Ryan Si Pemulung

Reads
1.3K
Votes
0
Parts
20
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Keajaiban Di Ujian

Perubahan dalam diriku tidak hanya dirasakan oleh teman-teman, tetapi juga oleh para guru. Aku yang tadinya hanya seorang siswa pendiam di belakang kelas, kini menjadi salah satu yang paling aktif.

Aku berani bertanya, berpendapat, dan maju ke depan untuk mengerjakan soal. Guru-guru sering kali memberikan senyuman bangga. Mereka tahu, ada sesuatu yang berbeda dari diriku.

Waktu terasa berjalan begitu cepat. Ujian akhir semester tiba. Selama berminggu-minggu, aku telah mempersiapkan diri.
Pagi-pagi buta, aku sudah terbangun, membaca buku-buku yang kubeli, mengerjakan soal-soal latihan, dan mengulang kembali pelajaran-pelajaran yang sulit. Ibu sering kali membangunkanku dan berkata, "Tidurlah, Nak. Jangan terlalu memaksakan diri." Tapi aku tidak bisa. Aku tahu, ini adalah satu-satunya kesempatan yang kumiliki.

Hari ujian tiba. Aku mengerjakan setiap soal dengan tenang, seolah-olah semua ilmu yang kubutuhkan sudah meresap ke dalam setiap otakku. Aku tidak terburu-buru, aku membaca setiap soal dengan teliti, dan aku pun yakin dengan setiap jawaban yang ditulis.

Setelah ujian selesai, aku merasa lega. Apapun hasilnya, aku tahu sudah melakukan yang terbaik. Aku telah memberikan seluruh tenagaku, pikiranku, dan waktuku.

Dua minggu kemudian, hasil ujian diumumkan. Seluruh sekolah berkumpul di aula. Jantungku berdebar kencang. Aku melihat namaku di daftar urutan, tapi aku tidak berani melihatnya. Aku takut akan kecewa. Namun, Ibu Lia menghampiriku. "Ryan," katanya, "Kau tidak perlu khawatir. Apapun hasilnya, Ibu bangga padamu."

Aku menarik napas panjang, lalu mencari namaku. Mataku membulat. Aku tidak melihat namaku di urutan belakang. Aku mencari lagi, dan menemukannya di deretan depan.

Namaku ada di urutan ke-3. Aku mengusap mata berkali-kali tidak percaya. Aku melihatnya lagi, dan namaku masih ada di sana. Ryan - Peringkat 3.
Air mataku tumpah. Bukan karena sedih, melainkan karena rasa haru yang tak terkira. Aku tidak bisa membendungnya.

Semua kerja kerasku, lelahku, cemoohan yang kuterima, seakan terbayar lunas. Aku berhasil membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku bisa. Aku berhasil membuktikan bahwa mimpiku tidak hanya sekadar mimpi kosong.

Aku berlari ke ruang guru, mencari Ibu Lia. Ia tersenyum saat melihatku. "Ryan, Ibu sudah tahu," katanya, "Ibu selalu percaya padamu." Ia memelukku, dan aku menangis di dalam pelukannya. Tangisan itu adalah tangisan kebahagiaan.

Sepulang sekolah, aku langsung pulang ke rumah. Ayah dan Ibu sedang menunggu di depan pintu. Mereka tidak tahu hasilnya. Aku menunjukkan kertas hasil ujian itu pada mereka. Ayah mengambilnya, matanya membesar saat melihat peringkatku. "Peringkat tiga, Bu!" katanya, suaranya bergetar.

Ibu mengambil kertas itu, lalu menangis. Ia memelukku erat-erat. "Anak Ibu, kau berhasil, Nak," bisiknya, "Kau berhasil!"
Ayah memeluk kami berdua. Pelukan itu adalah pelukan terhangat yang pernah kurasakan. Di dalam pelukan itu, aku tidak lagi merasakan lelah, dan sakit. Aku hanya merasakan kebanggaan.

Malam itu, kami merayakannya dengan makan malam spesial. Ayah bahkan membeli sebuah kue kecil. Kami duduk di meja makan yang tadinya terasa sepi, kini dipenuhi dengan tawa dan senyum. Aku menatap Ayah dan Ibu. Mereka adalah alasan mengapa aku berhasil. Mereka adalah pahlawanku.

Kemenangan itu bukanlah milikku sendiri. Kemenangan itu adalah milik kami bertiga. Kemenangan itu adalah bukti bahwa kemiskinan bukanlah penghalang bahwa keterbatasan hanyalah sebuah tantangan. Dan bahwa dengan cinta, dukungan, dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin.

Aku tahu, ini hanyalah langkah awal. Masih banyak tantangan yang akan datang. Tapi aku tidak takut. Karena aku tahu, di belakangku ada Ayah dan Ibu.

Mereka adalah kekuatan terbesarku. Dan di depanku, ada sebuah masa depan yang menunggu untuk kubangun. Masa depan yang tidak lagi hanya kulihat dari jendela usang, tapi masa depan yang akan menjadi kenyataan.

Other Stories
Kau Bisa Bahagia

Airin harus menikah dalam 40 hari demi warisan ayahnya, namun hatinya tetap pada Arizal, c ...

Suara Dari Langit

Apei tulus mencintai Nola meski ditentang keluarganya. Tragedi demi tragedi menimpa, terma ...

Aku Bukan Pilihan

Cukup lama Rama menyendiri selepas hubungannya dengan Santi kandas, kini rasa cinta itu da ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Kala Kisah Tentang Cahaya

Kala, seorang gadis desa yang dibesarkan oleh neneknya, MbahRum. tumbuh dalam keterbatasan ...

Jodoh Nyasar Alina

Alina, si sarjana dari Eropa, pulang kampung cuma gara-gara restu Nyak-nya. Nggak bisa ker ...

Download Titik & Koma