1. Chilhood Story
\"Ayo Naura dan Naila… diminum susunya lalu bobo! Besok kalian berdua kan masuk sekolah,\" kata Ibu Ratna lembut.
Ibu Ratna melihat jam sudah menunjukkan pukul 20.30, waktu kedua putrinya harus tidur.
Besok mereka yang masih sekolah di Taman Kanak-Kanak Gardenia di dekat kompleks perumahan masuk pukul 07.30. Kalau tidur kemalaman, biasanya pagi hari akan susah bangun. Makanya ibu Ratna membiasakan mereka tertib sebelum pukul 20.00 diusahakan sudah harus tidur.
“Nau nggak mau minum susu, Ibu. Nau mau minum teh seperti yang diminum Nai!”rengek Naura kecil melihat saudaranya tengah asik minum teh hangat di mug.
“Naura harus minum susu, biar kuat dan sehat,” bujuk Ibu Ratna.
“Nggak mauuuuu! Kalau Nau minum susu, Naila juga harus minum susu! Pokoknya harus sama!” protes Naura kecil.
Menjelang tidur malam, Naila memang sengaja Ibu Ratna minumkan teh saja, karena tidak enak hati kalau harus ikut-ikutan Naura yang notabene adalah tuan kecilnya untuk sama meminum susu.
Naila terbiasa minum teh saja sejak Ibu Ratna tinggal di rumah Miranda. Semakin hari Naura juga semakin tidak mau minum susu, maunya minum teh seperti yang diminum Naila.
Seperti malam ini,Naura mulai kesal. Apalagi sehari ini melewati dua les yang melelahkan, jadi sepertinya kecapaian.
Hari ini Naura mengikuti les melukis dan les berenang, membuat dirinya kelelahan dan memengaruhi mood-nya. Anak-anak akan cepat marah dan tidak menurut bila kondisi fisiknya lelah. Malam ini Naura tidak mau menaati perintah Bu Ratna.
Biasanya Naura masih mau dibujuk kalau Naila tetap minum teh, sementara Naura minum susu lalu tidur.
Tapi malam ini Naura bersikeras, apapun harus sama dengan Naila .Memang karakter anak-anak biasanya dalam beberapa hal selalu ingin sama dengan saudara dan teman-temannya.
Bu Ratna tidak ada pilihan agar Naura mau cepat tidur. “Baiklah Naura, Ibu buatkan teh seperti Naila ya, tapi janji habis ini bobo!?” kata Ibu Ratna lembut.
Naura mengangguk-angguk tersenyum setuju. Memang setelah Naura menghabiskan satu mug teh bersama Naila, Naura menepati janjinya segera ke tempat tidur dan bobo.
***
Semakin hari apapun maunya Naura harus sama. Apa yang dimakan Naila maka Naura juga minta, padahal apa yang dimakan Naura pastilah makanan yang jauh bergizi karena dibelikan oleh mamanya sepulang dari kantor.
Hanya saja Ibu Ratna tidak mau menggunakan kesempatan itu untuk memberikan makanan dan minuman yang sama pada putrinya.
Naila dibiasakan makan apa adanya yang tersaji, sementara Naura ada saja makanan tambahan yang memang dibelikan Mama Miranda khusus makanan untuk anak-anak.
Sebenarnya Mama Miranda tidak pernah menghitung-hitung apa yang dia stok buat Naura, bahkan Mama Miranda mengizinkan Ibu Ratna agar Naila memakan juga makanan yang Mama Miranda belikan untuk Naura.
Mama Miranda berharap dengan bersikap sayang dan adil pada Naila, maka Ibu Ratna juga akan menyayangi Naura seperti menyayangi Naila, putrinya.
Kenyataannya memang Ibu Ratna memberikan porsi kasih sayangnya sama pada Naila dan Naura. Selalu berusaha bersikap adil pada dua gadis kecil yang sehari-hari dijaganya.
Ibu Ratna bukannya menolak keleluasaan dari Mama Miranda agar Naila juga memakan yang sama dengan Naura, hanya saja Ibu Ratna tidak mau mengambil kesempatan itu. Ibu Ratna lebih baik bersikap jujur.
Dirinya dan putrinya tetap makan dan minum yang disiapkan untuk semuanya, Ratna tidak mau memanfaatkan makanan dan minuman khusus untuk Naura juga harus diberikan pada Naila. Menurut Ibu Ratna, ada batas-batas untuk tidak memakan dan meminum yang bukan miliknya.
Naila sudah dari kecil terbiasa minum teh dengan sedikit gula, kadang saja Naila diberi susu bila Ibu Ratna jika punya uang. Susunya juga bukan susu luar negeri seperti punya Naura. Susu formula dalam negeri yang harganya jauh lebih murah. Biasanya Naila dibelikan susu bila dirinya menerima gaji dari Mama Miranda.
Tapi karena selalu bersama-sama, akibatnya Naura menjadi ikutan terbiasa menyukai teh yang diminum Naila.
