9. Memulai Dari Titik Nol
Liku-liku rumah tangga hidup dimulai dari nol, kita tidak punya apa-apa. Ramon benar-benar dia tidak mau ambil sedikitpun hartapun dari tari tepatnya manajemen Mari Berdendang Riang.
Itulah efek dari mengikuti kajian yang sudah rutin Ramon ikuti. Dia merasa takut untuk mengambil bagian sisa uang tari yang diragukan ke halalannya. Semoga keraguan ini juga yang menjadikan cara Allah mencuci hartanya.
Karena Ramon sama sekali tidak ambil sepeser uangnya, diserahkan semua ke manajemen Mari Berdendang Riang sehingga rekening Ramon nol.
Di saat ini bersamaan juga saya sudah tidak menekuni bisnis sebagai hijab stylish karena dari kajian saya mendapat ilmu bahwa cara hijab yang telah saya ajarkan itu bukan ajaran Islam yang syari.
Inilah yang saya sesalkan bertahun-tahun saya sempat menjadi ahli hijab yang berkeliling ke Indonesia mengajarkan berhijab ternyata ini juga salah. Dari hijab stylish yang saya ajarkan masih banyak mengandung tabarruj.
Semakin hijrah ternyata semakin ngaji saya pun menemukan ternyata dalam berhijab pun salah apa yang telah saya lakukan selama ini dan saya putuskan tutup salon mba Mayang.
Terbayang kita berdua sama-sama tidak mempunyai penghasilan untuk kelangsungan hidup kami.
Satu-satu harta yang tersisa saat itu hanyalah motor. Motor kita jual untuk sebagian biaya hidup dan sebagian buat DP Mobil yang sepertinya kita perlu.
Kembali kami diingatkan dari kajian tentang bunga bank itu riba, jadi mobil yang kita sudah dapat dari DP motor harus kita kembalikan ke debt collector karena kita tidak punya uang untuk melunasi mobil itu, kalau kita memaksakan dengan menyicil jatuhnya ada bunga bank dan jatuhnya riba.
Uang muka untuk DP mobil dari penjualan harta tersisa motor milik kami pun lenyap karena mobil kita kembalikan dan kita tidak jadi ambil otomatis DP juga hilang.
Sedihkah? Atau menyesalkah?
Kekuatan untuk mematuhi ajaran Islam satu persatu menguatkan kami untuk mengikhlas-kan uang yang tinggal terisa itu-itunya juga lenyap. Kita berpikir positif kembali ini mungkin cara Allah mencuci harta kita.
Jadi sepertinya Allah benar-benar menguras sisa semua yang didapat dari hasil dunia entertaintment.
Aku menyemangati Ramon yang tampak murung tapi aku yakin hatinya tengah berproses untuk menerima kehidupan yang baru.
Sebuah perjalanan hati untuk mengikhlaskan apa dimiliki itu hanya titipin, perjalanan menuju sebuah hijrah yang semata bukan persoalan yang ringan. Pasti dibutuhkan pengorbanan dan keikhlasan dari hati kita.
“Ayo kita mulai semua dari nol lagi Insya Allah bisalah! Yakin sekali semua sudah dijamin Allah,” aku sebagai seorang istri selalu menguatkan hatinya yang tengah merasa jatuh.
Kita running sebagai rumah tangga yang baru, rumah tangga yang tengah meraba untuk memulai usaha.
Aku pikir biarlah aku jadi seperti Khadijah terlebih dulu. Dalam kajian aku belajar kenapa kita harus tahu kisah isteri-isterinya rasul dengan berbagai karakter, siapa tahu karakter kita ada di salah satu isteri beliau dan kita bisa mencontohnya menghadapi permasalahan hidup kita.
Kalau mau melihat negatifnya pasti orang berpikir Nabi Muhammad SAW yang banyak isteri, tapi kalau kita mau melihat positifnya kita bisa melihat Rasulullah memeperlakukan isteri-isterinya dengan adil dan cara mereka sebagai isteri-isteri Rasul bagaimana bisa menjalani ujian hidup saat mendampingi sebagai isteri Rasullulah.
Ujian dari isteri-iestri rasul itu berbeda-beda, jika kita mau mempelajari satu persatu pasti ada masalah yang tengah kita hadapi juga dihadapi oleh isteri Rasululah.
