Hati Yang Beku

Reads
2.1K
Votes
0
Parts
18
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

4. Hati Bersahabat

“Eh Jasmine, sini! Ngapain bengong saja?”
“Sepertinya bisa ditebak! Tapi tidak!” berbagai ucapan hati berspekulasi tentang Tetra yang sekarang tidak lagi memunggunginya.
Mata Jasmine dan Tetra berserobok, ingin sebenarnya mereka berteriak. Tetapi kekagetan lebih menguasai hati untuk diam dan menunggu.
“Nahh ini dia anak gadis Papa yang cantik. Jasmine ini Tetra, putra Tante Gabby yang ganteng. Ternyata kalian satu SMU ya? Pernah saling kenal?” Papa tanpa rasa bersalah mengenalkan Tetra yang kini tengah mengulurkan tangannya.
Jasmine tidak ada pilihan.
“Jasmine...”
“Tetra...”
“Nah sekarang kalian bisa saling kenal, sebentar lagi kalian tidak lagi sekedar kakak dan adik kelas di sekolah. Karena... karena... mama akan menikah dengan papanya Jasmine. Bukan begitu Mas?” Tante Gabby tersenyum sumringah dan mengedipkan matanya pada papanya Jasmine.
“Menikah Mah?” Tetra menatap tajam mamanya.
“Iya Tetra! Mama harap kamu jangan mulai lagi deh! Semalam kamu sudah setuju! Dan Mama harap kamu pegang janjimu!”
“Tapi Ma...”
Belum Tetra selesai protes, Jasmine menyela, “Tante Gabby... mungkin Kak Tetra kaget! Karena sepertinya kabar kalian menikah terlalu cepat. Papa bukan Jas tidak setuju, tapi kenapa mendadak begini?”
“Jasmine... bukan mendadak, Papa baru saja meminta pendapat kalian anak-anak Papa dan Tante,” ada setitik rasa bersalah di mata papanya, tetapi hatinya pun tak kalah pedih sebenarnya mengutarakan kalau akan ada pengganti mama dalam kehidupan Jasmine selanjutnya.
Jasmine bisa merasakan apa yang dirasakan Tetra. Apabila kedua orang tua mereka menikah berarti usai sudah cinta yang tengah bersemi memenuhi hati mereka berdua.
“Jasmine apakah kamu keberatan bila Tante Gabby menggantikan almarhum Mama?” papa bertanya kepada putri semata wayangnya.
Sambil memandang Tetra sekilas, Jasmine menggelengkan kepalanya. Ada kilatan amarah di mata Tetra dan hanya mereka berdua yang bisa mengerti kondisi hati mereka yang melara.
“Tetra tidak setuju!”
Dan bertiga hanya bisa terlongo saat Tetra memutuskan meninggalkan mereka bertiga.
“Tetra!” Tante Gabby memanggilnya.
Tapi Tetra tidak peduli dan menghilang dari eskalator mall.
***
“Kak Tetra... mungkin memang takdir kita adalah menjadi kakak adik. Kasihan Tante Gabby, sepertinya tulus mencintai papaku.”
Pulang sekolah Jasmine mengajak Tetra ke tepi danau dan berbicara dari hati ke hati.
“Terus kamu mengabaikan perasaan kita masing-masing begitu saja? Kamu tidak mencintai aku Jasmine?” Tetra mengguncang bahu Jasmine dan membuat Jasmine berkerut.
“Aku... aku tidak ada pilihan, aku berjanji di makam mama untuk menjaga papa. Mungkin saatnya penjaga papa adalah orang yang paham beliau lahir dan batin Kak... sementara aku bisa melanjutkan kehidupan aku yang masih panjang...” Jasmine mencoba memberikan alasannya.
“Ah aku memang terlahir sial! Mama mementingkan cintanya meninggalkan papaku! Dan memilih menikahi papamu! Yang dianggapnya lebih menjamin dengan kekayaan! Dan kamu cinta pertamaku ternyata tidak lebih pengecut! Kamu tidak akan pernah berani bilang kalau aku adalah pacar kamu ke mereka kan?”
Tetra terbawa emosi hatinya. Sebenarnya dalam hati kecilnya dia tidak mau menyakiti Jasmine yang tampak rapuh. Tapi dia sendiri tidak kuat menahan sakit hati perceraian kedua orang tuanya dan disebabkan oleh papa dari orang yang sangat dicintai sejak pertama kali menatapnya.
“Maafkan aku Kak...”
“Hmmm tidak ada yang perlu dimaafkan Jas! Detik ini juga aku akan menyetujui perkawinan papamu dan mamaku. Dan sekarang juga hubungan kita sudah tamat!” Tetra mengambil tas dan melarikan motor kencang-kencangnya.
Tidak menghiraukan Jasmine yang tergugu di tepi danau sendiri.
“Going Back to the cornerwhere .. I first saw you ... Gonna camp in my sleeping bag ... I\'m not gonna move ... Got some words on cardboard, got your picture in my hand saying, if you see this girl can you tell her where I am ... Some try to hand me money ... hey don\'t understand ... I\'m not broke, I\'m justa broken hearted man ... I know it makes no sense but what else can I do? How can I move on when I\'m still in love with you? “ (The Man Who Can’t Moved_The Script)
***
Sebulan kemudian dari pertemuan...
Pernikahan papa dan tante Gabby sangat meriah, Jasmine berusaha berjiwa besar dan demikian Tetra sepertinya mulai menguasai hatinya.
