Tea Love

Reads
3.2K
Votes
0
Parts
26
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

5. Feeling

 Naila membuka buku diarynya mulai menulis perasan aneh yang merayapinya.
Dear Diary...
Hampir enam tahun bersahabat dengan Arjuna, baru hari ini aku merasakan sesuatu hilang dari hatinya.
Sore tadi semuanya begitu lekat dalam pandangan mataku begitu dekatnya Arjuna dengan Naura.
Dan sore ini aku merasakan sesuatu hilang dalam hatiku.
Tatapan Arjuna sangat sayang...bahkan lebih dari sayang... pada Naura. Tatapan cintakah itu?
Jujur meskipun dia sudah menjadi saudara dari kecil, nyatanya aku merasa cemburu atas kedekatan mereka.
Jantungku tidak bisa berhenti berdetak lebih keras. Kerongkongan terasa kering saat melihat kedekatan mereka saat berboncengan. Aku harus bagaimana? Arjuna bisakah dia tahu perasaanku padanya? Enam tahun ternyata tidak ada artinya apapun untuknya tentang aku.
***
Saat menulisdiaryini tak terasa air mata Naila menetes.Tadi untuk pertama kalinya Arjuna melihat langsung Naura langsung salah tingkah. Sesuatu yang tidak pernah Naila lihat pada diri sahabatnya. Arjuna selama ini tidak pernah salah tingkah ketika ada mahluk cewek. Arjuna sosok yang dingin bahkan Naila merasa kalau Arjuna hanya bisa dekat dengannya itupun karena mereka sudah mengenal bertahun-tahun.
Selain dengan dirinya Arjuna tidak pernah dekat dengan cewek selama ini. Naila merasa dirinyalah satu-satunya cewek terdekat dan Naila berharap untuk tidak hanya sahabat.
Nyatanya tadi....
Arjuna yang di awal Naila anggap hanya bisa berbicara dan bercanda lepas dengannya juga bercurhat akan rencana perceraian orang tuanya ternyata tadi bisa juga langsung akrab dengan Naura.
Apalagi Naura juga bisa langsung mengimbangi percakapan Arjuna. Naila yang berada di belakang sepeda balap Arjuna bisa mendengar mereka bercakap, berbisikdan tertawa di perjumpaan pertama.
Dan jujur seumur-seumur baru kali ini ada rasa jengkel karena cemburu tak jelas menyelimuti hati Naila.Mengalirkan rasa benciyang sangat sulit untuk diungapkan.
Bagaimana mungkin Arjuna cowokpertama yang membuat hatinya merasa nyaman harus Naila lepaskan begitu saja meskipun demi saudaranya.
Hatinya bimbang mengingat Naura saudara berbagi minuman teh dari kecil, keluarga yang sangat baik karena dari cerita ibunya telah menyelamatkan dirinya dan ibunya dari jalanan. Bagaimana jadinya bila lima belas tahun lalu Tante Miranda tidak menampung mereka dalam rumahya.
Tapi ini masalah cinta bisakah dirinya untuk mengalah juga...selama ini Naila selalu mengalah untuk Naura karena ibu mengajarkan dirinya sebagai kakak harus bersikap mengalah dan melindungi Naura adiknya.
***
Naila menghentikan menulis diarynya karena tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dan menyembul wajah Naura yang ceria.
Naila segera menyimpan buku hariannya di kolong. Di lempar begitu saja karena tidaksempat menyimpan di almari, segera menghapus air matanya.
\"Nai barusan Juna SMS lho.” Wajah Naura ceria sekali.
\"Juna kirim SMS?\" Naila mengernyitkan dahi.
“Sejak kapan Juna memberikan nomornya pada Naura?” laras bathin Naila, serasa kecolongan.