Kemudahan Islam semua kejadian yang kita alami itu pasti ada zaman Rasulullah, tinggal kita mau mencari, mempelajari masalah dan menemukan solusi terbaik berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Aku terapkan pada diriku sendiri, seperti saat aku jatuh ya lihat saja bagaimana mereka para isteri rasul mengatasinya dan bagaimana mereka berhasil menjalani ujian apalagi mereka semua dijamin semuanya masuk surga, masak sih kita tidak mau mencontoh.
Bagaimana Rasulululah bersikap terhadap anak-nya, isteri-isterinya, sahabatnya dan itu enak sekali, setiap ada masalah buka lagi di Al-Qur’an, Al-Hadits dan di sirah.
Khadijah dan Aisah termasuk isteri yang menginspirasi menjalani biduk rumah tangga ini.
Akan indahnya menjadi orang Islam yang bisa mencontoh segala sesuatu hal yang terbaik orang Islam di waktu lalu, dan itu siapa? Tentu saja Nabi Muhammad SAW.
Aku merasa menjalani apapun tidak terasa berat karena semua ada sejak dulu dan kita tinggal mencontoh.
Jadi aku merasa tidak perlu meratapi apa yang terjadi sekarang, yakin Allah itu sudah menjamin rezeki dan mencukupi hidup setiap makhluknya.
Kita sekarang berusaha fokus mencari rezeki. Alhamdulillah aku berasal dari keluarga yang terbiasa berdagang, ayah dan ibuku sudah biasa menjalani bisnis.
Awal berbisnis saya dan Ramon kita sempat jual-jual PS, kamera, dan barang-barang lain yang bisa dijual untuk memulai usaha bareng-bareng.
Bisnis awal adalah tahu tari yang pada awalnya memang usaha saya tapi Ramon sangat mendukung, jadilah sekarang menjadi usaha bersama suami. Tahu Maknyus adalah tahu kukus mayonese yang warungnya berada di daerah Sawangan Depok.
Kemudian terinspirasi dari saya yang sudah lebih dulu berbisnis busana muslimah syar’i, Ramon melihat peluang kaos dakwah. Buatlah kaos Ramon dengan modal yang sangat kecil berproduksi kaos dakwah yamg isinya hadits-hadits.
Ia melihat fenomena anak muda sekarang lebih menyukai dengan membeli baju kaos distro yang kebanyakan bertemakan tengkorak ataupun hal yang jauh dari nilai agama.
Dari hal itu, Ramon pun menggabungkan kedua unsur berupa dakwah dan fashion sehingga tercipta distro kaos dakwah.
Ramon menilai, \"Di samping bermanfaat, pahalanya juga mengalir bagi yang berdakwah dengan kaos ini.\"
Bagi Ramon kini hidayah yang Allah berikan kepadanya jauh lebih berharga dan ia pun senang dengan perubahan yang ada pada dirinya.
\"Ini adalah kasih sayang Allah pada saya. Nah, agar saya bisa mencari nafkah, maka saya dagang, bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat. Alhamdulillah, lewat usaha ini saya merasa cukup.\"
Meninggalkan dunia hiburan Ramon Mari Berdendang Riang memilih berbisnis baju bernuansa Islami. Azkiya Branded menjadi nama yang dipilihnya.
Sekarang lebih mengejar akhirat dan berdakwah melalui baju bertuliskan MBR singkatan dari Mari Berdendang Riang bukan nama program di MatariTV tapi singkatan Mari Bersalawat Ramai-ramai atau Mari Bersedekah Ramadhan. Bahkan bisnis clothing berupa kaosnya sudah sampai ke Korea di jual lagi di sana sama yang beli.
Bukan berarti begitu terjun ke bisnis clothing, Ramon bisa langsung ekspor ke negara-negara jiran, tetapi reseller yang melakukan.
Dia ingin membuka toko di Blok M Square tapi sementara memanfaatkan ajang pameran. Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kita berdagang dan berdakwah.
Ramon melihat kenyataan sekarang ini banyak penjual busana muslim ataupun jilbab yang justru tidak berjilbab.
Padahal ini merupakan sarana dakwah bagi si penjual maupun bagi si pembeli. Dengan usaha barunya tersebut, Ramon berharap agar para laki-laki muslim dan wanita muslimah bisa menggunakan busana yang syar\'i.
Selain untuk mendapatkan penghasilan, Ramon juga mengaku kaos yang bertuliskan kalimat-kalimat motivasi ini dijadikan sebagai media dakwahnya.
