Takdir Cinta

Reads
752
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

10. Psoriasis Dan Dunia Jin

Selain liku-liku finansial yang harus kami hadapi ada hal juga yang sampai sekarang kerap membuat saya harus semangat untuk bertahan.
Ya Allah memberi saya sakit fisik dan juga cobaan jiwa atau hati. Dalam cerita ini adanya penyakit fisik saya yang disebut pseoriasis dan juga sakit hati karena ulah dunia jin.
Dan aku mengidap sakit ini hampir delapan tahun. Ini penyakit sejenis lupus dan belum ada obat penyembuhnya.
Sudah delapan tahun aku hidup bersama penyakit ini, dulu awal tidak terlalu parah tapi semakin kemari sempat sangat parah. Tubuhku menjadi terasa sakit karena kulitku seperti mengelupas, panas, dan berdarah.
Saat awal Ramon bilang ingin serius denganku sudah kusampaikan perihal penyakitku. Dan tentu saja kondisi kulitku yang tidak semulus gadis-gadis yang ada di sekitar dia dan mengharap cintanya.
Ternyata dia juga tidak mempermasalahkan akan penyakitku, akan statusku, perbedaan umur, dan akan kesukaan aku pada hal yang berbau pol kadot.
Ini meyakinkan aku Allah telah mengirim seorang imam dalam hidupku yang tidak sempurna tapi dengan kelembutan hatinya mau berubah menjadi imam yang mau aku ajak untuk meraih jannah-Nya.
Dengan sakitku Ramon sepenunya memberi aku ketenangan, dia tidak mempermasalahkan dan meninggalkan diriku yang jujur merasa sangat tidak cantik dan tidak sempurna.
Hal ini membuat aku untuk tabah menjalani hari-hari dengan sakitku, aku percaya ketika Allah memberi sakit menggugurkan dosa-dosa kita.
Mungkin Allah tengah mempersiapkan aku bila saatnya aku pulang semua sudah dihisab untuk itu setiap hari aku sudah bersabar dengan sakitku yang belum ada obatnya.
Sepertinya Allah memperingatkan kalau aku tidak boleh terlalu sehat, tidak boleh terlalu sakit, tidak boleh terlalu kedinginan, tidak boleh terlalu kepanasan, tidak boleh terlalu stress, semua sebaiknya flat atau biasa saja.
Ya benar kata Rasulullah kita tidak perlu terlalu sedih dan terlalu senang biasa saja, jadi efek positifnya kita bisa bersikap biasa saja.
Mau bagaimana lagi ya Allah sudah kasihnya begini, berpikiran baik saja siapa tahu dengan sakit ini akan jadi penolongku nantinya.
Dulu awalnya aku tetep sedih dan merasa tidak terima divonis sakit ini, saat terberat saat single parents aku merasa minder mana ada suami yang mau badan tidak mulus, ternyata aku disadarkan dengan kehadiran Ramon, yakin kalau Allah kasih jodohnya ada! Pasti ada.
Saya sampai sekarang tetap berikhitiar kalau ada kesembuhan. Dan saya tetap semangat untuk berbagai coba pengobatan.
***
Sementara coban hati atau jiwa percayalah, saya sering kesurupan karena gangguan para jin yang merasuki tubuhku.
Aku kerap mengalami tiba-tiba perutku bengkak sendiri, kepala keluar air, berasa ada yang aneh dalam badanku.
Dan aku menemukan benda-benda aneh seperti paku, mur, peniti, dan saya bisa muntah yang keluar adalah buntut ular. Bahkan bisa buang air besar yang keluar lintah.
Dan ini sudah lama sekali kerap terjadi. Alhamdulillah saya dibantu oleh ustad dengan ruqyah.
Awalnya di ruqyah tidak berefek apa-apa sepertinya para jin di dalam tubuh masih tenang saja mengganggu dan awal ruqyah belum mempan apapun.
Tapi saya bertekad melawan mereka dengan terus ruqyah, ruqyah dan ruqyah berkali-kali secara rutin.
Akhirnya satu persatu para jin mulai keluar bisa 30,50 bahkan 800 jin yang beridentitas sebagai binatang, raja ular, ratu ular, Embah Priuk, Nyai Roro Kidul, dan panglima apalah.
Butuh waktu lama setiap ruqyah. Bisa menghabiskan waktu sampai empat jam, dan tiba-tiba saya seperti koma. Saya hampir mati sudah sampai lima kali.
Ramon sangat ketakutan waktu awal-awal ruqyah karena aku seperti kesurupan. Tentu saja aku tidak menjadi diriku sendiri, tapi menjadi berbgai jin yang tengah bereaksi.
Sungguh sakit memiliki ribuan jin di dalam tubuhku ini, aku kerap merasa kesakitan saat jin-jin itu menyakiti tubuhku.
Karena jin yang menyakiti tubuhku adalah jin-jin kiriman mereka mempunyai perjanjian kalau jin kiriman itu harus menyakiti aku sampai aku mati.
Karena ternyata ada perjanjian antara jin pintar yang menjadi atasan dari jin-jin bodoh yang ternyata disuruh memasuki tubuh manusia dan dukunnya manusia.
Dukunnya manusia inilah yang meminta tolong dikirimnya jin masuk ke tubuh orang yang ingin disakiti. Bahwasannya perjanjian itu jin suruhan yang harus membuat mati orang yang ingin disakiti.
