Deska

Reads
3.9K
Votes
1
Parts
27
Vote
Report
Penulis Pale

Cahaya Yang Tak Pernah Padam

Hari-hari memang terus berjalan, meninggalkan jejak yang perlahan memudar. Namun, ada sesuatu yang tak bisa hilang begitu saja. Bukan sekadar potongan peristiwa, melainkan cahaya kecil yang terus menyala di sudut hati, bahkan arah dan waktu bersekongkol untuk memisahkan.

Aku masih mengingat jelas, bagaimana kedekatan itu tumbuh tanpa rencana. Berawal dari kursi kosong di ruang guru, berlanjut ke tawa singkat di sela rapat, hingga hujan yang pernah memaksa kita berteduh bersama. Semuanya sederhana, tapi justru kesederhanaan itulah yang menjadikannya berharga. Seolah hidup sengaja memberi ruang kecil agar aku bisa merasakan hangatnya keberadaan seseorang yang tidak pernah benar-benar kumiliki.

Kini, segalanya sudah berbeda. Kau tak lagi duduk di bangku yang sama, tak lagi membawa map merah muda itu ke ruang guru, tak lagi menyapa dengan senyum tipis yang diam-diam selalu kunantikan. Kau harus ikut keluargamu pindah, meninggalkan kota ini, meninggalkan sekolah ini, meninggalkan jejak yang tak akan pernah sama lagi setelah kepergianmu.

Namun, aku belajar bahwa perpisahan tidak berarti kehilangan. Ada hal-hal yang tetap tinggal, justru karena tak bisa disentuh. Senyum yang terbingkai dalam ingatan, tatap mata yang pernah singgah sebentar, dan percakapan singkat yang lebih hangat daripada diskusi panjang. Semua itu berubah menjadi cahaya, menyala tenang di dalam diriku, meski jarak kini membentang.

Dan aku rindu, yang tidak kuteriakkan, tidak kutuliskan di pesan singkat, tetapi kusimpan dalam kata-kata yang kini menjelma menjadi buku ini. Entah kau pernah tahu atau tidak, entah kau sempat membaca atau hanya sekadar mendengar, aku diam-diam berharap semoga suatu hari, matamu singgah pada halaman ini.

Jika saat itu tiba, ketahuilah, bahwa setiap cerita sederhana yang kutulis lahir dari pertemuan sederhana kita. Bahwa setiap detail, setiap bayangan, setiap tawa yang terselip di antara baris kalimat ini, adalah caraku menjaga kenanganmu tetap hidup.

Kadang aku bertanya-tanya, apakah kau juga mengingat hal-hal kecil itu? Atau mungkin, hanya bias dari hatiku yang terlalu sering berandai? Aku tidak tahu, dan mungkin tidak akan pernah tahu. Tapi aku sadar, tidak semua cerita harus berakhir dengan kepastian. Ada kisah yang cukup menjadi cahaya, meski redup, tapi tak pernah benar-benar padam.

Mungkin kelak, ketika waktu sudah lebih jauh melangkah, aku akan tersenyum sendiri mengingat masa-masa ini. Masa ketika aku belajar, bahwa hati bisa berdebar hanya karena tatapan singkat. Bahwa kedekatan tidak selalu butuh pertemuan yang sering, tapi cukup dengan momen-momen kecil yang berkesan. Bahwa cinta, dalam diam sekalipun, tetap mampu menyalakan cahaya.

Dan aku tahu, meski langkah kita kini sudah berbeda arah, cahaya itu akan tetap bersinar. Bukan untuk membakar, bukan untuk menyilaukan, melainkan untuk menemani. Seperti bintang yang jauh di langit malam mungkin tak pernah bisa kugapai, tapi sinarnya akan selalu ada, memberi pengingat pernah ada seseorang yang begitu berarti.

Pada akhirnya, aku menerima bahwa bukan tentangmemiliki, melainkan tentang menghargai. Kau mungkin telah pergi, tapikehangatanmu tinggal bersama setiap ingatan yang kubawa. Kisah ini tidakberakhir dengan genggaman tangan, tidak pula dengan janji yang diucapkan. Kisahini berakhir dengan cahaya yang tak pernah padam, meski sumbernya telah jauh.


Other Stories
Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Love Falls With The Rain In Mentaya

Di tepian Pinggiran Sungai Mentaya, hujan selalu membawa cerita. Arga, seorang penulis pen ...

Final Call

Aku masih hidup dalam kemewahan—rumah, mobil, pakaian, dan layanan asisten—semua berka ...

Cahaya Menembus Senesta

Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...

Kepentok Kacung Kampret

Renata bagai langit yang sulit digapai karena kekayaan dan kehormatan yang melingkupi diri ...

Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat

Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...

Download Titik & Koma