraba-raba tubuh yang ada di belakangnya.
Naila tersentak dari bau minyak wanginya pernah tercium hidung danmemenuhi rongga dadanya saat di sebuah mobil dan menonton di keremangan bioskop 21. Tanpa diduga Naila hapal bau itu milik siapa.
\"Fabian ...\"Naila berkata pendek.
\"Haii kok bisa tahu sih!\" cowok bule dengan seragam abu-abu celana panjang histeris saat ketebak dan membuka dua tangan yang menutupi wajah Naila.
\"Gampang!\" Naila menjentikan kelingkingnya.
\"Peace of cake! You said!\" Fabian tidak menyangka kalau Naila hapal kehadirannya dari bau badannya.
\"Iya gampanglah mengenali kamu.\"
\"Oh ya, kalau gampang kenapa kamu tidak mau berteman denganku?\" tanya Fabian.
\"Aku? Berteman denganmu?\"Naila mendadak sinis lagi.
\"Iyaaaa kenapa? Aku tidak jelekkan?\"Fabian mengejar sederetan tanya sambil tersenyum memamerkan giginya yang rapi dan putih.
\"Hehehe kamu jelek! Apalagi saat bilang kasar!\"Naila terus terang mengatakan sisa kesebelannya waktu lalu.
\"Ohh sorry itu juga karena kamuimpolitte bersin seenaknya menyembur semua air liurmu ke wajahku. Besoknya aku jadi flu juga jadinya! Kamu nggak tahu kan virus kamu menyerang daya tahan tubuh aku! Dan aku aku jadi sakit!\" Fabian menerangkan panjang lebar.
\"Hahaha lebaaay!\" Tanpa sadar Naila mendorong bahu Fabian tapi Fabian ternyata tangkas menghindar dan sebaliknya tubuh Naila jadi limbung dan hampir jatuh kalau bukan Febian menangkap dirinya.
Sesaat dalam dekapan Fabian dan ternyata hatinya jadi bergemuruh tidak jelas.
\"Maaf maaf Fabi...\"Naila jadi tidak enak hati.
“It’ s ok.” Fabian melepaskan tubuh Naila perlahan.
Fabian tetap cool memandang tajam Nailadan membuat Naila salah tingkah.
“Nai kamu tuh lucu kalau salah tingkah!\" Fabian tertawa menggoda.
\"Kamu dari tadi kayanya suka banget membuat aku salah tingkah ya Fabi!\" kali ini Naila menggerutu galak, matanya menatap tajam Fabian yang menantang tatapan Naila.
Mata mereka saling bertatapan, mata coklat Fabian ternyata sangat mempesona. Diam-diam Naila mengakui ketampanan cowok bule yang tengah dijodohkan dengan saudaranya.
Seandainya Naura belum menjatuhkan pilihan kepada Arjuna sepertinya Naura juga akan jatuh cinta pada cowok bule ini.
Apalagi semakin mengenalnya ternyata cowok bule ini juga tidak terlalu menyebalkan saat diajak berbicara.
“Hai ngelamun, sudahlah kenapa setiap kita bertemu meributkan pertemuan yang tidak mengenakan, bukannya kita sudah saling memaafkan di pertemuan kedua?” Fabian kembali tersenyum bersahabat, senyum yang sudah ditunjukan dua minggu lalu saat memulai menonton film Fast and Furious ke enam.
“Ih siapa yang memulai? Ah sudahlah kita sekarang benar-benar baikkan ya!” Naila menghapus sisa air matanya.

Other Stories
Percobaan

percobaan ...

Kelabu

Kulihat Annisa tengah duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai bersama seorang anak ...

Separuh Dzarah

Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suara ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

The Unkindled Of The Broken Soil

Tak semua yang berjalan memiliki tujuan. Tak semua yang diam itu hampa. Dan tak semua ki ...

Hellend (noni Belanda)

Pak Kasman berkali-kali bermimpi tentang hantu perempuan bergaun kolonial yang seolah memb ...

Download Titik & Koma