Hati Yang Beku

Reads
2.1K
Votes
0
Parts
18
Vote
Report
hati yang beku
Hati Yang Beku
Penulis Nenny Makmun

Epilog

“Kamu harus pulang Jasmine, Papa kamu sakit keras,” suara di seberang telepon masih membuat Jasmine berdebar.
Suara Raka terdengar parau mengabarkan perihal papanya yang sakit keras. Berbagai pertanyaan mengusik hatinya sekarang. Apalagi Jasmine tidak bisa mengelak saat Raka meminta di mana alamat dia tinggal sekarang dan besok akan menjemputnya membawa kembali dirinya ke Tegal untuk menengok papanya yang tengah terbaring di rumah sakit.
Sudah empat tahun dari waktu wisuda, sudah empat tahun Jasmine berjuang di kota metropolitan dan sudah enam tahun Jasmine menghilang dari papa yang sangat disayangi, karena pemutusan sepihak papa yang percaya dirinya melakukan perbuatan yang melanggar norma agama dengan Mas Deru.
Sepertinya waktu lalu papanya menelepon mungkin kondisi kesehatannya yang memang sudah mulai menurun.
“Papa minta maaf, Jas! Papa harusnya sadar kalau mama tirimu memang seseorang yang salah menjadi pengganti mamamu... Papa tidak bisa salahkan keputusan kamu meninggalkan kami...”
Suara papa yang menelepon seminggu lalu membuat Jasmine resah, apalagi barusan Raka yang sudah bertahun-tahun membeku di hatinya tiba-tiba juga ikut campur tangan dan masuk dalam lingkup keluarganya.
Tadi Raka sempat menceritakan keberadaan dirinya yang telah menjadi dokter dan bertugas di Tegal, tanpa sengaja waktu jugalah mempertemukan Raka dan papanya yang sekarang menjadi pasiennya.
Cerita detail Jasmine belum tahu kenapa bisa jadi akhirnya Raka tahu kalau dia adalah putri dari pasien yang tengah dirawatnya, sebegitu besarkah campur tangan Tuhan sehingga dirinya harus kembali dipertemukan dengan Raka melalui sakit yang tengah diderita papanya.
***
Raka tidak banyak berubah, bahkan wajahnya semakin matang dan tatapannya sudah kembali lembut saat mereka pertama kali bertemu. Hilang tatapan kebencian yang sempat Raka tunjukkan karena foto-foto yang sama sekali Jasmine tidak sadar melakukannya.
Memang hanya waktu, waktulah yang akan mengurai kebencian perlahan bisa berubah mereda.
“Kamu masih marah padaku, Jas?” masih tenang seperti beberapa tahun lalu saat berdua melakukan perjalanan ke Tawamangu.
Sesungguhnya Jasmine merasakan bagai dejavu saja, tapi yang tidak bisa ditutupi rasa cinta berdebar nyatanya kini hadir dan mencairkan hatinya yang beku.
sosial di Yogya,” Jasmine mengenang terakhir titik sakit hatinya melihat Mas Raka sengaja merangkul seorang cewek yang memang mirip dirinya.
“Belum, hatiku masih beku! Sejenak akan mencair tapi beku dan selamanya beku sampai sebuah harapan kembali datang... Papa kamu kemarin sempat anfal karena gula darahnya sangat tinggi, secara pola makan Papa sudah sangat disiplin tapi pikirannya yang stress membuat beliau tidak bisa cepat sehat. Sebagai dokter, aku mencoba pahami secara psikis dan tanpa sengaja semua mengalir cerita kamu. Mama Gabby dengan selingkuhannya yang bukan lain Mas Deru yang menjebak kamu. Aku juga mulai mengenal Tetra, saudara tiri kamu yang sampai sekarang memendam cintanya untukmu. Oh ya bahkan Tetra yang menghilangkan jejak foto-foto tidak sopan kamu dengan merusak handhphone milik Mama Gabby,” Raka menatap Jasmine yang terperangah.
“Kok bisa...” Jasmine jadi serasa menjadi orang tolol, kenapa semua begitu mudah terbuka saat dirinya sudah berpasrah untuk menikmati sisa sunyi hatinya entah sampai kapan.
“Jasmine... kita pernah dekat, kamu sudah bercerita tentang diri kamu seutuhnya padaku waktu lalu. Kamu pikir aku tidak menyimpannya dalam hatiku? Aku sendiri kaget saat papamu mulai bercerita, secara otomatis hatiku me-link dan aku yakin itu adalah cerita kamu.”
“Sudah bertahun-tahun Mas Raka... banyak yang hilang...” Jasmine menerawang.
“Tidak dengan hatiku padamu, Jas... maafkan masa lalu... tidak selamanya hati sunyimu harus sendiri menyisakan pedih, karena hatiku yang beku pun hanya bisa mencair oleh hati sunyimu... dan bila hati kamu pun membeku sekarang, setidaknya ada dua hati beku yang akan saling melengkapi untuk kembali menjemput impian tertunda.”
Raka meraih tangan kanan Jasmine dan menggenggamnya sesaat. Jasmine bingung dengan apa yang terjadi, begitu mendadak tapi memang begitulah semua datang mendadak dan mengejutkan dan berlalu.
Perjalanan Jakarta – Tegal, Jasmine berdialog dengan hatinya, “Aku tidak tahu apakah memang Mas Raka terkirim buatku sepenuhnya dan akan menemani sisa hatiku yang sunyi, tapi yang pasti aku mulai merasa kehangatan melelehkan hatiku yang beku... karena aku memang masih mencintainya...”

Other Stories
The Truth

Seth Barker, jurnalis pemenang penghargaan, dimanfaatkan CEO Kathy untuk menghadapi perebu ...

Perahu Kertas

Satu tahun lalu, Rehan terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya. Sekarang ...

Pintu Dunia Lain

Nadiva terkejut saat gedung kantor berubah misterius: cat memudar, tembok berderak, asap b ...

Dia Bukan Dia

Sebuah pengkhianatan yang jauh lebih gelap dari perselingkuhan biasa. Malam itu, di tengah ...

Curahan Hati Seorang Kacung

Setelah lulus sekolah, harapan mendapat pekerjaan bagus muncul, tapi bekerja dengan orang ...

Cinta Harus Bahagia

Seorang kakak yang harus membesarkan adiknya karena kematian mendadak kedua orangtuanya, b ...

Download Titik & Koma