Alhamdulillah kaos Ramon ini menjadi salah satu jalan dia mencari nafkah secara halal, dalam penaruhan hati berhijrah ke jalan Allah melalui kalimat-kalimat ajakan Islami yang sederhana.
Insya Allah dia jadi berdakwah di sini. Ramon berharap bisnis yang dirintisnya ini bisa bermanfaat dan upaya mengajak masyarakat dekat dengan Allah berjalan lancar.
Bismillah Ramon mulai menggerakkan usaha ini dengan semangat dan tekun karena Allah. Semoga dengan kehadiran kaos Ramon bisa memberikan banyak manfaat dan menjadi perantara hidayah buat yang memakainya maupun yang membacanya.
Bahagianya saya sebagai isteri dianggap menjadi perantara hidayah dari Allah, dengan cara pola hidup yang mengikuti sunnah. Ramon mulai mengerti satu per satu, bagaimana mencari jalan rezeki yang sehalal mungkin.
Dan sekarang usahanya juga sekarang mulai merambah pada ayam penyet Jalan Baru Bungo Raya Cimanggis.
Alhamdulillah saya percaya kalau mencontoh Rasulullah aman, sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada di perniagaan, perdagangan jadi Bismillah dagang saja dan enaknya lagi menurut aku kita lebih bisa qanaah.
Berdagang melatih hati kita untuk nerimah apa adanya yang dikasih Allah ke kita setiap harinya karena kita tidak tahu berapa barang yang terjual di hari ini?
Daripada aku memaksakan diri kerja kantoran atau aku memaksakan diri suamiku kerja kantoran atau syuting lagi yang memaksakan diri dan memang kita sudah tahu pendapatan perbulannya.
Kalau kita berdagang kita tidak tahu berapapun yang kita dapat hari itu, dan yang di dapat tiap hari berbeda-beda itu rezeki kita.
Jadi qanaah sajalah, ya sudahlah namanya usaha dapat seberapapun Alhamdulillah disyukuri hasilnya.
Kita akan menemui lebih banyak kejutan, kita terlatih memperoleh sedikit banyak Alhamdulillah karena itu sudah ditentukan Allah.
Konsep rezeki sudah ditentukan sebelum langit dan bumi diciptakan, jadi berapapun rezeki saya disyukuri.
Dan rasa untuk besikap qanaah akan sangat terasa dengan kita berdagang. Jadi ya saya senang menjalaninnya walau jatuh-bangun-jatuh-bangun tetapi alhamdulilah masih bertahan bahkan semakin membesar.
Allah pasti membantu dan sudah tahu rezeki sudah dijamin tinggal kita mau ambil dengan cara yang halal atau haram.
Saya juga jadi lebih banyak belajar dan berani meraba-raba dalam berbisnis dengan modal konsep rezeki tadi dan dan Insya Allah kita salah akan diingatkan.
Saya masih ingat pengalaman waktu dulu saya beli bahan hanya beberapa meter sekarang seiring banyak pesanan baju syar’i saya bisa membeli berol-rol.
Dulu suami saya memproduksi kaos berapa biji sekarang ratusan dan bahkan mulai kaos-kaos Islami menembus luar Indonesia. Penyebaran dakwah kita semakin meluas.
Dulu cuma warung tahu sekarang sudah tambah ayam penyet dan semoga akan semakin banyak gerai-gerai yang kami buka. Selain itu kami juga bisa mempekerjakan beberapa orang yang butuh pekerjaan. Semoga berkah semuanya.
Hingga di titik ini kami yakin konsep rezeki yang sudah dijamin sebelum langit dan bumi diciptakan yang harus kita jalanin adalah sabar, qanaah dan bersyukur.
Jalani saja ...
Teruslah bersabar, berqanaah, dan bersyukur itu menjadi tiga kunci yang menguatkan kami mencari rezeki.
Yakin kalau Allah itu tidak akan mengurangi rezeki kita, Allah itu tidak memiskinkan kita. Keyakinan ini sudah terpancang sekali di diri saya.
Kembali teringat saat saat Ramon datang dengan rekening nol, tidak punya uang sama sekali dan pekerjaan di entertainment, saya tidak merasa sedih sama sekali.
Saya berpikir selama Ramon masih hidup dan mau berusaha pasti akan dapat rezeki dari Allah, meskipun rezeki awal dari saya sebagai isterinya.
Saya meyakini ini sebagai sedekah paling baik dari istri untuk membantu suaminya dengan ikhlas.
