3. Jodoh Kedua
Tanpa terasa empat tahun saya menjadi single perent yang aktif dengan kegiatan dakwah melalui aktivitas hijab stylish. Sebuah karir yang sangat menyenangkan dan lebih dari cukup untuk menghidupi aku dan puteriku.
Dan selama empat tahun yang tetap penuh kajian, entah berapa banyak ustad yang beragam status dan matang telah mencoba mendekat.
Setiap ada yang berusaha serius saya selalu memperkenalkan pada Kinan dan sejauh ini tak satupun sepertinya yang menyentuh di hatiku juga puteriku.
Kedua orang tua pasti berharap segeralah aku memilih dengan salah satu ustad yang mapan dengan pondok-pondok pesantren di daerahnya. Tapi hati ini sepertinya masih ingin menata diri setelah apa yang telah terjadi dengan mantan suami.
Aku terhibur dengan karir aku yang terus semakin dikenal banyak orang sebagai hijab stylish, rasanya bangga sekali bila hasil karyaku banyak disukai orang. Seperti pengalaman menghijabi artis naik daun Atik Siani di acara X Factor Indonesia banyak yang suka dengan penampilan Atik di acara ini.
Allah benar-benar membuat aku sangat berarti dengan ketrampilanku ini.
Dari karir ini juga aku bertemu dengan dia, dia yang sempat aku lihat di televisi saat bertari di acara Mari Berdendang Riang.
Sepertinya semua orang benar-benar terhibur dengan Ramon yang dijuluki Baginda Ramon di acara Mari Berdendang Riang.
Hmmm langsung suka apalagi jatuh cinta? Ah tidak sama sekali. Acaranya pun aku tidak penah menontonnya, hanya sesaat dan yang terlintas dalam pikiranku kok yang namanya Ramon mirip sekali dengan adikku Jaka.
Jaka ya adikku yang selama empat tahun ini saat aku tanpa sosok suami mendampingi aku. Jaka yang kini telah bertemu jodohnya baru saja menikah.
Aku merasa kehilangan Jaka yang harus menjadi kepala rumah tangga buat keluarga barunya. Wajah yang tengah aku lihat di TV sekarang sosok Jaka jadi sedikit membuat aku penasaran apakah dia semirip dengan adikku kah? Itu saja!
Dan sepertinya apa yang hanya terlintas kepikiran seperti membukakan sebuah jalan jodoh kedua.
Kita pertama kali dipertemukan saat komunitas The Hijab Modern asuhan aku saat mendapat undangan mengisi acara di stasiun MatariTV, secara kebetulan Ramon juga ada di acara yang sama.
Aku yang penasaran dengan Ramon yang mirip adikku tentu ini kesempatan yang mungkin datangnya tidak ada dua kali.
Ramon pria yang ramah, acara hijab modern aku memperagakan hijab sambil aku lipsing. Lagu yang dijadikan lipsing nada lagunya Ramon, tapi tariannya cara memakai hijab dan liriknya diganti.
Saat Ramon tahu aku memakai lagunya ternyata Ramon asik-asik saja, bukan orang yang besar kepala sama sekali meskipun dia juga artis.
Perkenalan pun terjalin. Kita bertukar kartu nama setelah acara selesai dan pulang tidak kepikiran apa-apa.
Udah saja .... lagian aku menganggap dia masih kecil karena umur Ramon enam tahun lebih muda. Lagipula kupikir tidak mungkin dia naksir aku yang emak-emak anak satu.
***
Saat itu Ramon usia tujuh belas tahun dan aku nya dua puluh tiga tahun. Brondong? Rasanya tidak mungkin aku suka dengan brondong apalagi selama empat tahun ini yang mencoba mengikat aku para ustad matang.
Ternyata besok harinya dia yang memulai menelpon aku dan berlanjut setiap hari. Dia kasih sinyal kalau suka sementara aku tidak suka sama sekali. Sampai aku maaf agak kasar menolak.
Aku pernah bilang dengan Prita sahabatku, ”Keluargaku sudah berkulit hitam semua, adik-ku, kakakku semua mosok ya dapat laki juga kulitnya hitam juga!”
Apa jawaban temanku, ”Hati-hati kualat lho kalau nanti kamu jadi suka!”
Dalam hati kecil aku tidak bisa menyalahkan apa yang barusan Prita bilang, apalagi dalam kajian diajarkan kita tidak bisa mendahului takdir Allah.
Kalau jangan-jangan dia memang jodoh aku? Sementara aku sudah menolak dia yang sangat intensif melakukan pendekatan, nanti aku salah juga.
Bagaimanapun aku menghargai usaha dia yang sangat gencar mendekati aku, maka aku jujur berkata pada dia, ”Maaf aku ini tidak cinta sama kamu, tapi aku juga tidak bisa mendahului takdir Allah yang mungkin mengirim kamu sebagai jodohku. Maaf kalau kamu cinta sama aku, kamu cinta dulu sama Allah Tuhanku, kalau kamu sudah cinta sama Allah, aku yakin Allah akan tiupkan rasa cinta aku pada kamu. Pokoknya sekarang kita cinta segitiga dulu saja, kamu, Allah dan aku. Kalau kamu sudah cinta Allah, maka Allah akan tiupkan juga rasa cinta ke aku untuk cinta ke kamu.”
Gimana sih rasanya ya, kita tidak suka tapi terus dikejar-kejar pasti rasanya risih! Tapi saya juga tidak mau sombong karena Allah juga mengajarkan kita untuk tidak menjadi manusia yang sombong.
Saya tahu Ramon seorang artis yang tegah naik daun yang banyak penggemar tapi saya menolaknya, sungguh saya tidak bermaksud sombong.
Dengan jujur seperti yang saya ucapkan di atas membuat saya lega, bagaimanapun saya tidak bisa mendahului takdir Allah akan jodoh.
Other Stories
Mak Comblang Jatuh Cinta
Miko jatuh cinta pada sahabatnya sejak SD, Gladys. Namun, Gladys justru menyukai Vino, kak ...
Kuntilanak Gaul
Rasa cemburu membuat Lydia benci kepada Reisha. Dia tidak bisa terima saat Edward, cowok y ...
Jjjjjj
ghjjjj ...
Kala Menjadi Cahaya Menjemput Harapan Di Tengah Gelap
Hidup Arka runtuh dalam sekejap. Pekerjaan yang ia banggakan hilang, ayahnya jatuh sakit p ...
Death Cafe
Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...
Teka-teki Surat Merah
Seorang gadis pekerja klub malam ditemukan tewas dalam kantong plastik di taman kota, meng ...