Dion
Tak terasa ini tahun kedua Ella mengenal dunia model. Cerella Flos, nama yang tidak asing di majalah remaja Valia. Ella sudah sempat menjadi cover utama sekali, lalu dua kali bersama finalis lain.Sudah sering wajahnya tampak di dalam majalah saat majalah Valia bekerjasama dengan beberapa produk.
Dan tahun kedua ini, Ella juga mendapat tawaran untuk menjadi ambasador merek kosmetik. Sebenarnya Ella tidak terlalu suka dengan kosmetik, karena setahun ini dirinya tetap minimalis menggunakan kosmetik. Ella menginginkan untuk jadi ambasador kaos-kaos anak remaja, tapi sepertinya rezekinya saat ini di merek kosmetik.
Sabtu-Minggu ini Cerella ada pemotretan untuk iklan alat-alat kosmetik Ratu Ayu yang mengontraknya.
Cerella tidak bisa protes saat wajahnya harus didandani lebih tebal dari biasanya, dirinya tak bisa menolak. Biasanya kalau pemotretan biasa bisa meminta agar wajahnya tidak terlalu banyak polesan make up, dan nyatanya memang wajah remajanya lebih tampak alami.
Selesai dirias, Ella menatap wajahnya yang menurut hatinya jadi tampak lebih dewasa, wajah remajanya tak tampak seperti biasanya, “Pasti orang-orang enggak kenal aku kali ini....” desis Ella di depan kaca.
Saat masih memandangi wajahnya di cerming, di belakang tampak seorang cowok dengan kamera di tangannya yang juga tampak tertegun memandangnya.
“Hmmm… sudah siap difoto?” tanyanya.
“Hmmm,” Cerella sebenarnya tidak terlalu pede dengan riasan yang tebal memperlihatkan glamournya kosmetik yang menutupi wajah aslinya.
“Cantik kok, ayo kita pemotretan,” ajak cowok yang Ella tidak tahu siapa namanya, hanya sepertinya dia yang akan memotret dirinya.
Cerella mengikuti ke studio pemotretan. Cowok yang tadi mengatakan dirinya cantik sibuk dengan alat pemotretan, mau tidak mau Cerella jadi memperhatikan cowok yang umurnya pastinya jauh di atasnya.
“Oke, eeeee...., siapa nama kamu?” cowok berkulit cokelat dan agak gondrong bertanya pada Ella.
“A... aku?” jawab Ella ragu.
“Iya, kamu?” tegas cowok yang Ella juga belum tahu namanya.
“Oh iya, aku Cerella Flos, kamu?” Ella balik tanya.
“Oh iya, Cerella Flos dari agensi MLF ya?” tanyanya.
“E, iya..., kamu?”
“Saya Dion, kebetulan dapat tugas memotret kamu. Salam kenal ya....” Dion tersenyum manis.
Dan enatah kenapa ada debaran halus saat melihat senyum Dion.Ada untungnya kali ini dirinya memakai riasan super tebal, karena wajahnya yang memerah pasti tidak kelihatan. Kali ini Cerella bersyukur dengan riasan tebal yang menyelamatkan dirinya.
Dion mengarahkan Ella dengan sabar, ini pengalaman pertamanya menjadi ambasador sebuah produk.Banyak kesalahan dari beberapa kali pemotretan yang senyumnya kurang natural, wajahnya tampak kaku dan tegang, dan belum lagi berganti baju beberapa kali.
Awalya agak canggung dengan Dion yang sempat berwajah serius sehabis memotret lalu merubah-rubah angle pemotretan. Cerella ikutan penasaran dengan hasilnya, sepertinya Dion memahami keinginantahunya membiarkan Cerella ikutan melihat hasil jepretannya.
“Waduh, aku jadi tua amat ya,” komen Ella di samping Dion.
“Santai, tapi enggak kaya nenek-nenek kok!” ujar Dion sambil melirk Ella.
Lagi-lagi polesan tebal menutup rasa memanas di wajah Ella ketika Dion berkomentar.
“Yes, sepertinya cukup untuk sesi pemotretan kali ini,” Dion tampak puas dengan foto yang baru saja diambilnya.
“Berarti saya boleh hapus riasan sekarang?Rasanya kaya topeng nih....” tanpa menunggu jawaban siapa pun, Cerella segera berlalu ke toilet.
“Hmmm… rasanya lega deh tanpa make up di wajah,” Cerella menggumam dan memandang wajahnya detail, lalu mengusapnya dengan air keran yang dingin.
***
“Aku sudah boleh pulangkan?” tanya Cerella dengan wajah polos ketika melewati Dion, Tante Miska, dan Mba Diana selaku marketing dari perusahaan kosmetik Ratu Ayu. Mereka tengah mendiskusikan hasil pemotretan yang sudah dilakukan sedari siang, dan sekarang sudah pukul 19.00.
“Ups… cepat amat mau pulang.Mau malam Mingguan ya sama pacar?” goda Mba Diana yang membuat Ella memerah wajahnya, dan kali ini tidak ada kosmetik yang menutup wajahnya.
Dion tertegun saat wajah Cerella merona merah bak udang rebus. Dalam hatinya mengakui kalau ucapan Cerella yang bersungut-sungut kesal karena make up wajahnya jadi tua seperti nenek-nenek ada benarnya juga, ternyata Cerella memang jauh lebih cantik tanpa polesan. Jadi kalau mau jujur, sebenarnya dia tidak pas jadi brand kosmetik yang mengubah dirinya jadi jauh lebih tua dari usianya.
“Ion! Ion! Diooooon! Bengong gitu sih liat Ella!” sungut Tante Miska sampai menepuk kedua tangannya di depan wajah Dion yang terkesima dengan kecantikan Ella.
Ella semakin salah gaya, “Eeenggak Mba Dian, itu… Mang Dawi udah nunggu di depan. Aku sudah dijemput pulang,” ucap Cerella polos.
“Udah ajakin aja Si Mang makan malam bareng kita.Ayoo, kita ke kafe depan,” ajak Mba Diana.
Cerella mau menolak, tapi Dion ikutan mengajak, “Iya, aku lapar banget nih. Pasti kamu lapar banget juga ya capek menahan ketidaknyamanan,” Dion tahu sepertinya Ella memang enggak terlalu PD dengan polesan make up-nya
Dion menatap bersahabat, membuat Cerella merasa nyaman. Ada yang berbeda di hatinya. Selama ini dirinya tak peduli dengan makhluk yang bernama cowok, karena Zara selalu mengingatkan kalau cowok itu hanya buat masalah di umur kita saat ini.Lebih baik nanti kalau sudah jelang kuliah akhir dan bekerja saja baru kenal cowok.
Other Stories
DARAH NAGA
Handoyo, harus menjaga portal yang terbuka agar mahkluk dunia fantasy tidak masuk ke bumi. ...
Hold Me Closer
Pertanyaan yang paling kuhindari di dunia ini bukanlah pertanyaan polos dari anak-anak y ...
Cinta Rasa Kopi
Kesalahan langkah Joylin dalam membina bahtera rumah tangga menjadi titik kulminasi bagi t ...
Cahaya Dalam Ketidakmungkinan
Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...
Kelabu
Cinta? Apakah aku mencintai Samuel? Pertanyaan yang sulit kujawab. Perasaanku padanya sepe ...
People Like Us
Setelah 2 tahun di Singapura,Diaz kembali ke Bandung dengan kenangan masa lalu & konflik k ...