Nyatanya jin-jin suruhan ini menyakiti tubuhku dengan berbagai cara. Aku bisa melihat saat mereka menusuk aku dengan pedang dan tombak, saat kepalaku dipaku dan dibacok, saat tubuhku dimasukin beling, saat punggungku ditancepin tombak, saat ikat pinggang berpaku nancep di perutku, saat leherku ditebas pedang, saat diserang ular, dan anjing.
Bahkan aku sampai melihat jasadku yang seolah-olah aku itu sudah mati akibat perbuatan mereka.
Itu aku disakiti karena jin-jin itu adalah suruhan orang yang mungkin tidak menyukai aku atau mungkin suamiku, sehingga mereka melakukan dengan cara-cara yang sesat.
Tapi sudahlah saya mencoba dengan ikhlas ujian ini dan tetap bersikap huznudzon mereka akan menyadari kesalahan mereka karena pertolongan Allah juga.
Selain jin kiriman, di dalam tubuhku ada jin nasab yaitu jin yang berasal keturunan kakek dari keluarga.
Jadi kakek saya yang dulu-dulu adalah kakek sakti dan menurunkan jin ke anak keturunannya terbawa sampai ke saya.
Memang jin turunan tidak menyakiti seperti jin suruhan atau santet, tapi tetap saja membuat tubuh tidak nyaman karena sudah jelas di dalam Al-Qur’an hidup jin.
Cobaan hati atau jiwa karena jin membawa hikmah tersendiri buat saya, karena sudah saking banyaknya jin keluar masuk dari tubuh saya, maka saya bisa merasakan kalau ada yang mau masuk atau mengganggu kembali dan saya sudah belajar antisipasi.
Bahkan Ramon sekarang pun sudah belajar ruqyah mandiri untuk membantu saya bila tiba-tiba mendapat serangan gangguan lagi.
Saya bertekad membersihkan dalam diri saya sehingga setiap hari saya tidak boleh lepas dari penjagaan diri membaca Al-Qur’an, bentengin diri dengan makan qurma, minum air zam-zam, dan dzikir pagi tidak boleh ditinggalkan.
Bergelut dengan dunia jin baik yang kiriman maupun yang nasab membuat saya jadi belajar akan dunia jin.
Jin kiriman atau jin sihir untuk memutuskannya harus ketemu dulu buhul ikatannya kalau tidak akan bolak-balik kembali ke diri kita lagi.
Jadi saya tahu kalau jin kiriman ada kerjasama antara dukunnya manusia dan pimpinannya jin.
Ternyata jin-jin yang dikirim ke kita itu jin-jin yang kroco-kroco karena ternyata tingkatan jin itu ada banyak ada jin yang bodoh dan jin yang pintar.
Dan yang digunakan untuk nyantet orang adalah jin yang bodoh-bodoh. Di surat An-Nas jin itu sama seperti manusia seharusnya mempunyai tugas beribadah pada Allah. Karena jin bodoh maka dia jin yang tiak mau beribadah malah sebaliknya menyimpang.
Jin nasab harus diputuskan dengan Al-Qur’an dengan memohon, ”Ya Allah putuskan saya dengan jin-jin yang ada di tubuh saya, kembali-kan mereka ke alam mereka agar kembali untuk beribadah pada-Mu.”
Saya jadi belajar ruqyah dan bisa menolong orang lain yang tengah mengalami cobaan hati atau jiwa akibat ulah jin kiriman manusia.
Jenis-jenis jin banyak, seperti manusia ada yang Islam dan kafir. Bahkan saya sudah banyak mengislamkan jin dengan bersyahadat.
Jin yang sudah masuk Islam mereka akan ber-dakwah di dunia jin untuk mengikuti perintah Allah.
Itulah cobaan sakit fisik dan cobaan hati yang saya alami. Allah Maha Baik aku yang sakit psoriasis dan mendapat cobaan hati/jiwa yang membuat aku suka kesurupan, ternyata Ramon suami tetap sayang. Bahkan terasa semakin menyayangi diriku.
Dan ya Allah inilah yang benar-benar aku syukuri sungguh beda kehidupan aku dengan mantan suami dan suami yang sekarang.
Ramon tetap meyakinkan aku kalau tidak akan meninggalkan aku seraya berkata, “Cukup satu wanita menjadi teman menuju jannah-Nya.”
Aku menjadi lebih tenang menjalani kehidupan ini. Dalam susah dan duka kita mencoba jalani bersama.
Aku berharap Ramon tidak tergoda kembali un-tuk kembali kehidupan masa lalunya, kehidupan glamour yang menjauhkan dari Allah.
“Terimakasih ya Allah Engkau kirimkan jodoh kedua yang mau belajar untuk mengikuti perintah-Mu, terima kasih ya Allah Engkau lembutkan hatinya dan terima kasih ya Allah engkau kirim Imam bersamanya meraih janah-Mu yang mau menerima apa adanya aku.”

Other Stories
The Truth

Seth Barker, jurnalis pemenang penghargaan, dimanfaatkan CEO Kathy untuk menghadapi perebu ...

O

o ...

Kacamata Kematian

Arsyil Langit Ramadhan naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia berpik ...

Harapan Dalam Sisa Senja

Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...

Jika Nanti

Adalah sebuah Novel yang dibuat untuk sebuah konten ...

Hati Yang Terbatas

Kinanti termenung menatap rinai hujan di balik jendela kaca kamarnya. Embun hujan mengh ...

Download Titik & Koma