Naila menduga pasti tadi saat mereka sempat berduaan di teras sesampainya di rumah, sementara dirinya memilih langsung masuk ke dalam rumah untuk segera mandi.
Nailaterpaksa tersenyum untuk menyembunyikan kalau hatinya merasa panas dan berdebar. Naila tidak ingin Naura tahu perasaan dia sebenarnya pada Arjuna sahabatnya.
Naila malu dengan dirinya yang selama ini tidak bisa berani berterus terang akan perasaannya terhadap Arjuna.
Karena Naila ragu sekaligus malu sepertinya enam tahun menjadi sahabat Arjuna ternyata tidak membawa pengaruh apapun pada Arjuna.Apalagi Arjuna tidak ada kepekaan hati sedikitpun kalau sahabatnya mulai menyukai tidak hanya sekedar sahabat, tapi lebih...cinta...
Berbeda dengan Naura yang baru pertama kali bertemu langsung menempati utama dalam hati Arjuna.
Naila menjadi merasa sangat bodoh dengan menyembunyikan perasaan cintanya selama ini. Sekarang dirinya bisa apa karena sekarang Naura lebih bisa mengambil hati Arjuna. Dan sedihnya Arjuna langsung mempunyai perasaan khusus pada Naura. Keduanya sama-sama saling jatuh cinta pada pandangan pertama.
“Love comes not because the length of time, but love is present with a sudden sense that if there.” (by Hearts Live)
Tidak butuh waktu yang lama menghadirkan cinta karena cinta bisa saja hadir tiba-tiba. Ya cinta yang tiba-tiba hadir bila bertemu hati yang tepat, bukan hati yang telah lama bersama tapi tidak cukup menghadirkan cinta.
Naila memejamkan mata sejenak dan merapatkan bibirnya erat.
***
\"Nai...Nai...ternyata Juna orangnya asik ya,\" Naura tersenyum penuh arti.
\"Hehehe biasa aja sih sepertinya menurut aku, emang kenapa Nau? Kok kamu kelihatan antusias gitu?\" Nailapura-pura cuek sekaligus menebak apa yang tengah dirasakan adiknya.
Naura senyum tersipu-sipu. Wajahnya yang putih merona merah.
\"Arjuna itu pesilat tangguh ya Nai. Gila tadi saat perkelahian duel ama kelompok preman dia melindungi kamu mati-matian lho. Dan kamu juga keren deh! Lompat kesana kemari seperti pendekar cewek.” Tampak mata Naura berbinar indah saat bercerita.
Naila bisa merasakan ketertarikan, kekaguman dan rasa tulus ada dalam tatapan adiknya akan diri Arjuna.
Melihat wajah Naura yang cantik dan polos, jangankan dirinya! Sepertinya orang lainpun tidak tega melukai hatinya. Wajah Naura sangat lugu!She is beautiful with innocent face!
\"Iya Nau, dia sudah sering kali memenangkan kejuaraan pencak silat. Arjuna juga orangnya baik sekali.\"Naila menginformasikan tentang Arjuna sahabatnya.
\"Iya aku tadi lihat dia melindungi kamu saat pengeroyokan. Tampak dia perhatian dan sangat kesatria. Aku mengaguminya Nai.\"Naura berkata jujur.
Naila tersenyum tipis, sebenarnya Arjuna memang selalu melindunginya dan selalu mau mendengarkan bila dirinya sedang ada masalah. Bersama Arjuna tidak ada yang perlu ditutupi termasuk siapa dirinya sebenarnya?
Arjunapun sepertinya sama, segala masalah rencana perceraian kedua orangtuanya selalu terbuka diceritakan pada dirinya. Sampai detik ini Naila tidak pernah bosan untuk menjadi sahabat yang mendengarkan curahatan setiap Arjuna ingin bercerita ketika betapa dirinya sangat marah dan kesal dengan atas keputusan bercerai yang akan dieksekusi ayah dan bundanya.