Naila sesekali meminum susu sisa Naura yang kekenyangan dan tidak mau menghabiskan susunya, tapi malah milih meminum teh milik Naila.
Kalau sudah minuman susu sisa dari Naura, baru Bu Ratna meminumkan pada Naila agar tidak terbuang percuma begitu saja. Mengingat susu Naura adalah susu yang sangat mahal, sepertinya sayang kalau hanya diminum setengah lalu dibuang.
Dua gadis kecil terbiasa bertukar minuman. Tidak hanya minuman, tapi juga mainan, baju, buku, dan barang-barang sekitar.
Ibu Ratna tidak bisa berbuat apa-apa kalau apa yang diminta maunya sama,karena bila dilarang, maka yang ada tangisan dari salah satu mereka. Usia yang tidak terpaut jauh dan kebersamaan yang membuat Naura dan Naila maunya serba sama dalam segala hal.
Terkadang saja mereka berebut dan ribut sedikit-sedikit. Namanya juga anak-anak,setelah ribut berebut, mereka akan rukun lagi dan melupakan kemarahan mereka.
***
Malam semakin larut, tapi dua gadis kecil yang sudah masuk TK itu masih saja bercanda.
\"Ibu...Ibu, Naila boleh tidur bareng aku nggak? Aku kesepian tidur sendiri,”pinta Naura.
Naura sebenarnya terbiasa tidur sendiri, tapi entah kenapa malam ini dia ingin Naila tidur bersamanya. Apalagi Mama Miranda juga belum pulang dari kantor, jadi tidak bisa menemani Naura menjelang tidur malam.
Terkadang kalau tidak lembur, Mama Miranda menyempatkan diri untuk menemani jelang tidur putrinya sambil mendongeng.
Tampak raut bingung di wajahIbu Ratna.
\"Naila biar tidur sama Ibu saja ya. Ayo Sayang, tidur di kamar Nau, Ibu temani ya. Mama Miranda sebentar lagi pulang kok,”bujuk Ibu Ratna terhadap Naura.
Ternyata sampai larut malam Mama Miranda yang ditunggu belum juga datang, dan Naura juga tidak bisa tidur. Terpaksa Ibu Ratna mengizinkan Naura gabung tidur bersama dirinya dan Naila di kamar belakang. Karena Ibu Ratna dan Naila merasa tidak enak kalau harus tidur di kamar Naura yang nyaman dingin ber-AC itu.
Bersyukur Mama Miranda tidak marah kalau putrinya tidur besama Ibu Ratna dan Naila di kamar pembantu.
“Sudah, turuti saja kemauan Naura, Bu Ratna.Yang penting Naura dan Naila bisa tenang dan saling rukun. Saya malah senang Naura ada teman sebaya, jadi tidak egois. Mengingat kesibukan kami di kantor tidak bisa menemani. Kami sangat senang Ibu Ratna bekerja di sini. Masalah tidur, makan, baju atau mainan, juga nanti masuk Sekolah Dasar biar bareng saja berdua Naura dan Naila. Ibu nggak perlu sungkan-sungkan ya,” Mama Miranda penuh kekeluargaan mengatakan rasa tidak keberatannya.
“Terima kasih Mama Miranda, atas kepercayaannya,” Ibu Ratna berkata santun.
Jadilah kemanapun Naura dan Naila selalu berdua. Dari Play Group, TK, mereka belajar dan bermain bersama.
***
Dalam hal karakter, Naila lebih pemberani dibandingkan Naura yang kalem. Naila juga kerap bersikap seperti pelindung. Mungkin karena terbiasa melihat ibunya yang bersikap sangat melindungi Naura, makanya Naila mencontoh apa yang ibunya lakukan terhadap Naura.
Ibu Ratna sangat menjaga amanat untuk menjaga putri kesayangan Mama Miranda dan Papa Ramon. Bahkan kadang lebih mengutamakan Naura dibandingkan dengan Naila. Naila lebih sering disuruh ibunya untuk mengalah dalam segala hal.
Jika tengah berebut barang mainan, buku, baju atau lainnya, pasti Ibu Ratna akan menyuruh Naila untuk mengalah, “Naila, ayo berikan pada Naura, bergantian! Kalau Naura sudah bosan, pasti juga akan diberikan padamu.”
Other Stories
Bisikan Lada
Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui ...
Titik Nol
Gunung purba bernama Gunung Ardhana konon menyimpan Titik Nol, sebuah lokasi mistis di man ...
Cinta Koma
Cinta ini tak tahu sampai kapan akan bertahan. Jika semesta tak mempertemukan kita, biarla ...
Dari Luka Menjadi Cahaya
Azzam adalah seorang pemuda sederhana dengan mimpi besar. Ia percaya bahwa cinta dan kerja ...
Hati Yang Beku
Jasmine menatap hamparan metropolitan dari lantai tiga kostannya. Kerlap-kerlip ibukota ...
Separuh Dzarrah
Dzarrah berarti sesuatu yang kecil, namun kebaikan atau keburukan sekecil apapun jangan di ...