Takdir Cinta

Reads
750
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
takdir cinta
Takdir Cinta
Penulis Nenny Makmun

11. Kaffah

Sempat merasakan berada di puncak ketenaran sebagai artis, kini kehidupan suda Ramon berubah total.
Keterpurukan dari sisi ekonomi yang pernah menimpa kehidupan pria yang lebih dikenal dengan Ramon “Mari Berdendang Riang” ini.
Seperti yang diketahui program televisi yang membawanya menjadi artis tenar dicabut hak siarnya sehingga tak lagi dapat ditayangkan.
Namun hal ini tidak membuat Ramon patah semangat. Sebagai isteri yang telah berusaha maksimal menerima saat dirinya dalam keada-an rekening nol, tak mempunyi pekerjaan, dan krisis kepercayaan.
Mayang selalu berusaha membangkitkan semangatnya, mengajaknya untuk hijrah, dan tetapi ingin dicintai dengan kekurangan yang ada pada dirinya.
Tidak lain hanya untuk bersama-sama, bergandengan dengan romantis menuju jannah yang Allah janjikan jika kita pun mau menjalankan semua perintahnya secara kaffah.
Pernyatan-pernyataan suamiku yang sungguh membuat hati adem.
Menurut Ramon,\" Kemarin jadi artis tidak menjamin ketentraman karena suka lupa salat kalau shooting. Sekarang hidup kami memang lebih sederhana tetapi berkah. Asoy lah, berdagang baju dan siomay, tahu, cilok, ada soto mie, ayam penyet banyak deh.”
\"Namanya juga hidup seperti roda yang terus berputar. Saat di bawah kita bangkit lagi. Saat di atas tidak sombong. Di atas dan di bawah wajib bersyukur. Sudah tugas kita itu aja! Jalani! Hidup ini harus kerja keras. Enggak usah malu kerja apa pun, yang penting halal, Alhamdulillah,\" ujarnya.
Ramon juga merasa beruntung memiliki istri yang pengertian dan selalu bersabar. Inilah perkataan Ramon akan Mayang, \"Dia seperti peri di hidup saya, Alhamdulillah dia sangat mengerti dan bisa mengatur keuangan lebih baik. Saya terus dikasih pengertian dan penguatan kalau hidup kita sekarang sederhana saja ... tapi Insya Allah berkah,\" ungkapnya.
Ya Allah kata “Alhamdulillah”, rasa syukur yang terus terucap dari suami tercinta sungguh saya ingin selalu mendampinginya dalam suka dan duka sampai akhir hayat memisahkan kami dan bertemu kembali di jannah-Nya.
Kami sekarang tidak ngoyo untuk mengejar materi. Ingin lebih memperdalam agama dan dekat dengan Allah, mungkin ini sudah jalan Allah kami diberikan hidayah.
Hidayah itu penting seperti kita membaca surat Al-Fatihah dengan sepenuh hati, kita harus belajar untuk lebih menekuni pengetahuan agama Islam.
Jika kita mengaku sebagai orang Islam dalam hal apapun kita harus mau diatur, karena dalam Islam dari bangun tidur, makan, minum, berbicara, memotong kuku sampai akhirnya kita tidur lagi sampai bahkan maaf buat suami isteri untuk berhubungan badan semua diatur dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Berislam ya harus kaafah jangan mau yang enaknya saja!
Banyak hal yang harus dipelajari seperti apa hal-hal yang mudharat? Apa yang akan kamu dapat dari sholat? Kenapa kamu baca Al-Qur’an? Muhammad itu siapa? Tahu kamu keluarnya dari isteri, anak-anak beliau, dan sahabat-sahabatnya? Bagaimana bentuk Allah?
Memang semua sudah terjawab saat kita melihat dari ciptaan Allah, tapi harus kita belajar mencari jawabnya lebih sempurna dan banyak.
Inilah kembali pentingnya kita mengikuti kajian, pengajian dan taklim.
Allah Maha Segalanya kita diciptakan Allah jadi sudah jadi kewajiban kita harus mentaati-Nya.
Hidup di dunia ini hanya sebentar ketika sedih dan bahagia datang silih berganti aku merasa biasa saja yang terpenting selama kita tetap dalam jalur ketaatan kepada-Nya semua kita jalani dengan tenang dan sabar.
Berusaha tenang karena badai akan datang dan badai akan reda itu terus berputar sampai saatnya Allah memanggil kita untuk kembali.
Ya begitu semakin ke sini kami semakin menjalani lebih tenang menghadapi hidup, menjalani ibadah Alhamdulilah semakin sadar hidup di dunia selalu pilihan akan jadi pahala atau dosa.
Ujian apa saja free will kita mau enak di dunia tapi rugi di akhirat? Atau sebaliknya. Dan kami memilih untuk berkaca mata akhirat sebagai tujuan akhir, jadi lebih berhati-hati.
Dalam mencari rezeki kuncinya sabar, qanaah dan bersyukur, seberapapun Insya Allah cukup.
Dan Allah menjamin rezeki setiap umatnya. Bisa jadi ada kesempatan mungkin memperoleh pendapatan yang besar tapi jika dipikir kembali banyak mudharatnya lebih baik dihindari.
Dipikir-pikir kebahagiaan dunia itu menipu semua. Mungkin seperti saat masih jadi artis pendapatan yang diperoleh bisa membuat kita banyak membeli rumah, tapi kita jadi lupa untuk menyicil rumah kita di akhirat yaitu jannah yang merupakan tujuan akhir hakiki kita.
Tentu saja saya tidak mau saatnya saya pulang menghadap-Nya, kami tidak mempunyai rumah di sana.
Saya dan suami selektif apapun karena konsep akhirat jadi pertimbangan, apa yang akan kita jalani atau tawarkan kepada kita membawa pahala atau dosa?
