5. Melewati Bersama Hati
Dan biarkan waktu mengurai. Hari-hari terlewati begitu saja. Mama Gabby dengan dunia gemerlapnya yang tidak bisa Jasmine pahami.
Papa yang tetap sibuk dengan kerjaan-kerjaannya sepertinya asyik saja tanpa masalah dengan Mama Gabby.
Tetra juga menjauhi mamanya, dia lebih suka menghabiskan waktu di rumah papanya yang miskin.
Jasmine setidaknya bisa lega melihat papa bahagia, Mama Gabby masih dengan teman-teman gaulnya dan Tetra yang sudah empat semester kuliah di universitas swasta di Tegal.
***
Tanpa terasa sudah dua tahun Mama Gabby dan Tetra menjadi bagian dari rumahnya, tapi mereka tidak menghadirkan keceriaan apapun di rumah.
Nyatanya hati persahabatan yang Jasmine tawarkan pada Mama Gabby tidak bisa membuat hatinya dekat.
Jasmine tidak terlalu ambil pusing, pelajaran di SMU cukup membuat dirinya berkonsentrasi.
Tetra masih dekat dengan Lupi, sepertinya Tetra sengaja melakukan hal itu agar dirinya melupakannya.
Tetapi sampai lulusan SMU, tidak ada cowok yang menarik hatinya dan menggantikan Tetra di hatinya. Entah sampai kapan bisa melupakan Tetra, Jasmine belum bisa menjalin dengan cowok lagi.
Dunia hatinya yang sunyi lebih membelenggukan dirinya untuk tidak mengambil resiko dengan dunia sosial di sekitarnya.
Menulis diary dan beberapa cerpen yang dikirim ke media remaja lalu dimuat, mendorong dirinya untuk sedikit berandai-andai bisa menjadi penulis seperti NH Dini.
Jasmine bersyukur lolos ujian masuk salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta Jurusan Ekonomi Manajemen.
“You deserve the chance at the kind of love ... I\'m not sure I\'m worthy of ... Losing you is painful to me ... I don\'t want to let you down ... I don\'t want to lead you on ... I don\'t want to hold you back ... From where you might belong ... You would never ask me why ... My heart is so disguised ... I just can\'t live a lie anymore ... I would rather hurt myself .. Than to ever make you cry .. There\'s nothing left to say but goodbye ...” (Goodbye_Air Supply)
Melewati dengan beberapa hati yang hanya senyap, saatnya Jasmine meninggalkan rumah dan mengejar masa depannya.
“Mama aku akan ke Surakarta, untuk sekolah Mah... maafkan Jasmine tidak bisa sering mengunjungi Mama... dan Jasmine sudah menunggu masa ini. Mama tahu kan Jasmine hidup dengan dua hati baru yang semuanya tidak berarti... hati Jasmine terasa hampa dan sepi...
Jasmine sendiri merasa tidak ada arti bagi Mama Gabby dan Kak Tetra. Rasa hati Tetra sudah hilang sama sekali untuk Jasmine... padahal Jasmine masih mencintainya. Tapi sudahlah, Jasmine harus meneruskan hidup Jasmine dan melupakan Kak Tetra, cinta pertama Jasmine. Mama…
doakan Jasmine,” Jasmine bersimpuh di pemakaman mamanya dan semburat senja meredup seiring langkah Jasmine meninggalkan makam mama untuk berpamitan meninggalkan Kota Tegal dan pergi ke Surakarta untuk meneruskan sekolah.
Other Stories
Cinta Rasa Kopi
Kesalahan langkah Joylin dalam membina bahtera rumah tangga menjadi titik kulminasi bagi t ...
Teka-teki Surat Merah
Seorang gadis pekerja klub malam ditemukan tewas dalam kantong plastik di taman kota, meng ...
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Turut Berduka Cinta
Faris, seorang fasilitator taaruf dengan tingkat keberhasilan tinggi, dipertemukan kembali ...
Bukan Cinta Sempurna
Pesona kepintarannya terpancar dengan jelas, rambut sebahunya yang biasanya dikucir ekor ...
Pesan Dari Hati
Riri hanya ingin kejujuran. Melihat Jo dan Sara masih mesra meski katanya sudah putus, ia ...