“Maafkan aku Jasmine... tapi sampai kapanpun aku tidak pernah bisa menerima hatimu hanya sebagai adikku!” suara Tetra masih ketus.
Jasmine hanya bisa menghembuskan napas, mencoba menahan perih hatinya.
Sebulan dari pernyataan putus, Tetra menjauh dan menghindar darinya. Bahkan Tetra sengaja meladeni kegenitan Lupi.
Entahlah atau karena Tetra masih mencintai maka akan lebih aman jika dia melayani Lupi agar dirinya tidak celaka dengan teror-teror Lupi yang tidak akan pernah terima Tetra dimilikinya.
Bahkan Tetra sudah membocorkan hubungan mereka yang akan jadi kakak adik dan membuat Lupi mencibirnya di waktu lalu.
“Hah kasihan si tirus! Jasmine! Jasmine! Kamu dengan Tetra memang tidak akan pernah ditakdirkan bersama! Ternyata orang tua kalian sama-sama gatel ya!”
“Diam kamu Kak! Kakak boleh menghina aku terus tapi tidak dengan papaku! Lagipula Kakak belum puas sudah memiliki Kak Tetra?” Kali ini Jasmine berani membalas omongan pedas dan tidak pantas yang meluncur dari mulut Lupi.
***
Sudah sebulan Tante Gabby yang sekarang dipanggil mama, hidup satu atap bersama papa dan Jasmine.
Tetra sendiri kadang pulang dan kadang tinggal bersama papa kandungnya. Jasmine merasa sedih karena hasil ulangan Tetra semakin merosot.
Tapi sekedar berbicara yang baik-baik sepertinya sulit sekali. Tetra menjauhi dan menjauhinya.
“Kak Tetra kamu pikir hanya kamu yang sedih?” Jasmine melaras pilu.
Bersama mama baru bukan hal yang mudah Jasmine terima, apalagi Tante Gabby sepertinya tidak sepenuhnya menyayangi dirinya.
Jasmine bisa meraba dari dandanan Tante Gabby yang glamour, mama dari cowok cinta pertamanya tidak lebih dari parasit sebenarnya.
Dia hanya mementingkan dandanan, pakaian, tas, sepatu dan kesenangan lainnya seperti ngumpul-ngumpul dengan teman arisannya, shopping atau tamasya.
Bahkan Jasmine kadang dibuat tidak betah di rumahnya kalau teman-teman jet set mama Gabby ngumpul di rumah berkaraoke yang dilanjut dengan acara makan minum.
Selalu Mama Gabby memperingati dirinya agar diam dan tutup mulut. Kata-katanya dibuat semanis mungkin, “Jasmine Sayang... nggak usah cerita-cerita ya ke papa kalau Mama ngumpul-ngumpul di rumah...”
Jasmine sadar hati! Kalaupun mengadu sepertinya hanya akan sia-sia saja, papanya tidak akan pernah memercayainya.
Bila papa pulang, Mama Gabby selalu bersikap manis dan melayani sepenuh hati.
Jasmine hanya berusaha bersahabat dengan hatinya. Berharap semua cepat berlalu, kalau perlu biar dia yang pergi dari kehidupan papa, mama barunya dan Tetra yang semakin tak peduli padanya.
Selama ini papa juga sudah tidak peduli lagi akan anak gadisnya. Bersahabat dengan hati melihat kelakuan tante Gabby dan mencoba melewati hari-hari sepi tanpa kak Tetra yang terlebih dahulu menghilang.
Jasmine berusaha tersenyum dan menulis dalam coretan diary-nya, “Seperinya aku memang ditakdirkan untuk melewati waktu demi waktu dengan kesunyian hati... biarlah... aku akan mencoba bersahabat dengan hati Mama Gabby yang menjadi mamaku sekarang sekaligus mama dari orang yang hadir sebagai cinta pertamaku. Semoga mama di surga bisa memaafkan aku yang memutuskan berdamai hati dengan pengganti beliau. Mama aku selalu merindukanmu... apalagi di saat sepi melara....”
Seperti biasa, menulis terus menulis hingga tersisa diary dan air matanya tak terhapus.
***
Malam itu Tetra mengendap masuk ke kamar adiknya, dan tampak Jasmine yang terkulai lemah dengan buku diary-nya yang sudah jatuh ke bawah.
Ingin hatinya memeluk dan menghapus sisa air matanya, tangannya gemetar menghapus sisa air mata yang ada di wajah tirus Jasmine.
“Maafkan aku Jas! Aku terlalu mencintaimu... dan aku memang pengecut hanya bisa berlari setiap aku sadar kamu tidak akan pernah aku miliki. Semoga suatu saat ada waktu terbaik yang akan mempertemukan kita... aku mencintaimu Jasmine...”

Other Stories
Hantu Kos Receh

Mahera akhirnya diterima di kampus impiannya! Demi mengejar cita-cita, ia rela meninggalka ...

Impianku

ini adalah sebuah cerita tentang impianku yang tertunda selama 10 tahun ...

Bahagiakan Ibu

Jalan raya waktu pagi lumayan ramai. Ibu dengan hati-hati menyetir sepeda motor. Jalan ber ...

Testing

testing ...

I See Your Monster, I See Your Pain

Aku punya segalanya. Kekuasaan, harta, nama besar. Tapi di balik itu, ada monster yang sel ...

The Museum

Mario Tongghost, penangkap hantu asal Medan, menjadi penjaga malam di Museum Bamboe Kuning ...

Download Titik & Koma