First Snow At Laiden

Reads
131
Votes
0
Parts
3
Vote
Report
first snow at laiden
First Snow At Laiden
Penulis Nenny Makmun

1. Air Sahabatku

“Dan ketika naik ke atas... air mata tadi sudah tak ada lagi, menyatu dengan air, sahabat yang menemani hari-hari kerasnya persaingan.”
Jam menunjukkan pukul 05.30.Bagi Bunda Diftri, ini sudah kesiangan, sementara Naomi masih saja lelet seperti biasa, padahal setiap hari sudah terbiasa dibentak-bentak.
“Naomi, siapkan peralatan renangnya.Jangan apa-apa Bunda.Ini untuk kepentingan kamu berenang!” perintah Bunda yang sebenarnya kerap Naomi dengar, tapi dia juga kerap malas-malasan mempersiapkan segala keperluan renangnya.
Seharusnya Naomi tidak boleh lagi bermalas-malasan, mengingat ini keperluan dirinya.Kata Bunda untuk kepentingan dan masa depannya. Ah Naomi tak mengerti omelan Bunda,selalu untuk kepentingan akan masa depan.
Naomi masih kelas satu Sekolah Dasar, tapi sudah diingatin tentang masa depan, disiplin, tidak boleh malu-maluin sebagai anak guru.Dan yang pasti setiap hari harus latihan berenang dengan kedisiplinan bundanya yang tak kunjung berhenti.
Bunda tanpa segan-segan mempermalukan dirinya di depan teman-teman jika dia berlagak membelot dan menolak perintah-perintahnya.
“Apa-apaan kamu?! Mau jadi apa kalau tidak latihan renang dengan benar? Mau jadi orang yang tak berguna besarnya?! Seperti....”
Dan entah untuk sekian puluh atau sudah ratusan kali berulang bundanya selalu mengatakan hal ini. Ada rasa perih dan sesak merajam dalam hati Naomi. Tatapan mata tajam Naomi meredup kalah dengan tatapan bundanya yang dingin tak ada belas kasih.
Bunda tak mengerti dirinya tengah jenuh, bosan walau air telah menjadi sahabatnya setiap hari dari umur satu tahun.Bahkan sejak bayi pun sepertinya dia sudah dicemplungkan ke kolam.
Dan setiap hari harus mengekor bunda yang seorang pelatih renang untuk terjun ke air, tak peduli panas terik matahari menyengat dan hujan deras sekalipun¾asalkan tak ada petir¾ dirinya harus terus berenang memanjang 25 meter berulang kali bolak-balik hingga napas tersengal.
Kalau ingin menyenangkan bundanya, hanya tinggal turuti kemauan beliau tanpa banyak cing-cong itulah istilahnya.
“Bundaaa… aku mau beli sosis dulu, aku lapar sekali,” rajuk Naomi.
Bundanya menatap tajam, Naomi berharap bundanya memberi belas kasih karena perutnya sudah benar-benar lapar.
Dan, “Ya sudah cepetan!Kamu pakai uang saku sendiri ya. Habiskan sosisnya dan lanjutkan bolak-balik gaya kupu-kupu kamu!”
“Yeeee… asyik.Sosis bakar,i am coming...” Naomi langsung keluar dari kolam dengan lincah. Kulitnya yang hitam tampak berkilat terkena sinar matahari.Tubuhnya yang mungil lincah berlari, sementara rambut ikalnya yang basah tak tampak mengikal lepas seperti saat rambutnya kering. Padahal bunda dan ayahnya tak ada yang ikal keriting, tapi entah kenapa dirinya memiliki rambut super ikal dan keriting yang kerap membuat dirinya kesulitan untuk sisiran.
“Mbak, sosis bakar pedas lengkap dengan mayonesnya ya,” pinta Naomi ke Mbak Sri, penjaga kantin kolam tempat dia dari kecil tumbuh bersahabat dengan air.
Sambil menunggu, Naomi berkeliling di sekitar kolam.Ia menyapa Naila, Fla, dan Rania sambil tertawa-tawa bersama, padahal bundanya dari kejauhan sudah mulai gerah memandang dirinya yang sepertinya tak serius berlatih.
“Naomi, ini sosisnya!” Mbak Sri segera memanggil Naomi untuk segera menghabiskan sosis bakar buatannya. Dirinya suka enggak tega melihat Naomi yang suka dibentak-bentak Bunda Diftri yang tak sabar jika Naomi belum menyelesaikan putaran memanjang renangnya dengan beberapa gaya.
Naomi menikmati setiap gigitan sosis bakar sambil melihat teman-teman seperjuangannya di setiap perlombaan renang yang mengharumkan club bundanya dan bersenandung lagu Sherina,Aku Pasti Bisa.
Naomi tersenyum melihat Rania yang tengah diomelin bundanya juga, pemandangan ini setiap hari harus dirinya lewati tanpa kompromi. Bundanya adalah pemilik club renang Galaksi, yang terkenal mencetak perenang-perenang handal, termasuk dirinya.
Ingat sekali dirinya pertama kali menjadi juara termuda gaya bebas dengan papan saat masih berumur empat tahun. Sejak itu dirinya mulai dipacu untuk lomba, lomba dan lomba lagi.
Bunda sengaja memesankan tempat untuk menyimpan banyak medali yang sudah diperolehnya.Ya, bagaimana tidak banyak? Sejak umur empat tahun dan sekarang tujuh belas tahun berarti dirinya sudah ikut sering lomba juga.
Hampir di setiap bulan, ada 1-3 bahkan 4 kali lomba renang yang harus diikuti. Sekali lomba tidak hanya satu gaya, bisa 3 gaya.Mulai dari gaya bebas, dada, punggung bahkan mulai ditambah gaya kupu-kupu yang dimenangkan. Jadi ada banyak medali yang menghiasi ruang tamu dengan 5 tempat medali yang Bunda Diftri sengajapesankan dengan berbagai model sportif itu.
Jujur kalau menatap medali-medali tersebut, rasa bangga membuncah di hatinya.Walau betapa berat nilai kebebasan bermain yang dibayarkan. Hampir setiap hari tak ada waktu untuk bermain lama di kompleks dengan teman-teman tetangganya.
“Ya, sahabatku hanya satu.Dan hanya dia juga yang mengerti akan kesedihan, kebahagiaanku tanpa pernah protes apapun... bukan Fla, Rania, dan Naila....” Naomi terbayang teman-teman perenang yang bersahabat sekaligus pesaingnya jika saat bertanding.
Kadang mereka baik dan kadang mereka marah karena dikalahkan Naomi dalam pertandingan. Jika semua membenci Naomi, dia akan menangis di dalam air kolam, karena air akan langsung menghapus air matanya tanpa tersisa. Dan ketika naik ke kolam, sekejap hilang. Air mata bersahabat dengan air.

Other Stories
Setinggi Awan

Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...

Mentari Dalam Melody

Tara berbeda dengan Gilang, saudaranya. Jika Gilang jadi kebanggaan orang tua, Tara justru ...

Melupakan

Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...

Kepentok Kacung Kampret

Renata bagai langit yang sulit digapai karena kekayaan dan kehormatan yang melingkupi diri ...

Sebelum Ya ( Ketika Hidup Butuh Diperjuangkan )

(Diangkat dari kisah nyata. Kisah-kisah penuh hikmah bagi tokoh utama, yang diharapkan bis ...

Yume Tourou (lentera Mimpi)

Kanzaki Suraha, seorang Shinigami, bertugas menjemput arwah yang terjerumus iblis. Namun i ...

Download Titik & Koma