Teka-teki Surat Merah

Reads
1.4K
Votes
0
Parts
12
Vote
Report
teka-teki surat merah
Teka-teki Surat Merah
Penulis Aiyu A Gaara

Prolog

Kamar 107, 01.30 WIB.
Gadis berambut panjang yang hanya menutupi tubuhnya dengan selimut itu beranjak dari tidur dan duduk di tepi ranjang yang berantakkan. Mengamati seorang laki-laki yang tengah mengambil kemeja putih dari lantai dingin di kamar mereka yang hangat, lalu mulai memakainya. Disusul dasi merah marun bergaris putih yang diambilnya dari sisi ranjang. Di mana ia mengikat gadis pujaannya tadi malam.
“Kau akan pergi?” tanya gadis itu, manja.
“Ya, aku ada pekerjaan.”
“Tetapi kau bisa pergi subuh nanti. Aku masih rindu.”
“Besok kita lanjutkan. Aku akan ke mari setelah selesai dengan pekerjaanku.”
“Sungguh?”
Laki-laki berwajah cantik itu mengangguk. Memakai jas dan merapikannya lagi di depan cermin.
“Baiklah, aku akan menunggumu di sini.”
Gadis itu berdiri, memeluk lelakinya dari belakang dengan erat. Lima detik kemudian melepaskannya, membalik tubuh lelakinya dan mengecup bibirnya sebentar sebelum laki-laki yang selalu dipujanya itu pergi.
“Pastikan kau tidak meneleponku.”
“Aku mengerti.”
***
Kamar hotel 1013, 06.28 WIB. keesokkan harinya.
Laki-laki berwajah seperti perempuan yang mengenakan piyama tidur itu tersenyum melihat berita televisi. Sambil menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur, wajahnya seketika semringah mengingat ekspresi gadis yang menjadi kekasih sekaligus rekan bisnisnya beberapa minggu belakangan. Sangat cantik dan indah dibandingkan ketika ia di atas ranjang.
Namun, senyum merekah yang membuat siapa saja jatuh hati itu tiba-tiba lenyap. Wajahnya menyiratkan keraguan yang tak dibuat-dibuat, seperti ketika ia tengah menyakinkan gadis-gadis muda yang tertarik pada uang dan barang-barang mewah. Khas wanita.
“Apa dia melihatku?” gumamnya, lebih kepada diri sendiri.
Di layar televisi, si pembawa acara masih saja membacakan berita yang tengah heboh di Bengkulu beberapa waktu belakangan. Di mana mayat seorang gadis dalam keadaan tanpa busana ditemukan di dalam kantong plastik hitam di taman kota.
***

Other Stories
People Like Us

Setelah 2 tahun di Singapura,Diaz kembali ke Bandung dengan kenangan masa lalu & konflik k ...

Hati Yang Terbatas

Kinanti termenung menatap rinai hujan di balik jendela kaca kamarnya. Embun hujan mengh ...

Kau Bisa Bahagia

Airin harus menikah dalam 40 hari demi warisan ayahnya, namun hatinya tetap pada Arizal, c ...

Kuntilanak Gaul

Rasa cemburu membuat Lydia benci kepada Reisha. Dia tidak bisa terima saat Edward, cowok y ...

Sang Maestro

Mari kita sambut seorang pelukis jenius kita. Seorang perempuan yang cantik, kaya dan berb ...

Baca Tanpa Dieja

itulah cara jpload yang bener da baik ...

Download Titik & Koma