Rezeki kita sudah ditetapkan sebelum penciptaan langit dan bumi tergantung kita meraihnya, mau pakai cara halal atau haram?
Jadi saat ada rezeki besar, tapi kita harus tolak karena cara mendapatkannya kita tahu tidak halal.
Yakinlah kalau itu memang rezeki kita pasti Allah akan memberikan kita meraihnya dengan cara yang halal, bersabarlah terkadang selalu ada ujian agar kita bersabar dalam mendapatkan hak kita yang sudah Allah tetapkan.
Pasti kalau rezeki dia akan kembali ke kita dengan kita cara mendapatkannya secara benar halal entah gimana caranya.
Saat ini kami tidak lagi tertarik untuk memaksa-kan diri membeli hal-hal yang berurusan dengan bunga bank karena hukumnya riba, jadi tenanglah tidak ada hutang dan tidak tertarik membeli yang kita memang tidak mampu.
Ramon juga sudah sangat selektif apabila ada tawaran yang berurusan dengan televisi, di tidak mau kalau urusannya antara halal dan haram masih bercampur, harus tegas halal atau haram!
Selain bisnis sekarang paling jadi host di acara-acara off-air. Acara televisi kalau bukan untuk urusan dakwah, dia sudah tidak mau.
Untuk program dakwahnya pun tidak mau sembarang ustad, istilahnya ustad pelawak yang tidak berani tegas untuk mengatakan halal dan haram.
Dakwah yang menginspirasi akan mendatang-kan rezeki pahala buat kita. Juga talk show yang ada cela-celaan juga tidak mau.
Penampilan Ramon begitu berubah, kini dirinya memilih memelihara janggut dan menggunakan celana kebesaran semata kaki dan kening yang menghitam.
Kalau kening hitam bukan karena sengaja dije-dotin tapi memang setelah umroh dan berniat untuk hijrah keningnya menghitam.
Sungguh perubahan Ramon menjadi hijrah yang sesungguhnya adalah prestasi terbesar juga bagi saya sebagai isterinya.
Bukan bermaksud sombong tapi saya ingin memotivai pembaca kaum hawa untuk membantu suami yang tengah terjatuh dan membimbingnya ikhlas dan sabar mengikuti seperti yang menjadi pegangan hidup kita Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Dalam proses berhijrahnya saya dan Ramon mendapatkan banyak rintangan. Cibiran bahkan dikira penganut aliran sesat sempat menimpa kami. Ramon sekarang memilih mengenakan peci dan celana kebesaran di atas mata kaki.
Kami ingin perlahan menjadi kaffah, hingga tahun lalu pun saya memutuskan juga untuk menggunakan busana lebih syar\'i yang dilengkapi dengan cadar.
Jadi ada ceritanya mengapa saya bercadar?
Jadi saat umroh saya pernah digodain laki-laki padahal sebelah saya ada suami. Dalam hati berpikir pasti ada yang salah, kemudian saya memilih pakai cadar supaya kecantikan saya hanya dinikmati suami. Izin dulu ke suami, sebenarnya sudah lama saya juga ingin pakai cadar.
Setelah umroh baru mantap berhijrah, biar suami saja yang melihat kecantikan saya karena itu hak penuhnya dia.
Sekarang ini berharap kehidupan yang dijalani sekarang bisa membawa berkah sepanjang hidupnya.
Kami tidak muluk-muluk, harapannya hanya yang penting semua yang kami jalani ini berkah. Keinginannya untuk kami semakin dekat dengan Allah begitu kuat.
Ramon juga banyak menggali soal Islam lewat gadget-nya. Menurut dia kayak begini saja kehidupan kita sudah nyaman. Pakai koko atau kaos kalimat motivasi agamis, peci, dan celana gombrong. Kalau cari ilmu bisa lewat mana saja. Sesibuk apapun berusaha menggali ilmu agama lewat bisa juga gadget saja.
Kalau proses itu memang tidak mulus, ada saja rintangannya. Pernah dikira kami itu aliran-aliran apalah.
Tapi keluarga kami yang menguatkan, mereka membela kita kalau kita pasti lebih kuat dari perkiraan orang.
Jadi sekarang apapun kita berusaha menghadapi berbagai cibiran kami senyum saja menghadapinya.
Sekarang yang kami harapkan semua yang dijalani mendapatkan kucuran rahmat dan berkah serta semakin dekat dengan Allah.
Hidup kami sekarang memang lebih sederhana, tetapi kami selalu bersyukur. Berharap restu Allah selalu ada untuk kami, terima kasih untuk semua yang selalu ada mendukung kami.
Doakan kami bisa bersama mencapai tujuan akhir kami yaitu jannah.
“Ya Allah saya ingin menggapai jannah bersama suami yang teramat saya cintai Ramon mantan baginda tari yang tengah terus berusaha berhijrah di jalan-Mu. Berikan hamba kekuatan dan kesabaran untuk mendampinginya sampai akhir hayat kami berasama. Aamiin ...”
Alhamdulillah

Other Stories
Kuntilanak Gaul

Rasa cemburu membuat Lydia benci kepada Reisha. Dia tidak bisa terima saat Edward, cowok y ...

Mozarella (bukan Cinderella)

Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseora ...

Haura

Laki-laki itu teringat masa kecil Haura yang berbakat, berprestasi, dan gemar berpuisi, na ...

Mozarella Bukan Cinderella

Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseo ...

Rembulan Di Mata Syua

Syua mulai betah di pesantren, tapi kebahagiaannya terusik saat seorang wanita mengungkapk ...

Dari 0 Hingga 0

Tentang Rima dan Faldi yang menikah ketika baru saja lulus sekolah dengan komitmen ingin m ...

Download Titik & Koma