2. Seribu Mendali
“Bunda tidak butuh hanya seribu medali yang sudah teraih, tapi masih banyak medali yang harus ditaklukkan, entah demi sebuah apa....”
“Bunda bilang tidak ya tidak! Kamu hari Minggu ada tanding tingkat provinsi.Tak ada acara datang ke ulang tahun sweet seventeen!” tegas Bunda Diftri yang tak penah lepas dari sikap keras dan disiplinnya.
“Bunda selalu begitu! Bunda, aku bukan robot! Pokoknya aku mau datang ke pesta Rania! Diakan juga sahabatku.Aku ingin mereka menganggap aku juga setia kawan!” protes Naomi.
“Sekali Bunda bilang tidak ya tidak! Kamu tahukan Bunda paling tidak suka dengan anak yang tidak mematuhi peraturan Bunda. Kamu hari Sabtu sudah masuk asrama untuk pertandingan di hari Minggunya, jadi tak usah macam-macam pergi ke acara sweet seventeen-an segala! Lagipula itu bisa nanti-nanti!”
“Gimana nanti-nanti Bun?Umur 17 kan hanya sekali, gak mungkin Rania akan ulang tahun dengan umur yang sama! Bunda gimana sih?! Selalu aku dilarang datang ke acara-acara kalau ada lomba renang. Bunda tidak puas aku sudah mempersembahkan seribu medali? Bunda tidak puas?” tatap tajam Naomi kali ini. Hatinya sangat kesal karena masa remajanya habis bersahabat dengan air kolam.
Sungguh bukan membenci air yang menjadi sahabatnya selama ini, hanya saja menurutnya sikap bunda yang sangat keterlaluan. Bunda sudah banyak merampas masa anak-anaknya. Mana bisa ikut kegiatan lain selain renang yang diasuh bundanya.
Rania, Fla, dan Naila juga gak bertahan lama berenang. Mereka juga sudah bertanding banyak tapi tak menggantungkan pada satu kegiatan di kolam. Rania masih bisa ikutan drama dan modelling, Naomi hanya bisa mengkhayal dirinya bisa ikutan drama dan memainkan salah satu tokohnya. Fla yang ikutan menari dan vokal juga suka pentas dengan dandanan make up yang sangat cantik. Dan Naila lebih seru lagi bisa memainkan piano dan mulai punya grup band juga. Sementara dirinya merasa hanya sebagai perenang saja. Tak mempunyai pengalaman yang lain selain bertanding.
Bagi orang yang awam, pasti ini sangatlah hebat.Tapi buat Naomi yang sudah dari usia empat tahun terjun ke lomba hingga sekarang 17 tahun, ini sungguh membosankan, karena Bunda Diftri terus memaksa dan menge-push tanpa memberi kesempatan dirinya untuk bisa seperti teman-teman yang lain menikmati masa remajanya.
“Nao… harus datang ya ulang tahun sweet seveenten-ku.Ups… aku undang Algali juga lho! Tau gak sih kamu, Algali itu diam-diam suka banget lho sama kamu?” kata Rania menginformasikan pelan-pelan, takut Bunda Diftri mendengar percakapan mereka di ruang yang Naomi sebut seribu medali itu.
Ruang tamu yang didesain sportif dengan berbagai medali, piala, piagam penghargaan Naomi dan Tahura, adiknya yang bertahun-tahun terjun di lomba renang. Buat siapa saja yang melihat medali-medali itu terpasang berjejer rapi adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa. Naomi dan Tahura sudah bertanding renang tidak hanya di dalam negeri, tapi beberapa kali juga dikirim ke luar negeri.
Dalam hati kecil Naomi sesungguhnya dia sangat sayang dengan bunda walau dengan didikan kerasnya, tapi ada sisi lain yang ingin berontak karena keterbatasan akan waktu dirinya menikmati masa anak-anak dan masa remaja yang terlalu dibatasi.
“Hah, Algali? Serius, Ran?” tak urung ada semburat merah di wajahnya yang sawo matang, membuat wajahnya tampak merah tua karena memanas.
Naomi mengenal Algali karena dia ikut club renang Galaksi juga.Dia berenang buat kesehatan, bukan untuk bertanding.Jadi hadir dan tidak saat latihan tidak berpengaruh.
Terbayang wajah Algali yang terkagum-kagum setiap melihat dirinya berhasil menyelesaikan satu lintasan dengan beberapa gaya.
Tadinya Naomi tidak terlalu memperhatikan perubahan wajah Agali, tapi Rania selalu menggoda Algali terang-terangan yang membuat Naomi paham kalau ada yang lain dari Algali tentangnya.
Dan hatinya juga mendadak jadi tidak seperti biasanya, ada rasa deg-degan yang tak bisa diterjemahkan. Tadinya biasa-biasa saja dengan Algali,tapi setelah tahu Algali berubah, membuat Naomi memikirkan hal lain selain pertandingan renang.
Teman-teman Naomi sudah mulai punya teman dekat. Naomi sendiri bingung dirinya selalu terasing dengan berbagai aktivitas teman-temannya, sementara dirinya tak paham dengan banyak update berita-berita remaja. Bagaimana tidak, pagi sekolah dan siang hingga sore terus bersama bunda berlatih dan melatih anak-anak murid di kolam bersama klub Galaxi.
Naomi sedih karena tak bisa hadir diacara ulang tahun Rania, Minggu besok dirinya ada lomba Gubernur Cup.
Cerita Rania tentang Algaliyang berharap bisa bertemu dengannya,membuat Naomi ingin juga menghadiri acara ulang tahun itu. Apalagi dirinya belum pernah datang ke acara ulang tahun 17 tahunan.
\"Sini aku bisikin...\" Naomi mendekat pada Rania yang membisikkan suatu rencana.
Other Stories
Kala Kisah Menjadi Cahaya
seorang anak bernama Kala Putri Senja, ia anak yatim piatu sejak bayi dan dibesarkan oleh ...
Kacamata Kematian
Arsyil Langit Ramadhan lagi naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia b ...
Ryan Si Pemulung
Ryan, remaja dari keluarga miskin, selalu merasa hidupnya terkunci dalam sebuah rumah reot ...
Melepasmu Dalam Senja
Cinta penuh makna, tak hanya bahagia tapi juga luka dan pengorbanan. Pada hari pernikahan ...
Nyanyian Hati Seruni
Awalnya ragu dan kesal dengan aturan ketat sebagai istri prajurit TNI AD, ia justru belaja ...
Cangkul Yang Dalam ( Halusinada )
Alya sendirian di dapur. Dia terlihat masih kesal. Matanya tertuju ke satu set pisau yang ...