Hati Yang Beku

Reads
2.1K
Votes
0
Parts
18
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

16. Bahagia Hati

Jasmine terhibur karena acara sosial yang Jasmine tersadar kenapa ada Raka, karena dia diundang dalam merayakan bakti sosial donor darah antar universitas dengan penutup mengundang Kla Project.
“Jas, kamu kenapa kok sedih?” tanya Fafa saat pulang ke Solo sudah waktu dini hari.
“Tadi aku bertemu Raka, Fa...”
“Terus?”
“Dia sepertinya sudah baikan dengan mantannya, sangat mesra... aku sudah tidak ada artinya lagi.”
“Sudahlah lupain aja! Kurasa dia masih sangat mencintai kamu, Jas! Percaya, suatu saat kalian akan ada kesempatan waktu yang mempertemukan dan saat itu kamu harus jelaskan lebih berani apa yang sejujurnya terjadi! Jangan setengah-setengah! Lagian kamu sudahlah pikirkan skripsi saja... aku juga nih! Dosen aku susah sekali, sepertinya kita bisa wisuda bareng!” Fafa tampak putus asa juga, karena skripsinya terganjal lagi dengan aktivitas kerjaan dia yang super padat, apalagi papinya juga kadang meminta bantuan dia terbang ke Jakarta untuk membantu event yang ada di Jakarta.
Kalau Fafa di Jakarta maka Jasmine akan berperan menggantikan Fafa untuk event di Solo. Sudah cukup banyak event yang Jasmine ikut tangani satu setengah tahun ini dan banyak pengalaman yang Jasmine raih.
***
Semester ini Jasmine mulai mengajukan proposal skripsi, beruntung dosen pembimbingnya sangat baik dan kooperatif.
Menjadi Asisten Dosen membuat Jasmine dikenal dosen pembimbingnya yang bahkan mendukung skripsi yang dikerjakan Jasmine yaitu penelitian tentang perilaku konsumen terhadap pemakai kartu kredit menjadi topik yang menarik dan langsung disetujui dosen pembimbing utama.
Jasmine yakin akan mengejar skripsi dan lulus tercepat dari angkatannya. Di sisi lain hatinya sedih juga karena sepertinya Fafa akan tersalip, atau kalaupun Fafa bisa konsisten mereka akan lulus dan wisuda di waktu yang sama.
“Aku akan membantu skripsi Fafa, bagaimanapun aku tidak akan meninggalkan sahabat terbaikku yang telah banyak membantu aku secara keuangan, tapi tidak hanya materi, bahkan secara hati karena Fafa aku bisa bertahan untuk tetap menjadi manusia normal, bukan manusia yang anti sosial yang sempat bersemayam dalam perjalanan hidup bertahun-tahun. Fafa sahabat tanpa pamrih walau dia juga kadang dalam kesulitan karena masalah kepribadiannya, nyatanya dia adalah hati terbaik yang mengisi saat hatiku terpuruk! Aku harus membalas kebaikannya! harus!” dalam hati Jasmin bertekad untuk membantu yang terbaik buat Fafa.
Jasmine tidak main-main untuk melakukan balas budi, sebisa dan sesering mungkin Jasmine selalu mengingatkan Fafa untuk maju terus memperbaiki apa yang diminta dosen pembimbingnya.
Memotivasi dan meng-handle beberapa kerjaan yang tidak sempat Fafa pegang.
Bahkan Jasmine dengan suka rela meluangkan banyak waktunya untuk membantu Fafa dalam menentukan metodologi penelitian yang dilakukan, di samping dirinya juga mengejar skripsinya yang berjalan mulus.
Jurus yang dilakukan Jasmine adalah jemput bola, apabila pagi dia maju ke dosen pembimbing ternyata ada yang harus direvisi maka siang hari Jasmine langsung mengerjakan revisi yang diminta sesuai permintaan dosen pembimbingnya.
Tidak perlu menunggu besok, kalau sore harinya dosen pembimbingnya bersedia mengoreksi, Jasmine akan maju lagi. Intinya dosen dibuat bosan bertemu dengannya dan akhirnya menyerah untuk tidak meng-acc dirinya maju sidang.
Jasmine sengaja mempercepat skripsinya kelar agar bisa banyak membantu Fafa. Dengan adanya Jasmine, Fafa juga jadi termotivasi untuk menyelesaikan skripsi di antara kesibukan kerjanya.
Jasmine melewatkan beberapa event di EO Big Bang karena benar-benar fokus mengerjakan dua skripsi, skripsi miliknya dan satu lagi sahabatnya, Fafa dan bersyukur jika bulan depan sidang yang akan dihadapi lulus maka selangkah lagi menunggu tiga bulan lagi dirinya bisa ikut wisuda. Demikian Fafa, Jasmine mati-matian membantunya.
Finally...
“Jasmineeee... akhirnya aku juga bisa sidang bulan depan,” Fafa berlari memeluk Jasmine dan menciumnya.
Berdua jadi jingkrak-jingkrak seperti dua anak cewek ABG yang bahagia karena kelulusan sekolah.
***
Auditorium Kampus Surakarta
Dengan lantang protokol acara memanggil wisudawan dan wisudawati dengan kelulusan cumlaude.
“Kami persilakan Jasmine Mutiara dari Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen dengan IPK 3.96 sebagai lulusan cumlaude...”
Suasana khidmat mengiringi langkahnya yang pelan karena mengenakan busana kebaya dan jarik.
Kemudian berturut dipanggil satu per satu para wisudawan dan wisudawati untuk maju ke depan.
Rasa bahagia menyelimuti Jasmine dan juga Fafa, akhirnya Fafa bisa lulus dengan IPK 2.75 seperti janjinya pada papi.
Senyum bahagia tidak lepas dari bibir dua sahabat yang saling share apapun. Waktu tersisa Jasmine berharap akan selamanya Fafa terus menjadi sahabat hatinya, walau selepas wisuda masing-masing pasti akan mempunyai episode cerita lain.
Waktu berlalu begitu cepat, walau bahagia karena kelulusan yang luar bisa tapi hatinya merintih. Tidak ada satupun yang mendampinginya, untunglah papi mami Fafa mau menganggap Jasmine seperti putrinya. Jadi merekalah yang menjadi wakil papa dan mama yang tidak tahu lagi kabar mereka.
Jasmine benar-benar sudah terputus dengan keluarganya.

Other Stories
Jika Nanti

Adalah sebuah Novel yang dibuat untuk sebuah konten ...

Awan Favorit Mamah

Hidup bukanlah perjalanan yang mudah bagi Mamah. Sejak kecil ia tumbuh tanpa kepastian sia ...

Mak Comblang Jatuh Cinta

“Miko!!” satu gumpalan kertas mendarat tepat di wajah Miko seiring teriakan nyaring ...

I See Your Monster, I See Your Pain

Aku punya segalanya. Kekuasaan, harta, nama besar. Tapi di balik itu, ada monster yang sel ...

Rahasia Ikal

Ikal, bocah yang lahir dari sebuah keluarga nelayan miskin di pesisir Pulau Bangka. Ia tin ...

Bad Close Friend

Denta, siswa SMA 91 Cirebon yang urakan dan suka tawuran, tak pernah merasa cocok berteman ...

Download Titik & Koma