***
\"Nai latihan pencak silat asik nggak sih? Aku mulai merasa bosan juga sih sebenarnya hanya latihan pianodan lukis.\" Naura memasang mimik lesu.
Naila tahu adiknya sedang bertanya-bertanyatentang kegiatan pencak silat yang sudah diikuti bertahun-tahun pasti karena Arjuna. Kalau bukan karena Arjuna sejak kapan Naura tertarik untuk pencak silat.
\"Hmmm kenapa. Nau kamu mau ikutan gabung pencak silat?\"Naila membelalakanmatanya yang bulat indah, tidak terbayang sama sekali adiknya yang melankolis akan ikut kegiatan fisik yang keras seperti dirinya.
\"Iya kurasa pencak silat bagus buat kesehatan, aku juga ingin sehat seperti kamu Nai! Selain untuk kesehatan, aku juga ingin bisa berkelahi untuk melindungi diri aku sendiri. Memang sih selama ini selalu ada ada kamu yang menolongku bila aku diganggu orang, tapikan kita tidak selalu bersama-sama.” Naura berteori panjang lebar.
\"Nau…Nau… kamu nggak usah bohong deh sama aku, kamu ingin ikutan pencak silat bukan karena alasan barusan? Tapi karena kamu ingin di dekat Arjuna kan?\"Naila menembak langsung.
Tebakan Naila tepat, Naura tersenyum mengangguk-angguk dan pipinya memerah.
\"Kamu Nau!” Naila menjawil hidung bangir Naura.
\"Menurut kamu Nai...Juna itu kira-kira sudah punya pacar belum sih?\" tanya Naura serius.
Kali ini Naura sudah tiduran terlentang di tempat tidur Naila, tatapannya matanya mengarah pada langit-langit kamar.
\"Nau, Juna yang aku kenal nggak pernah punya cewek. Kamu beruntung lho bisa membuat Juna tertarik dengan cewek. Jadi berarti dia masih normal hehehe.\"Naila menetralisir perasaannya dengan bercanda.
\"Maksud kamu Nai dia selama ini belum pernah tertarik dengan cewek gitu?\" Naura mulutnya melongo.
\"Iya aku kira dia tidak bakalan tertarik mahluk cewek, beruntung Nau kamu satu-satunya cewek yang langsung bisa membuat dia terpikat! Aku ikut senang kalau sahabatku Arjuna ternyata terbukti cowok normal!\" Naila mempertegas sambil tersenyum, walau dalam hati kecewa.
\"Hehehe Nai…Nai…ada-ada saja!” tampak Naura senang dengan informasi barusan dari Naila sebagai sahabat dekat cowok yangsudah mencuri hatinya.
\"Nai kamu kan sudah kenal bertahun-tahunsama Juna, kamu pernah ke rumahnya?\" Naura bertanya lebih mendalam lagi. Naila tercekat selama ini belum sekalipun dia tahu rumah Arjuna, persahabatan mereka terjalin mengalir begitu saja karena sama-sama satu tim di Perguruan Tinggi Pencak Silat Merpati Putih.
Selebihnya tidak terpikir untuk Naila sesekali berkunjung ke rumah sahabatnya yang memang agak jauh dari rumah mereka. Yang Naila tahu dari cerita Arjuna kalau ayah dan bundanya Juna tengah ribut terus dan minggu lalu Juna sangat terpukul karena mereka memutuskan akan bercerai.
Naila sangat kasihan melihat Arjuna selama mengenal biasanya masih bisa bersikap tegar saat bercerita bundanya yang kerap dipukuli ayahnya dan dia membelanya, tiba-tiba menjadi tidak berdaya karena perceraian yang akan terjadi.
\"Nai udah pernah ke rumahnya belum?\" Naura mengulang pertanyaan yang sama.
Naila menggelengkan kepala.
Naura menarik nafas panjang, mengerucutkan bibirnya dan mengangguk-angguk.
Naila tersenyum kecut. Ini pertama kali seumur-umur Naura banyak bertanya tentang cowok.
