Tea Love

Reads
3.2K
Votes
0
Parts
26
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

8. Meet Fabian

Naila mengayuh sepedanya dengan lambat, rasanya ada yang menusuk-nusuk dalam hatinya. Rasa kesal dengan titipan Arjuna yang harus diberikan pada adiknya Naura.
\"Hmm sudahlah Nai sabar...tabah...kamu memang tercipta untuk mengalah dan melindungi Nau, dari kecil dan entah sampai kapan,\" Suara hati Naila berbisik.
Tiba-tiba matanya sudah berkabut, wajahnya memanas dan terasa pedih saat air mata mulai menetes.
Dadanya merasa sesak dan terisak hujan deras mengguyurnya. Sempat terbesit khawatir bunga dan coklat di dalam tas ranselnya masai, tapi mengingat sakit hatinya Naila memilih cuek. Tak disangka derasnya hujanpun sederas air matanya.
Naila menembus hujan membiarkan air mata mengalir. Dengan menangis membuat rongga hatinya terasa lebih kosong mengalirkan kelegaan sesaat.
Naila memutuskan memupus rasa cinta yang bertahun-tahun mengendap untuk seorang Arjuna. Dan menerima kenyataan kalau Arjuna mencintai adiknya.
Naila berusaha tegar untuk berbuat yang terbaik bagi orang-orang yang dikasihi.
Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Ternyata memang cinta tidak selalu memiliki itulah ungkapan dari seorang penyair besar Kahlil Gibran.
***
Naila membuka pintu gerbang perlahan dan menuntun sepedanya, ternyata di teras Naura tengah tertawa asik dengan seorang cowok.
Cowok berwajah indo, tampak dari kulitnya yang agak putih, matanya yang kecoklatan, rambutnya agak bergelombang tampak rileks dengan kaos tanpa kerah bergambar logo peace dan celana jins belel.
Naila merasa canggung, tapi tidak ada jalan lain Naila harus melewati mereka. Naila bersyukur hujan menyamarkan air matanya dan kesedihan patah hatinya karena Arjuna sudah pasti menembak Naura.
\"Naiii aku sudah tidak sabar nunggu kamu, Juna SMS katanya dia nitip sesuatu padamu ya?”
Naura berteriak girang dengan kemanjaannya berdiri dan tidak sabar menanti Naila yang tengah menyetandarkan sepedanya.
\"Iya bentar,\" jawab Naila serak.
Naila mengencangkan topi sport-nya untuk menutup wajahnya. Dia tidak ingin Naura tahu mendung wajahnya.
Tangan kanannya sibuk merogoh mengambil titipan Arjuna yang sebelum masuk tas ranselnya Naila plastik agar tidak basah.
\"Oh Thanks God,\" saat dikeluarkan bunga mawar merah dan coklatnya masih rapi karena terlindung plastik.
Naila tersenyum kecut saat Naura menyambut coklat dan bunga mawar merah dengan suka cita.
\"Makasiih Nai! Arjuna sudah menembak aku di hari romantis ini!\" pekik Naura gembira.
Naura memeluk Naila yang mulai menggigil kedinginan.
\"Wah congratulations ya sudah jadian,\" tiba-tiba cowok indo yang dari tadi hanya mengamati percakapan Naila dan Naura tiba-tiba berdiri dan tersenyum lebar memberikan selamat kepada Naura.
\"Eh iya jadi lupa, Fabi ini Naila saudaraku yang kadang aku ceritakan padamu, awas dia pesilat tangguh! Kamu nggak bisa mecem-macem deh sama dia!\" Naura nyerocos seperti kereta api memperkenalkan Naila pada sosok cowok indo.
\"Yah Naura memang gue mau ngapain dia, siapa namanya Nai…Nai...\" Fabian menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.
“Naila!” Naura menegaskan.
Tanpa menunggu lama Fabian mengulurkan tangan dan mengajak bersalaman.
Naila mengulurkan tangannya yang gemetaran kedinginan, belum sempat bersalaman Naila bersin dan menyemburkan air liur ke muka Fabian.
\"Aw shit! Damn!\"
\"Maaf, maaf,” Naila spontan dan kaget.
\"It’s ok!\" Cowok menjulang bernama Fabian, segera mengusap wajahnya dengan tissue yang tersedia di meja.
Naura segera mengambil teh di mug besar yang biasa dipakai minum berdua dengan Naila dan menegukkan ke mulut Naila.
Naila langsung meminum tanpa ragu, karena mereka terbiasa berbagi minuman teh.
Kerap kali Naila yang membuat teh di mug besar, lalu mereka meminumnya bersama-sama. Kebiasaan kecil yang terbawa sampai dewasa. Seperti waktu lalu kerap berbagi teh dalam botol dot atau gelas plastik di masa kecil mereka.
\"Ya udah Nai, besok-besok deh perkenalannya lagi sama Fabian. Kamu tampak pucat, cepetan mandi dan ganti baju!\"
Naura memberi kebebasan Naila untuk segera berlalu dari dirinya dan Fabian.
Cowok bernama Fabian masih mengusap-usap wajahnya yang tersembur air liur Naila.