Saya tidak perlu mengeluh dan saya bersyukur Ramon mau belajar usaha dengan saya. Alhamdulillah Ramon mau mengikuti ajakan saya dan Allah melembutkan hatinya.
Selanjutnya dia juga mau mendengarkan dan mentaati hukum di Al-Qur’an, Al-Hadits,dan membaca sirah nabi.
Alhamdulillah saya bertemu dengan orang-orang yang mempermudahkan saya untuk mengajari dia caranya berusaha secara syar’i dalam Islam.
Ramon sedikit demi sedikit dengan terus mengikuti kajian memahami kalau mencari rezeki secara haram akibatnya tidak berkah.
Kita tersadar semakin kemari kalau kita mau itung-itungan matematik duniawi tidak cukup rasanya pemasukan dan pengeluaran tapi Alhamdulillah semua kok terbayar semua.
Bahkan kerap Allah kasih rezeki tak terduga lewat orang-orang yang bahkan kami terkadang tidak kenal karena memberi dengan nama ‘Hamba Allah’.
Pernah kami ingin sekali umroh ke Akhsoq, tiba-tiba ada travel yang mengajak. Ingin beli tas polkadot enggak punya uang, tiba-tiba ada yang memberikan. Ingin sekali mengembalikan mobil agar tidak ada cicilan, bingung nanti tidak ada kendaraan ... tak menunggu lama ada yang kasih motor gratis.
Sepertinya Allah itu memberi tanpa kita harus mengeluarkan uang yang kita punya.
Allah benar-benar membuktikan seperti yang tersurat pada Al Qur-an di surat An-Nisa ayat 100 tentang barang siapa yang hijrah ke jalan Allah akan mendapat rezeki yang tidak disangka-sangka,
Surat At –Talaq ayat 2-3, barang siapa bertaqwa pada Allah akan membuka kan pintu rezeki jadi yain hijrah kita karena Allah.
Yakin kalau itu memang rezeki kita pasti akan sampai ke kita dan sebaliknya kalau bukan rezeki kita mau diapain juga ya tidak akan sampai.
Jadi terkadang kita tetap bersikap santai kalau ternyata belum bayar ini, bayar itu kita berusaha dan ikhtiar pasti kita bisa bayar semuanya.
“Pasti ada! dan Allah pasti cukupin karena Allah tidak akan mengurangi rezeki kita yang ada.Allah akan mencukupkan!Mencukupkan dan pasti Insya Allah cukup!” Hal ini saya tanamkan pada diri Ramon.
Sampai saat kekurangan dana, kita tetap merasa tercukupi walaupun ngepas tapi ya Alhamdulillah.
Kita sepertinya sudah tidak tergiur kepalsuan dunia, kita sudah tidak ingin apa-apa yang berlebih lagi.
Apa yang kita punya sudah lebih dari cukup. Rumah alhmadulilah lunas bukan rumah hutang, mobil tak ada kredit dan kita benar-benar tidak mau ingin memiliki sesuatu dengan jalan hutang.
Kita lebih memilih hidup sederhana dan tidak perlu membeli hal-hal yang sifatnya hanya untuk keduniawian.
Ramon juga untungnya tidak minderan dengan uasaha yang dijalani sekarang dan merasa malu karena semua berawal dari saya baik modal dan dukungan untuk berdagang.
Sebagai isteri saya juga tidak mau bersikap mentang-mentang sejauh ini kita bisa melewati liku-liku kehidupan rumah tangga dalam finansial.
Saya sepenuhnya menyadari ini semua titipin Allah dan kita hanya dipinjamin jadi santai saja.
Kita tidak kepingin apa-apa, hidupnya sudah sangat biasa jauh sekali Ramon dengan kehidupan waktu lalunya.
Kita sama-sama takut hisab Allah dengan maka kita mencari rezeki yang tidak jauh-jauh dari Islam jadi datangnya ke kita juga pahala. Kita bekerja mencari pahala yang barokah.
Other Stories
Akibat Salah Gaul
Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...
Cinta Di Ujung Asa
Alya mendapat beasiswa ke Leiden, namun dilema karena harus merawat bayi kembar peninggala ...
Mother & Son
Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...
Perahu Kertas
Satu tahun lalu, Rehan terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya. Sekarang ...
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Bahagiakan Ibu
Ibu Faiz merasakan ketenteraman dan kebahagiaan mendalam ketika menyaksikan putranya mampu ...