Memang pas kalau dirinya menjadi sumber bertanya apapun tentang Arjuna, sepertinya Arjuna sudah menceritakan kalau mereka bersahabat sudah bertahun-tahun. Semakin Naura yakin kalau tak terlintas sedikitpun Arjuna menganggap kedekatan mereka sebagai pacaran.
Apakah karena penampilan diri Naila yang terlalu tomboy seakan hatinya tidak akan tersentuh perasaan cinta. Naila menyimpan satu rasa yang sekarang semakin tidak mungkin terungkap.
\"Nai titip salam buat Juna ya, hmmm aku ngantuk...sampai besok. Kamu nggak tidur di kamar aku saja?\" pinta Naura.
\"Nggak ah nanti kamu tanya tentang Juna terus, kapan aku tidur.\" Naila menolak sambil ngeledek.
\"Hehehe iya sih, aku ingin tahu banyak tentang diaNai...bantu aku ya bisa merebut hati Arjuna sepenuhnya.\" Naura tersenyum riang.
Nailamenganggukperlahan.
***
Naila termangu sebentar dan berjongkok mengambil diarynya yang terpuruk di kolong tempat tidur. Dan meneruskan untuk menulis.
Diary
Aku harus segera menyingkir dari sisi Arjuna bila Naura benar-benar menyukainya. Kalautidak aku akan selalu merasa sakit hati.... Apalagi sepertinya cinta Naura disambut oleh Arjuna. Melihat sore tadi Arjuna berubah! Dia bukan Arjuna yang aku kenal bertahun-tahun. Arjuna yang sepertinya tengah kasmaran dengan tiba-tiba. Matanya begitu menyimpan rasa penasaran akan Naura.
Hal yang sama juga Naura rasakan...cinta pada pandangan pertama telah membuat mereka saling jatuh cinta.
Ada yang menyakitkan aku selama ini tidak memiliki arti apapun baginya setelah kebersamaan bertahun-tahun.
Aku hanya sosok sahabat yang selamanya hanya akan jadi sahabat buat Arjuna, tanpa Arjuna pernah tahu sahabatnya yang bertahun-tahun dekat di dekatnya telah berubah.
Berubah tidak sekedar merasa jadi sahabat, aku ingin menjadi orang yang engkau cintai...karena aku mencintaimu ....
Aku mencintai apa adanya kamu Juna, aku ikut merasakan kesedihan kamu saat pertengkaran orang tuamu semakin meruncing bahkan akan berujung pada perceraian.
Aku bisa memahami apa yang kamu alami karena kamu juga selalu membuat aku merasa nyaman untuk bercerita tentang aku yang hanya memiliki ibu, aku sendiri tidak tahu kemana ayahaku? Hanya kamu Arjuna yang bisa menjadi teman bercerita jika aku tengah merindukan sosok ayah.
Ah sudahlah aku harus bahagia karena kamu. Juna sepertinya sudah menemukan sosok yang bisa membuat dunia kamu berwarna...kata orang cinta itu akan membuat hidup kita akan lebih berwarna...dan aku harus lebih bahagiakarena dia saudara yang aku sayang.
Rasa ini …rasa cinta ini hanyalah khayalanku hingga kenyataan menjemput …dan aku hanya kepingan debu....

Other Stories
Teka-teki Surat Merah

Seorang gadis pekerja klub malam ditemukan tewas dalam kantong plastik di taman kota, meng ...

Mewarnai Bawah Laut

ini adalah buku mewarnai murah dan meriah untuk anak kelas 4 sd ...

Bahagiakan Ibu

Ibu Faiz merasakan ketenteraman dan kebahagiaan mendalam ketika menyaksikan putranya mampu ...

Menolak Jatuh Cinta

Maretha Agnia, novelis terkenal dengan nama pena sahabatnya, menjelajah dunia selama tiga ...

Test

Test ...

Akibat Salah Gaul

Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...

Download Titik & Koma