\"Nau kok kamu minum teh bareng dia sih! Dia kan lagi flu! Entar kamu ketularan batuk pilek lagi! Virus dia menular ke kamu!\" Fabian memperingatkan Naura yang dianggapnya sembarangan minum bersama dalam satu mug.
Naila yang belum jauh beranjak mendengar kalimat Fabian barusan mendadak sebal dengan nada cowok indo yang baru saja mau dikenalkan Naura. Padahal Naila sempat terpesona dengan ketampanannya, sayang perkataan-perkataan dia terdengar menyebalkan. Hanya saja minum satu mug milik Naura maka dia akan menulari virus.
Wajah Fabian menurut Naila mengingatkan personil One Direction Zayn Malik yang menurut survey memiliki wajah terganteng.
Tapi mendengar nada bicaranya yang kasar barusan shit dan damn juga menuduh akan menularkan virus flu-nya gara-gara segelas teh bersama Naura membuat ilfeel dan ingin segera masuk ke dalam rumah.
***
Di ruang tamu, papa dan mama sedang asik dengan tamunya juga, yang perempuan cantik dan sangat Indonesia. Sedangkan yang pria sepertinya orang asing dan garis wajahnya mirip dengan cowok indo tengil yang tengah duduk di teras.
Naila ingin cepat kabur tanpa harus basa-basi, nyatanya papa dan mama memanggilnya.
\"Naila yo kasih salam dulu,\" Mama Miranda memanggil dirinya yang sudah menutup wajahnya agar tidak tampak dari samping.
Naila mau tidak mau melangkah mendekat dengan berusaha menahan agar dirinya tidak bersin-bersin. Naila mengulurkan tangan untuk memberi salam dan segera pamit dengan sesopan mungkin.
Ternyata mereka orang tua Fabian. Untungnya mereka lebih ramah.
***
Sampai di kamar belakang, Ibu Ratna langsung menyuruh Naila mandi dan membalurkan minyak kayu putih disekujur tubuhnya.
Teh celup dengan campuran creamer adalah variasi teh kegemaran Naila juga Naura.
Sesekali mereka minum bersama dalam satu mug besar teh caramel Naila dan Naura yang tidak kalah enak dengan teh tarik.
Naila menyesap mug teh creamer-nya dengan nikmat. Rasanya pas sekali dingin-dingin menyeruput teh creamer panas.
Jam menunjukan pukul 19.30 malam Minggu yang hujan. Seperti dirinya yang menangisi sesuatu yang hilang dan menyesakan dada.
Besok Minggu tidak akan ada lagi main bersama Arjuna, tidak hanya Minggu tapi hari-hari selanjutnya pun pasti sudah tidak ada. Semua usai dengan jadiannya Arjuna dan Naura di hari valentine.
Naila menyesep sisa teh creamer buatan ibunya, samar terdengar suara gelak tawa mama Miranda dan papa Ramon yang tengah ramai bercerita dengan tamunya.
\"Naura lagi ngobrol sama dengan ...ehh...siapa tadi Fabian?\" Naila diam-diam mengendap perlahan ke kamar tamu yang letaknya di samping ruang tamu. Satu-satunya cara untuk bisa mengintip tamu yang sedang duduk di teras.
Sambil menggenggam mugnya Naila mengintip Naura dan Fabian dari tirai balik jendela.
Tampak Naura sesekali terbahak sementara Fabian juga terbahak heboh. Entah apa yang tengah mereka bicarakan.
Selama ini Naura tidak pernah bercerita punya kenalan cowok berwajah indo. Entah blasteran mana tuh cowok. Wajahnya ganteng benar-benar mirip Zayn Malik personal One Direction yang wajahnya ganteng dan ramah.
Naila jadi merasa malu dan bersalah karena tadi sehabis salaman tidak sengaja telah menghujani wajahnya dengan bersinan dan air hujan.
Tapi Naila merasa sakit hati saat kata \'shit!\' \'Damn!\' keluar dari bibir cowok indo yang tengah tertawa memamerkan giginya yang putih bersih.
\"Nai nggak baik ngintip orang bertamu ayo ke belakang!\" ternyata ibunya tahu dia tengah mengintip Naura dan Fabian.
Pas teh creamernya tandas dan rasa hangat menjalari tubuhnya, Naila berlalu menuju kamarnya.

Other Stories
Keluarga Baru

Surya masih belum bisa memaafkan ayahnya karena telah meninggalkannya sejak kecil, disaat ...

Bisikan Lada

Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui ...

Melepasmu Untuk Sementara

Perjalanan meraih tujuan tidaklah mudah, penuh rintangan dan cobaan yang hampir membuat me ...

Pra Wedding Escape

Nastiti yakin menikah dengan Bram karena pekerjaan, finansial, dan restu keluarga sudah me ...

2r

Fajri tahu Ryan menukar bayi dan berniat membongkar, tapi Ryan mengungkap Fajri penyebab k ...

FILOSOFI SAMPAH (Catatan Seorang Pemulung)

Samsuri, seorang pemulung yang kehilangan istri dan anaknya akibat tragedi masa lalu, menj ...

Download Titik & Koma